Legenda Putri Langit

Legenda Putri Langit
Ch. 5 : Dimana kau, Wang Xuemin?


__ADS_3

“Aku sungguh tidak sengaja!" bantah Wang Xuemin.


“Kamu jangan mencari-cari alasan. Sudah jelas-jelas kau memandangi tubuhku!" ketus Xiao Lian.


“Aku sudah bilang, aku tidak sengaja!" Wang Xuemin membantah dengan nada tinggi.


Mendadak, Xiao Lian terdiam mematung. Kemudian, dia memanyunkan bibirnya. Xiao Lian seakan memberikan kode kepada Wang Xuemin.


“Huft... Baiklah, aku minta maaf karena telah melihat tubuhmu," ucap Wang Xuemin.


“Nah gitu dong dari tadi." Ekspresi Xiao Lian berubah drastis.


“Tapi ngomong-ngomong. Dari tadi kamu masih handuk," ucap Wang Xuemin.


“Heee..." Pipi Xiao Lian menjadi merah merona.


“Kau memang pria mesum!" Xiao Lian meluncurkan sebuah tendangan ke arah area sensitif Wang Xuemin. Alhasil, Wang Xuemin tergeletak tak berdaya sambil memegangi masa depannya yang sedang terancam.


“Eh maaf. Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu," ucap Xiao Lian.


Wang Xuemin hanya meringis kuda.


Siang harinya, Xiao Lian bersiap untuk berlatih bersama Feng Li. Sementara itu, Wang Xuemin meminta izin untuk berburu di hutan.

__ADS_1


“Baiklah. Hari ini, saya akan mengajarimu sebuah teknik dalam menyerang menggunakan pedang. Teknik ini disebut teknik Segitiga Kematian.


“Baik Guru," ucap Xiao Lian.


Kemudian, Feng Li menaruh sebuah orang-orangan sawah. Lalu, Feng Li mengambil pedang yang ada di pinggangnya dan mulai menyerang.


Dia menyerang dengan sangat elegan dan rapi. Serangannya tidak asal-asalan. Melainkan membentuk pola sebuah segitiga.


Saat Feng Li menyontohkan tekniknya, Xiao Lian menjadi sangat berantusias.


“Jadi, teknik ini bukan hanya mengandalkan kekuatan. Tetapi, kita juga perlu kecepatan dan kelincahan," ujar Feng Li.


Xiao Lian mengganggukan kepala, menandakan bahwa dia paham dengan penjelasan Feng Li.


Xiao Lian mulai mencoba teknik Segitiga Kematian ini. Namun, di percobaan pertama, Xiao Lian malah terpeleset. Akhirnya, dia jatuh tersungkur.


“Inilah kesulitan dari teknik ini. Jika kita tidak segera beranjak dari satu tempat ke tempat yang lain, maka kita akan terpeleset dan akhirnya jatuh," jelas Feng Li.


“Maafkan aku Guru," Xiao Lian menunduk.


“Hei, tidak apa-apa. Ayo, lanjut latihan lagi!" ajak Feng Li.


Xiao Lian menyanggupi ajakan Feng Li. Dia melanjutkan latihan teknik Segitiga Kematiannya.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah mulai petang, Feng Li memutuskan untuk menyudahi latihan hari ini.


“Latihan hari ini sudah selesai cukup sampai di sini. Kita akan melanjutkannya besok," ujar Feng Li.


“Baik guru. Tapi, ngomong-ngomong, Di mana Wang Xuemin?" tanya Xiao Lian.


“Tadi dia minta izin untuk berburu di hutan. Tapi, kenapa dia belum kembali juga ya," ucap Feng Li.


Tiba-tiba, Xiao Lian menjadi merasa khawatir.


“Ayo kita makan dulu!" ajak Feng Li.


“Tunggu sebentar. Aku ingin mencari Wang Xuemin," ujar Xiao Lian.


“Eh jangan!" Feng Li ingin memperingatkan Xiao Lian, tapi sayangnya dia sudah terlanjur pergi.


Sesampainya di hutan, Xiao Lian mulai menyusuri hutan untuk mencari Wang Xuemin.


Setelah cukup lama mencari, akhirnya Xiao Lian mendapatkan titik terang. Dia menemukan potongan baju Wang Xuemin yang berlumuran darah.


Deg!


“Gak mungkin, ini sudah pasti tidak mungkin," Xiao Lian memeluk potongan baju Wang Xuemin yang berlemuran darah itu.

__ADS_1


“Gak mungkin. Itu pasti tidak mungkin," Xiao Lian mengulangi kata-kata itu berkali-kali.


Perlahan, air mata mulai mengalir dari sudut mata Xiao Lian.


__ADS_2