
Xiao Lian menangis sejadi-jadinya. Namun, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil dari kejauhan.
“Xiao Lian!" Suara seorang laki-laki, yang sedang memanggil nama Xiao Lian.
Xiao Lian menengok ke arah sumber suara itu.
“Wang Xuemin?!" Xiao Lian terkejut saat mengetahui bahwa yang memanggil namanya adalah Wang Xuemin.
Wang Xuemin berjalan mendekati Xiao Lian.
“Lho kenapa kamu menangis?" tanya Wang Xuemin.
“Enggak. Siapa yang menangis?" Xiao Lian mengusap air matanya dan berusaha untuk menutupinya.
“Tapi matamu bengkak begitu," Wang Xuemin tersenyum menggoda Xiao Lian.
Mendadak, pipi Xiao Lian menjadi merah merona lagi.
“Ngg... nggak. Ini karena begadang aja hehe," Xiao Lian menjawab sekenanya.
“Ah masa?" Wang Xuemin masih terus menggoda Xiao Lian.
“I...Iya." Xiao Lian berdiri dan bergegas kembali ke tempat Feng Li.
__ADS_1
Sementara itu, Wang Xuemin berjalan mengikuti di belakang. Hari sudah mulai malam, Xiao Lian dan yang lain memutuskan untuk pergi tidur.
Keesokan paginya, Xiao Lian terbangun dari tidurnya saat mendengar suara jeritan. Xiao Lian bergegas menghampiri suara jeritan itu.
Terlihat, seorang wanita paruh baya sedang disiksa oleh beberapa pria bertubuh kekar.
“Hentikan!" perintah Xiao Lian.
Sekumpulan pria bertubuh kekar itu berbalik badan dan menatap Xiao Lian.
“Heh kau gadis desa. Jangan coba-coba menghentikan kami. Atau kau akan merasakan akibatnya." Salah satu dari mereka tersenyum sinis.
“Tapi tuan. Gadis ini boleh juga," bisik pria yang lain.
Kemudian, pria itu melihat tubuh Xiao Lian dari bawah sampai ke atas.
“Apa yang kalian lihat dariku?" Xiao Lian menutup dadanya dengan kedua tangan.
“Tenang saja Nona. Kamu akan hidup bahagia jika Nona bersedia ikut dengan kami," Pria itu memberi tawaran.
“Gak mau. Aku tidak mau pergi dengan kalian, para pria hidung belang." Xiao Lian menolak tawaran mereka.
“Hmm... Baiklah kalau begitu. Tapi, kau akan menanggung akibatnya karena telah menolak tawaran dari Kelompok Ular Hitam," ancam salah satu dari mereka.
__ADS_1
Kemudian, mereka mengambil pedang dan bersiap untuk menyerang Xiao Lian. Tentu saja, Xiao Lian kalah jumlah.
Tapi, Xiao Lian tidak gentar dan mundur. Dia mengambil sebilah pedang dan meladeni serangan Kelompok Ular Hitam itu.
Mereka saling bertukar serangan. Tapi, pada akhirnya, Kelompok Ular Hitam berhasil mengalahkan Xiao Lian.
Xiao Lian tergeletak tak berdaya di tanah. Lalu, ketua dari Kelompok Ular Hitam datang dan menghampiri Xiao Lian. Sang ketua berjongkok dan menatap wajah Xiao Lian.
“Apa gadis sok kuat ini sudah menyerah?" tanya Ketua Kelompok Ular Hitam itu sambil tersenyum sinis.
Tiba-tiba, pria itu diserang oleh seseorang dari belakang.
“Arggh...." Pria itu kesakitan.
“Siapa itu?" para Anggota Kelompok Ular Hitam yang lain pun menjadi kaget sekaligus takut.
Tak lama setelah itu, kedua pria turun dari pohon. Ya, mereka adalah Wang Xuemin dan Feng Li.
“Sekumpulan pria bertubuh kekar hanya berani melawan satu gadis. Kelompok macam apa kalian ini?!" ejek Wang Xuemin.
“Jika kalian ingin mendapatkan perlawanan yang sepadan. Maka, hadapi kami dulu!" Feng Li mengambil pedang, bersiap untuk menyerang.
Wang Xuemin juga bersiap dengan cambuk yang sedang dipegangnya.
__ADS_1
“Berani-beraninya kalian," Ketua Kelompok Ular Hitam itu menjadi sangat murka.
“Serang mereka!" Ketua Kelompok Ular Hitam itu memberi komando kepada para anggotanya untuk menyerang Wang Xuemin dan Feng Li.