
setelah kepergian raja yeunguok, putri Yeon huna mulai kepikiran dengan sikapnya terhadap pangeran goryeo seminggu ini.
apa lagi saat terakhir pembicaraannya dengan pangeran goryeo kemaren yang tentu saja menyakiti perasaan pangeran tersebut.
tidak ingin berlarut-larut dengan perasaannya saat ini, Yeon huna mulai memutuskan untuk berlatih lagi hingga tak terasa hari sudah mulai gelap dan itu yeon huna belum juga merasa ingin untuk mengakhiri latihannya tersebut.
saat itu juga sebagian para dayangnya mulai sibuk untuk menyiapkan tempat mandi tuan putrinya tersebut, karena biasanya putri Yeon huna akan merelaksasikan dirinya setelah berlatih cukup lama.
sementara itu ketua dayang yang bernama Shu min lagi sibuk membujuk tuan putrinya itu untuk segera menyudahi latihannya.
Ketua Shu min adalah seorang laki-laki yang sedikit lebih tua dari putri Yeon huna, seumuran dengan pangeran goryeo tapi tidak seganteng pangeran goryeo, wajah ketua Shu min biasa saja.orang orang memanggilnya ketua, karena sudah lama mengabdi di anggota keluarga raja yeunguok, itu makanya dia di percayakan untuk mengurus segala keperluan putri Yeon huna dengan beberapa dayang perempuan lainnya, dan tentu saja karena sifatnya yang sopan, baik, dan bisa di andalkan dengan sedikit kemampuannya.
"tuan putri, bukannya hari sudah mulai gelap, dan waktunya untuk menyudahi latihan tuan putri..!!"
putri Yeon huna hanya menoleh sebentar.
"semua yang tuan putri butuhkan untuk mandi sudah di siapkan.."
"shuuttt.... shuuttt...... shuuttt..."lesatan pedang Yeon huna.
__ADS_1
"tuan putri ayolah.."
"truuunng.."putri Yeon huna sengaja menghancurkan batu yang berada di dekat ketua Shu min itu.
ketua Shu min mulai menjauh.
ketua Shu min tidak berani sedikit pun mendekat,apa lagi saat putri Yeon huna mulai sengaja tidak mendengarkan ucapannya, berarti bujukannya tidak akan di dengar dan nampaknya telah memutuskan kapan akan menyudahi latihannya.
melihat sikap tuan putri Yeon huna seperti itu, ketua Shu min lebih memilih duduk tidak jauh dari pandangannya sambil memperhatikan putri Yeon huna memainkan pedangnya dan selalu mengagumi tuan Putri Yeon huna bila berlatih.
tak berapa lama, sambil mematungkan kedua tangannya ke dagu dengan mata yang tertuju pada Yeon huna, ketua Shu min tanpa sadar bergumam sendiri, karena sudah lama menunggu.
"siapa yang tidak menyukai tuan putri jika tuan putri secantik itu, bentuk tubuhnya yang ideal banget dengan dadanya yang sangat besar itu, hm.. tak heran orang-orang yang melihat tuan putri terpesona dengan keindahan dirinya, hm kok bisa ya ada orang secantik tuan putri..?? seperti bidadari aja.."sedikit melamun
"buuuurrrt..."putri Yeon huna hampir tersedak mendengarnya, karena dia sedang meminum sebotol air mineral yang terletak di bangku sebelah ketua Shu min itu duduk.
"apa..?" melirik ke ketua dayang Shu min.
"ehh tuan putri..?"kaget dengan keberadaan Yeon huna yang tanpa dia sadari itu.
__ADS_1
"maaf saya tuan putri.."sambil menunduk memberikan hormat nya.
"hihihi.."sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan.
"apakah saya secantik itu..??
dan kau tidak menjadikan ku sebagai objek untuk berfantasi di malam harikan..?? sambil melirik gerak-gerik ketua dayangnya itu.
"tidak tuan putri, mana berani saya.."menunduk merasa malu dengan ucapan putri Yeon huna tersebut, dan itu sedikit ketahuan dengan tingkahnya itu.
"dasar otak mesum.."sambil meninggalkan tempat tersebut, dan menuju ke jalan yang panjang berada di hadapan nya itu.
jalan itu berdiri tiang-tiang besar yang terukir sangat unik untuk penyangga atap yang berada di atas tersebut.
karena putri Yeon huna gadis yang tidak gampang tersinggung dan sedikit humoris, dan juga tidak terlalu menghakimi, itu makanya dia tidak memperpanjang masalah tersebut yang menurutnya itu hal sepele, dan itu jelas berbeda dengan pandangan perempuan lain.
**hai yang sudah membaca chapter ini, pencet gambar jempol di bawah yah, dan jangan lupa beri komentar mu, dan pencet juga tulisan "vote" di atasβοΈβοΈ sana dekat pertama kali kamu mulai membaca novel ini.
kalau gak ketemu pencet tulisan" tip"atau pencet di sebelah gambar jempol di bawah ππ...
__ADS_1
coba pencet semuanya sampai bisa...
key...ππ**