
Feng Li dan Wang Xuemin bergerak maju dan menyerang Kelompok Ular Hitam itu. Wang Xuemin berhadapan dengan empat orang sementara Feng Li lima orang.
“Baiklah. Aku dulu yang mulai menyerang," Wang Xuemin lalu mengayunkan cambuknya hingga membuat tiga pria itu meregang nyawa.
“Tiga sudah selesai. Tinggal kamu yang belum aku habisi," Wang Xuemin tersenyum
“Apa kau bermaksud untuk mengejekku? Dasar sok kuat kamu, rasakan ini!" pihak lawan murka dan mengambil sebilah pedang.
Kemudian, dia maju dan menyerang Wang Xuemin.
“Eits... Gak kena," Wang Xuemin berhasil menghindar dari semua serangan yang dilepaskan oleh lawan.
“Sialan kamu," Pria itu menyarungkan pedangnya kembali.
Setelah itu, dia mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya dan memusatkan di tangan kanannya.
“Rasakan ini." Pria itu melepaskan sebuah pukulan yang sangat kencang, sehingga membuat Wang Xuemin terdorong ke belakang.
“Pukulanmu boleh juga. Kalau begitu, saatnya aku serius." Wang Xuemin memegang kembali cambuknya dan maju menyerang Pria itu.
Tak mau kalah, pria itu juga mengambil pedangnya dan melangkah secepat kilat untuk menyerang Wang Xuemin.
Tapi, saat hendak terjadi sebuah duel, Wang Xuemin melompat. Dia melakukan beberapa gerakan di udara.
“Jurus Teratai Biru," Wang Xuemin mengeluarkan jurus pamungkasnya.
Tiba-tiba, cambuk milik Wang Xuemin dikelilingi semacam aura berwarna biru. Kemudian, Wang Xuemin menyerang dengan cambuknya.
__ADS_1
Alhasil, sang musuh terpental dan menabrak pohon. Wang Xuemin berhasil mengalahkan musuhnya. Lalu, Wang Xuemin turun dari langit.
Sementara itu, Feng Li harus berhadapan dengan kelima pria bertubuh kekar itu.
“Siapa yang ingin maju duluan?" tanya Feng Li yang begitu tenang, seakan tidak terjadi apa-apa.
Kelima pria itu maju menyerang secara bersamaan. Namun, Feng Li tidak menganggap serius hal itu.
Feng Li mengambil pedangnya dan mulai menyerang mereka berlima. Dalam hitungan detik, Feng Li berhasil mengalahkan kelima orang tersebut.
“Main keroyokan, tapi kalah. Sungguh menyedihkan," ucap Feng Li.
Wang Xuemin berdecak kagum saat melihat kelihaian Feng Li dalam mengalahkan musuh-musuhnya.
“Hei, kita masih punya satu musuh. Enaknya kita apakan dia?" tanya Feng Li sambil menunjuk Ketua Kelompok Ular Hitam.
“Hmm... Siapa namamu?" tanya Feng Li.
Kemudian pria itu kembali berdiri dan menatap Feng Li.
“Saya adalah Gong Khu, ketua dari Kelompok Ular Hitam. Kami sedang menjalankan perintah dari pemimpin kami," ujar Gong Khu.
“Siapa nama pemimpinmu?" tanya Feng Li.
Gong Khu membuka mulutnya, namun dia tidak mengucapkan sepatah kata pun.
“Siapa nama pemimpinmu?" tanya Feng Li lagi.
__ADS_1
Gong Khu bingung harus menjawab apa.
“Maaf Tuan. Tapi, pemimpin kami menyuruh kami untuk menutupi identitasnya," ucap Gong Khu.
“Baiklah kalau begitu, kau akan menanggung sendiri akibatnya," Feng Li memegang pedangnya, bersiap untuk menyerang.
Gong Khu merinding ketakutan.
“Maafkan saya Tuan. Tapi, saya tidak bisa mengatakannya. Karena pemimpin kami mengancam kami, siapapun yang membongkar identitasnya, maka dia akan dilenyapkan," jelas Gong Khu.
Feng Li memandangi wajah Gong Khu yang sedang ketakutan.
“Baiklah kalau begitu. Pulanglah dan jangan pernah berbuat jahat lagi! Paham?" Feng Li memberi nasihat kepada Gong Khu.
“Baik Tuan. Sekali lagi, saya minta masf," Gong Khu berjalan pergi meninggalkan Feng Li, Wang Xuemin, dan Xiao Lian.
“Apa Guru bertanya, siapa orang yang menyuruh mereka?" tanya Wang Xuemin.
“Iya. Tapi, dia bilang, dia ingin tidak bisa mengatakannya," ujar Feng Li.
“Haishh... Lalu Guru menyerah begitu saja?" tanya Wang Xuemin kecewa.
“Sudahlah jangan diungkit-ungkit lagi. Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan Xiao Lian?" tanya Feng Li.
“Ya, dia hanya sedikit tergores," ucap Wang Xuemin.
“Kalau begitu, biarkan dia beristirahat di kamarnya dulu. Hari ini dia tidak latihan dulu," ucap Feng Li.
__ADS_1