Legenda Putri Langit

Legenda Putri Langit
Ch. 10 : Xiao Lian Menghilang?


__ADS_3

Keesokan paginya, Wang Xuemin baru bangun tidur. Namun, tiba-tiba dia terkejut. Bagaimana tidak? Xiao Lian tidak ada di ranjangnya.


Wang Xuemin bergegas keluar kamar dan mencari Xiao Lian. Dia mencari di segala sudut rumah, namun hasilnya nihil. Mendadak, Wang Xuemin merasa seperti ada yang mengganjal di hatinya.


“Gak. Itu pasti cuma perasaanku saja." Wang Xuemin menggelengkan kepalanya berkali-kali.


“Ah... Coba aku tanya kepada Guru Feng," ujar Wang Xuemin.


Wang Xuemin kemudian segera mencari Feng Li. Setelah cukup lama mencari, akhirnya Wang Xuemin bertemu dengan Feng Li.


Ternyata Feng Li sedang meracik sebuah obat bersama Garu di gubuk.


“Apa guru tau dimana Xiao Lian?" tanya Wang Xuemin.


“Lho, bukannya tadi dia masih tidur?" tanya Feng Li.


“Tapi, sekarang dia tidak ada. Saya sudah mencarinya di segala sudur rumah. Tapi, hasilnya nihil," ujar Wang Xuemin.


“Aku juga tidak tau," ucap Feng Li.


Wang Xuemin menjadi sangat khawatir. Dia benar-benar panik dan tidak tahu harus berbuat apa.


“Hei Garu. Apa kau tidak melihat Xiao Lian?" tanya Wang Xuemin.

__ADS_1


“Aku juga tidak melihatnya," kata Garu.


Wang Xuemin mengacak-ngacak rambutnya sendiri. Dia khawatir dengan keadaan Xiao Lian yang masih belum pulih.


Wang Xuemin berlari keluar dari gubuk.


“XIAO LIAN!!!" Wang Xuemin berteriak memanggil nama Xiao Lian.


Tak peduli berapa kali Wang Xuemin berteriak. Tapi, tetap saja tidak ada jawaban. Lalu, Feng Li dan Garu keluar dari gubuk dan menghampiri Wang Xuemin.


“Bagaimana? Apa dia sudah ketemu?" tanya Feng Li.


“Belum," ucap Wang Xuemin seraya menggelengkan kepalanya.


Namun, tiba-tiba seseorang dari kejauhan berjalan menghampiri Wang Xuemin.


Ya, dia adalah Xiao Lian.


Wang Xuemin berjalan menghampiri Xiao Lian. Lalu, dia memeluk erat tubuh Xiao Lian.


“Eh kenapa Wang?" Xiao Lian terkejut, karena Wang Xuemin tiba-tiba memeluknya.


“Jangan meninggalkanku tanpa kabar seperti itu lagi. Aku benar-benar khawatir." Wang Xuemin memeluk Xiao Lian semakin erat.

__ADS_1


Xiao Lian ingin melepaskan pelukan Wang Xuemin. Tapi, dia mengurungkan niatnya karena Xiao Lian merasakan kehangatan dari pelukan Wang Xuemin.


“Ekhem. Maaf karena telah merusak momen romantis kalian. Tapi, bisa tidak kalian pelukannya saat aku tidak ada gitu." Feng Li iri dengan kemesraan Wang Xuemin dan Xiao Lian.


Setelah mendengar pernyataan Feng Li, Wang Xuemin segera melepaskan pelukannya.


“Eh enggak kok. Aku hanya refleks saja tadi," Wang Xuemin mencari alasan.


“Hilih. Ya udah lupakan saja. Oh iya, Xiao Lian, lukamu sudah pulih?" tanya Feng Li.


“Sudah guru. Bahkan, tadi aku mencobanya untuk mengejar harimau," ujar Xiao Lian.


“Apa?!" Wang Xuemin dan Feng Li terkejut setelah mendengar perkataan Xiao Lian.


“Iya. Tadi saat bangun tidur, aku melihat seekor harimau sedang lalu lalang di samping rumah. Aku bergegas mengikutinya sampai hutan. Eh, harimau itu malah lari. Dan setelah itu, aku berlari mengejar harimau itu," jelas Xiao Lian.


“Jadi, ternyata hanya itu alasannya." Wang Xuemin tampak kecewa.


“Iya iya maaf," ucap Xiao Lian sambil tersenyum tipis.


”Pfftt.... Apa kau tau, tadi Wang Xuemin menangisimu lho," ucap Feng Li.


“Apa?!" tanya Xiao Lian terkejut.

__ADS_1


“Eh tidak-tidak. Tidak ada apa-apa hehe. Ayo makan, aku akan membuatkanmu sup!" ajak Wang Xuemin seraya menarik tangan Xiao Lian dan membawanya ke meja makan.


Feng Li menatap Wang Xuemin sambil tertawa lirih.


__ADS_2