
“Kamu duduk di sini dulu ya! Aku mau masak supnya dulu," ujar Wang Xuemin.
Xiao Lian menuruti permintaan Wang Xuemin, meski sebenarnya dia bingung. Kenapa tiba-tiba Wang Xuemin bersikap baik padanya.
Wang Xuemin sedang sibuk membuat makanan di dapur. Tampaknya dia kesulitan untuk memahami istilah-istilah bahan makanan.
“Ini dimasukkin kesini, lalu diaduk. Oh aku sudah paham," ucap Wang Xuemin sembari memegang resep masakan yang telah dibuatkan oleh ibunya dulu.
Tapi, saat Wang Xuemin menyalakan api. Tiba-tiba masakan Wang Xuemin meledak. Alhasil, wajah Wang Xuemin hitam legam karenanya.
Tentu saja, Xiao Lian tidak bisa menahan tawanya. Dia tertawa sampai terguling-guling karena melihat wajah Wang Xuemin.
“Hei berhentilah menertawakanku!" perintah Wang Xuemin.
“Tapi, wajahmu begitu lucu hahaha." Xiao Lian tidak bisa menghentikan tawanya.
“Haishh... Bagaimana masakanku bisa meledak? Bukannya aku sudah mengikuti resep dengan benar?" tanya Wang Xuemin pada dirinya sendiri.
“Udah udah. Kau duduk aja di sini, biar aku yang masak," ucap Xiao Lian.
“Eh beneran?" tanya Wang Xuemin ragu.
“Iya, tenang saja. Aku akan membuat makanan yang enak untuk kita," ujar Xiao Lian.
“Terima kasih ya, Lian." Wang Xuemin berterima kasih kepada Xiao Lian sambil tersenyum.
Wang Xuemin duduk di meja makan. Sementara Xiao Lian memasak di dapur. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Xiao Lian telah selesai membuat makananannya.
__ADS_1
“Ini makanlah," ucap Xiao Lian seraya menyodorkan semangkuk makanan.
“Wah aromanya sangat harum. Sekali lagi, terima kasih ya," ujar Wang Xuemin.
Xiao Lian menganggukan kepalanya. Mereka berdua makan bersama.
“Wah... Makanan ini benar-benar enak," ucap Wang Xuemin.
“Benarkah? Terima kasih," ujar Xiao Lian.
Wang Xuemin dan Xiao Lian makan sembari bercanda bersama. Saat mereka sedang makan, tiba-tiba seseorang datang dan menghampiri Wang Xuemin dan Xiao Lian.
“Kalian berdua makan gak bilang-bilang." Tanpa permisi, Feng Li langsung gabung makan bersama Xiao Lian dan Wang Xuemin.
“Wah makasih Lian. Kau memang muridku yang terbaik," puji Feng Li.
“Lalu, aku murid yang seperti apa?" tanya Wang Xuemin kepasa Feng Li.
“Ummm.... Sejak kapan kau menjadi muridku?" Feng Li sengaja ingin membuat Wang Xuemin emosi.
“Jahatnya," ucap Wang Xuemin.
“Gak gak, aku cuma bercanda. Kamu itu murid yang sangat potensial. Kau bisa menguasai teknik serangan dan pertahanan dengan sangat baik. Tapi..." puji Feng Li, namun masih belum menyelesaikan kalimatnya.
“Tapi apa guru?" tanya Wang Xuemin penasaran.
__ADS_1
“Tapi sayangnya, kamu ini ceroboh." Feng Li menyelesaikan kalimatnya.
“Hei, siapa bilang aku ceroboh!" bantah Wang Xuemin.
“Udah udah. Nanti makanannya keburu dingin," ujar Xiao Lian, menghentikan pertikaian Wang Xuemin dan Feng Li.
Mereka kembali melanjutkan makannya. Setelah selesai makan.
“Xiao Lian. Kamu sudah sembuh 'kan?" tanya Feng Li.
“Iya. Aku sudah sembuh," ucap Xiao Lian seraya tersenyum tipis.
“Aku senang mendengarnya. Kalau begitu, kamu bisa latihan 'kan?" tanya Feng Li lagi.
“Tentu saja guru," ucap Xiao Lian.
“Kalau begitu, setelah ini kita akan latihan," ujar Feng Li.
“Baiklah guru," ucap Xiao Lian seraya menganggukkan kepala.
Xiao Lian dan Feng Li berjalan keluar rumah. Mereka pergi ke samping rumah yang adalah tempat latihan.
💮💮💮💮💮
Jangan lupa like, comment, vote, rate 5, dan share ya.
__ADS_1