
Xiao Lian masih menyantap makanan yang telah dibuat oleh Wang Xuemin.
“Kau lanjutkan makannya dulu ya. Aku mau berburu di hutan dulu," ujar Wang Xuemin.
“Aku ikut," ucap Xiao Lian.
“Tapi, makananmu belum habis," kata Wang Xuemin.
“Aku lanjutin nanti aja, sepulang dari berburu," jelas Xiao Lian.
“Hmmm... Baiklah kalau begitu," Wang mengangguk, menyetujui permintaan Xiao Lian.
Mereka berdua pergi berburu bersama. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya mereka berhasil menangkap sebuah hewan yang aneh.
Hewan itu memiliki tiga mata yang tersusun membentuk pola segitiga. Dia juga memiliki hidung yang panjang menyerupai belalai.
“Aku baru pertama kali melihat hewan unik seperti ini," Xiao Lian memperhatikan hewan itu dengan serius.
“Hei, menjauh dari sana! Bisa saja itu adalah hewan jadi-jadian," perintah Wang Xuemin.
“Tapi lihatlah ini! Bukankah dia begitu imut?" Xiao Lian memeluk hewan langka tersebut.
“Taruh itu di tempat semulanya lagi!" suruh Wang Xuemin.
“Turunkan aku!" pinta seseorang.
“Heh apa kau mendengar suara itu?" tanya Wang Xuemin.
“Iya. Siapa yang berbicara?" Xiao Lian mencari-cari sumber suara itu.
“Aku bilang, turunkan aku!" hewan unik itu melepaskan diri dari pelukan Xiao Lian.
“Kyaa... Hewannya bisa bicara!" Xiao Lian terkejut.
“Stt... Tak perlu berteriak. Aku tidak akan memakanmu," ucap hewan langka itu.
“Tapi bagaimana bisa?" tanya Wang Xuemin.
“Aku adalah seekor Ruhwa, namaku Garu," jelas Garu.
“Apa itu Ruhwa?" tanya Wang Xuemin.
“Ruhwa adalah spesies hewan yang diciptakan oleh Dewa Langit, khusus hanya untuk Pendekar Api," ujar Garu.
Wang Xuemin mengangguk paham.
“Tunggu dulu, apakah Pendekar Api adalah salah satu dari lima pendekar suci utusan Dewa?" tanya Xiao Lian.
“Kau benar. Tapi, bagaimana bisa kau tahu mengenai hal ini?" tanya Garu.
“Bisa kau tunjukkan di mana dia berada sekarang?" tanya Xiao Lian.
“Tapi...
“Aku mohon!" pinta Xiao Lian.
Akhirnya Garu menyetujui permintaan Xiao Lian. Mereka bertiga pergi ke rumah Pendekar Api. Setibanya di sana, Garu memanggil sang Pendekar.
“Tuan, ada yang mencari Anda," ucap Garu sembari mengetuk pintu.
Tak peduli berapa kali Garu memanggil, tetap saja tidak ada jawaban dari dalam rumah.
__ADS_1
“Mungkin Pendekar Api masih berlatih di Gua Ranran," ucap Garu.
“Kapan dia akan kembali?" tanya Xiao Lian.
“Jika Pendekar Api sudah mulai berlatih di Gua Ranran. Maka, dia akan kembali 1000 tahun lagi," jelas Garu.
Xiao Lian menghela napas. Dia kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Pendekar Api. Xiao Lian memutuskan untuk kembali ke rumah.
Tapi, saat hendak pulang, tiba-tiba sebuah anak panah melesat cepat ke arah Xiao Lian. Beruntung, Xiao Lian bisa menghindar.
Kemudian, seseorang berbaju hitam layaknya ninja, turun dari pohon.
“Siapa itu?!" tanya Xiao Lian was-was.
Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ninja misterius itu langsung berlari secepat kilat ke arah Xiao Lian.
Xiao Lian berhasil menghindar dari serangan bertubi-tubi dari ninja itu. Kemudian, dia berhenti sejenak dan melakukan sebuah gerakan. Wang Xuemin dan Xiao Lian memandanginya dengan heran.
“Jurus Naga Api," Ninja itu terbang dan mengeluarkan sebuah pancaran api.
“Awaas!" Wang Xuemin melompat dan melindungi Xiao Lian dari pancaran api itu.
Alhasil, Wang Xuemin terkena pancaran api dan kemudian tergeletak.
“Wang!" Xiao Lian menghampiri Wang Xuemin.
Wang Xuemin membuka mulutnya tetapi tidak mengucapkan satu kata pun.
Amarah Xiao Lian telah memuncak. Dia mengambil sebilah pedang dan mulai maju menyerang. Xiao Lian menyerang ke segala arah.
Namun, ninja misterius itu berhasil menghindar dari serangan Xiao Lian.
