
jendral Liu fang menemui raja gongyang.
"selamat malam bangida raja..."sambil menunduk memberi hormat.
"hm yahh... apa kamu tau kenapa pangeran Goryeo pulang cepat..? dan ku rasa kamu belum sampai ke kerajaan Yeonguok kemaren, dan saat ini pun kalau kamu melanjutkan perjalanan mu itu masih sangat jauh."
"itu benar Baginda raja, hamba bertemu pangeran Goryeo di perjalanan, dan soal kepulangan pangeran Goryeo terlalu cepat hamba tidak mengetahuinya Baginda raja."
"baiklah, dan istirahatlah.."
"hm tunggu sebentar, apa kamu sudah tau asal kekuatan anakku itu..? apakah kau sudah menyelidikinya..?"
"sudah Baginda raja, sebaiknya kita bicara diruangan tertutup dulu Baginda,"
"hm baiklah.."
jendral Liu fang langsung mengikuti raja gongyang tersebut ke ruang tengah di dalam istana tersebut.
"baiklah apa yang kamu ketahui..?"
__ADS_1
jendral Liu fang langsung bercerita.
"nampaknya pangeran Goryeo pergi ke hutan terlarang Baginda raja dan berhasil kembali, saya hanya berani menguntitinya sampai perbatasan hutan itu Baginda raja."
"hah memasuki hutan terlarang..?kenap..."
jendral Liu fang segera memotong pembicaraan raja gongyang.
"maaf Baginda raja, tolong dengarkan dulu penjelasan hamba Baginda raja."
melihat raja gongyang tidak jadi emosi, jendral Liu fang melanjutkan ceritanya tersebut.
"awalnya saya berniat ingin menyusul pangeran Goryeo, tapi pangeran Goryeo sudah duluan keluar dan tidak terjadi apa-apa pada pangeran Goryeo saat keluar hutan tersebut."
"saat pangeran Goryeo mulai memasuki hutan tersebut saya ingin berusaha mencegah tapi keburu menghilang dan tak berapa lama kembali lagi, saat itu saya hanya bisa bersembunyi di balik batu besar yang ada di dekat sana."
"saat di perjalanan tadi saya berusaha menanyakan tentang hal itu Baginda raja."
"trus.."
__ADS_1
raja gongyang antusias mendengar cerita jendralnya itu dan kekhawatirannya tadi mulai sedikit menghilang.
melihat raja gongyang antusias mendengarkan perjalanannya Minggu kemarin, jendral Liu fang mulai tanpa rasa takut lagi untuk menyampaikan informasi yang dia cari dan yang dia ketahui kepada raja gongyang tersebut, dan itu memang tugasnya untuk menyampaikan informasi tersebut.
"pangeran Goryeo kaget karena saya mengetahui rahasianya itu, awalnya pangeran Goryeo marah kepada ku karena membuntutinya selama ini, saya berusaha menenangkan dirinya dan mengatakan nanti terdengar oleh masyarakat yang sedang tiarap sambil memberi hormat kepada rombongan kami yang baru sampai di kota sukay itu Baginda raja, kota yang tidak jauh dari gerbang istana Baginda, setelah itu pangeran tidak marah dan mulai memakluminya."
"ceritakan intinya saja, kamu tidak lihat hari sudah larut malam..? raja gongyang tidak sabar lagi mendengar inti dari pembicaraan jendralnya itu.
sedikit tersenyum, jendral Liu fang langsung memberitahu intinya.
"intinya pangeran Goryeo mengatakan jangan sampai sekali-sekali berani mengusik hutan larangan tersebut karena kita tidak tau sebenarnya seberapa besar kekuatan yang ada di dalam hutan itu."
"pangeran Goryeo mengatakan dia tidak segaja berjumpa dengan salah satu makhluk di hutan larangan tersebut saat pangeran berburu rusa di hutan dan tanpa sadar memasuki lereng bukit di dekat hutan larangan itu Baginda."
"jadi intinya kita tidak mendapatkan apa-apa..?"
"hm..tidak Baginda, kita bisa menggunakan pangeran untuk mengorek informasi dari makluk yang dapat berkomunikasi dengan pangeran Goryeo Baginda..?
"kau tidak sadar dengan apa yang baru saja kau ucapkan jendral Liu fang...?? pangeran Goryeo adalah penerus kerajaan ini, apa kau tidak ingat itu..?, kau baru saja mengatakan ingin mempertaruhkan nyawa anakku jendral Liu fang."mulai sedikit emosi mendengar saran jendralnya itu.
__ADS_1
"maafkan hamba Baginda, jangan marah dulu, tapi menurut hamba tidak ada jalan lain, lagian pangeran Goryeo nampaknya baik-baik saja saat berkomunikasi dengan makhluk itu Baginda.."jendral mulai tidak bisa berfikir jernih dan berusaha mencari kata-kata yang tidak menyinggung raja gongyang tersebut.
"tidak, saya tidak akan melakukan saranmu itu jendral."