
“Hoamm," Xiao Lian terbangun dari tidurnya.
“Kau sudah bangun. Bagaimana, apa sudah baikan?" tanya Wang Xuemin yang ternyata sedari tadi menunggu Xiao Lian.
“Ya, sebagian tubuhku masih terasa sakit. Tapi, ini sudah lebih baikan kok," ujar Xiao Lian.
“Hmm... Baiklah kalau begitu, istirahtlah lagi. Kalau kau mau apa-apa, bilang saja kepadaku," ucap Wang Xuemin.
“Aku sudah sembuh kok," tutur Xiao Lian.
“Hei, jangan keras kepala. Kamu masih belum pulih sepenuhnya, jadi jangan bergerak dulu!" perintah Wang Xuemin.
“Tidak apa-apa. Aku sudah sembuh," ucap Xiao Lian kemudian berdiri dari tempat tidur.
Namun tiba-tiba, Xiao Lian merasakan sakit di kakinya.
“Awhhh...." Xiao Lian kehilangan keseimbangan.
Alhasil, dia hampir tumbang. Namun, beruntungnya, Wang Xuemin berhasil menangkap Xiao Lian.
“Tuh kan, apa aku bilang. Kakimu masih belum pulih sepenuhnya. Jadi istirahatlah dulu!" pinta Wang Xuemin.
“Tidak. Aku sungguh baik-baik saja. Awhhh... awhhh..." Tampaknya, kaki Xiao Lian masih sakit.
“Sudahlah, jangan memaksakan dirimu. Duduklah dulu, aku akan mengobati luka kakimu!" suruh Wang Xuemin.
__ADS_1
“Tidak apa-apa. Kakiku hanya tergores sedikit," ujar Xiao Lian.
“Duduk!" Wang Xuemin memerintahkan Xiao Lian untuk duduk dengan lembut.
Akhirnya, Xiao Nian menuruti perintah Wang Xuemin. Dia duduk di ranjangnya. Lalu, Wang Xuemin mengecek apa yang salah dari kaki Xiao Lian.
“Wah. Sepertinya kakimu terkilir," ujar Wang Xuemin.
“Benarkah?" tanya Xiao Lian.
“Iya. Tapi tenang saja, aku bisa mengobati ini," ujar Wang Xuemin.
Seperti kemarin, Wang Xuemin mengambil Daun Giz yang telah ditumbuk dan dioleskan ke luka Xiao Lian. Wang Xuemin mengobati luka Xiao Lian dengan hati-hati.
“Awh...." Xiao Lian merintih kesakitan.
Xiao Lian mengangguk paham.
“Aawhh, panas...." Xiao Lian merasakan panas yang langsung masuk ke lukanya itu.
“Nah sudah. Bagaimana sekarang? Apa sudah baikan?" tanya Wang Xuemin.
Xiao Lian menggerakkan kakinya perlahan.
“Wah. Kakiku sudah terasa jauh lebih baik," ujar Xiao Lian sambil tersenyum senang.
__ADS_1
“Baguslah kalau begitu. Aku senang mendengarnya," ucap Wang Xuemin.
“Terima kasih ya." Xiao Lian berterima kasih kepada Wang Xuemin.
“Iya sama-sama," ucap Wang Xuemin sambil tersenyum kepada Xiao Lian.
“Kakiku sudah sembuh. Itu artinya, aku sudah bisa latihan lagi," ucap Wang Xuemin.
“Hei, kenapa kamu begitu keras kepala. Guru Feng Li sudah menyuruhmu istirahat dulu untuk sementara ini," ujar Wang Xuemin.
“Tapi, aku sudah baikan. Aku sudah bisa latihan lagi," tutur Xiao Lian.
Wang Xuemin berjalan ke arah Xiao Lian. Kemudian, dia mencengkram tangan Xiao Lian dengan begitu kuat.
“Apapun alasannya. Kamu tidak boleh latihan dulu untuk sementara ini. Tubuhmu belum pulih sepenuhnya." Wang Xuemin berkata dengan serius.
“Ba.... Baiklah. Aku akan beristirahat lagi," Xiao Lian melepas cengkraman tangan Wang Xuemin dan kemudian merebahkan diri di kasur.
Lalu, Xiao Lian menutupi dirinya dengan selimut.
“Apa aku terlaku kasar kepada Xiao Lian?" tanya Wang Xuemin dalam batin.
Kemudian, Wang Xuemin berjalan keluar kamar. Meninggalkan, Xiao Lian sendiri. Sepeninggal Wang Xuemin, Xiao Lian membuka selimutnya.
“Huhh... Kenapa dia tidak membiarkanku untuk keluar? Padahal aku sudah sembuh." Xiao Lian kesal dengan Wang Xuemin yang seolah-olah mengatur hidupnya.
__ADS_1
“Dia tidak membiarkanku untuk keluar. Aku merasa, Wang Xuemin menganggapku sebagai hewan peliharaannya." Xiao Lian mengeluarkan segala uneg-unegnya.