“Huft... Huft...." Xiao Lian kelelahan.
Xiao Lian bingung harus berbuat apa. Kemudian, dia teringat perkataan Mu. Shilin tentang kekuatan berbicara dengan Dewa Langit.
Xiao Lian menutup mata sejenak.
“Dewa Langit, apakah engkau mendengarku?" tanya Xiao Lian.
“Iya Xiao Lian. Aku bisa mendengarmu. Kenapa kau memanggilku?" tanya Dewa Langit.
“Tuan, hamba ingin mengalahkan ninja misterius itu. Tapi, hamba tidak tahu apa yang harus hamba lakukan," ucap Xiao Lian.
“Hmmm... Baiklah. Akan aku berikan kekuatan petir kepadamu. Pakailah hanya untuk kebaikan," jelas Dewa Langit.
“Baik. Terima kasih Tuan," ujar Xiao Lian.
Kemudian, sebuah cahaya putih mulai muncul dan membesar. Xiao Lian membuka matanya kembali. Lalu, Xiao Lian berdiri dan mengangkat pedangnya ke arah langit.
“Atas izin Dewa Langit. Kekuatan Pedang Petir," ucap Xiao Lian.
Tak lama setelah itu, petir menyambar berkali-kali. Kemudian, petir itu masuk ke dalam pedang Xiao Lian.
“Rasakan ini!" Xiao Lian mengarahkan pedangnya ke arah ninja misterius itu.
Sebuah petir memancar dari pedang Xiao Lian, menembus tubuh ninja itu. Garu berdecak kagum saat melihat kekuatan Xiao Lian.
Pada akhirnya, Xiao Lian yang menang. Ninja misterius itu tergeletak tak berdaya di tanah. Xiao Lian dan Garu bergegas menghampiri ninja itu.
Saat Xiao Lian membuka topengnya, Garu terkejut.
__ADS_1
“Pendekar Api?" tanya Garu terkejut.
“Apa?" tanya Xiao Lian tak percaya.
“Ternyata kau adalah Xiao Lian. Maaf telah menyerangmu," ucap Ninja itu yang ternyata adalah Pendekar Api.
Xiao Lian membantu Pendekar Api untuk berdiri.
“Aku... Aku benar-benar minta maaf," Xiao Lian merasa bersalah.
“Jangan salahkan dirimu sendiri. Oh iya, perkenalkan namaku Feng Li," ucap Feng Li, Pendekar Api.
“Ba... Baik Pendekar Feng," ujar Xiao Lian.
“Kau kesini ingin mempelajari elemen api bukan?" tanya Pendekar Feng.
Xiao Lian mengangguk, mengiyakan pertanyaan Feng Li.
“Baiklah, sebelum itu. Aku ingin menyembuhkan luka kekasihmu itu," ujar Feng Li.
“Kekasih? Kekasih apa?" tanya Xiao Lian tak mengerti
“Bukankah pemuda itu kekasihmu?" tanya Feng Li seraya menunjuk Wang Xuemin yang masih terkapar.
“Dia bukan kekasihku," jelas Xiao Lian.
“Ah masa?" tanya Feng Li yang sengaja ingin membuat Xiao Lian marah.
“Bukan, dia bukan kekasihku," ucap Xiao Lian.
“Baiklah. Ya sudah, aku ingin menyembuhkan lukanya dulu. Kau tunggu di sini sebentar bersama Garu!" perintah Feng Li.
“Baiklah," Xiao Lian mengangguk paham.
Feng Li membawa Wang Xuemin masuk ke dalam ruangan.
“Tamatlah riwayatnya," ujar Garu lirih.
Xiao Lian berjongkok, menyamakan tingginya dengan Garu.
“Siapa yang kau maksud?" tanya Xiao Lian.
“Tunggu saja sebentar lagi!" suruh Garu.
Tak lama setelah Garu mengatakan hal itu, tiba-tiba terdengar suara teriakan.
“ADUHH SAKITT!" seseorang menjerit dari dalam ruangan.
“Eh itu seperti suara Wang Xuaemin," kata Xiao Lian.
“Sudah kubilang. Tamat riwayatnya," ucap Garu.
Kemudian, Wang Xuemin dan Feng Li keluar dari dalam ruangan. Wajah Wang Xuemin gosong dan rambutnya acak-acakan.
“Wang, apa yang terjadi padamu?" tanya Xiao Lian.
“Aku menyembuhkan luka dalamnya menggunakan kekuatan api," jelas Feng Li.
“Bagaimana bisa itu terjadi?" tanya Xiao Lian.
“Tentu saja bisa. Itu jurus rahasia," ucap Feng Li.
__ADS_1
Xiao Lian mengangguk paham.
“Pffftt...." Xiao Lian menahan tawa setelah melihat wajah Wang yang sangat lucu.