
Tak berapa lama bertempur, Pendekar Samurai si Soo Li beserta yang lainnya melihat kedatangan pasukan kerajaan yang nampak sedikit berbeda dari pasukan sebelumnya datang, menyadari pasukan yang lebih kuat datang membantu lawannya, Soo Li dan kelompoknya mulai merasa khawatir dan kesal, dia sudah mengira akan memenangkan pertarungan ini dengan keunggulan kelompoknya karena memiliki banyak Pendekar, sebagian Pendekar tersebut berasal dari kelompok aliran merah lainnya yaitu kelompok Kapak yang menurutnya sangat membantu untuk mendesak pasukan kerajaan tapi itu mulai tidak bekerja lagi saat melihat kedatangan pasukan khusus Pangeran.
Tak berapa lama saling mengadu kekuatan dan mendapatkan peluang, Pendekar Lu Kay yang berada di dekat ketua Guntur Bumi tersebut berusaha untuk berbicara.
"Ketua bagaimana ini..? Apa yang harus kita lakukan..? Sambil menangkis serangan Pendekar kerajaan.
Mendengar pertanyaan pendekarnya, Soo Li mulai sedikit bingung untuk menjawab pertanyaan dari pendekarnya tersebut, karena merasa usahanya mulai sia-sia walaupun sudah di bantu oleh kelompok Kapak,Soo Li mulai memutar otaknya.
"Kita sudah terlalu jauh untuk mundur, kita lawan mereka..!"sambil menangkis serangan Jendral Liu Fang.
__ADS_1
"tapi ketua..? Lu Kay merasa keputusan yang diambil oleh pendekar samurai tersebut adalah keputusan yang salah.
Tak lama terdengarlah suara nyaring terompet dari pasukan yang barusan mereka bicarakan itu dan di barengi dengan mundurnya pasukan kerajaan serta rombongan Jendral Liu Fang, pasukan khusus pangeran Goryeo mendominasi di depan, Pangeran Goryeo mulai membuka suaranya.
"Sesuai dengan aturan kerajaan ********siapa yang berani menantang kerajaan dia akan di hukum mati, buronan kerajaan yang berpuluh tahun lalu di temukan,dia akan tetap di hukum sesuai dengan kejahatan yang dilakukan, itu masih berlaku sampai saat sekarang, kalian mengerti..??"
Dengan berkata seperti itu pangeran Goryeo berharap untuk dapat mengendalikan semua lawannya hari ini supaya tidak ada lagi yang bisa merencanakan hal-hal lain seperti ini lagi,dan itu akan terjadi bila ada di antara mereka yang dapat kabur pada pertarungan hari ini dan membuat sesuatu seperti ini lagi.
Melihat ketuanya bersiap untuk bertarung, tidak ada satu pun anak buahnya yang berani untuk mundur dan melarikan diri, apalagi kelompok Kapak aliran merah yang dibayarnya, kelompok Kapak tersebut mulai sadar dengan tawaran yang tinggi dan menggiurkan oleh ketua Guntur Bumi tersebut pasti sebanding dengan apa yang harus dia lakukan seperti saat sekarang yang benar-benar membahayakan nyawanya sendiri, dan bila saat ini kelompoknya mundur itu akan percuma karena pasti dia tidak akan dapat sebagian yang telah di janjikan ketua kelompok Guntur Bumi tersebut, karena dia baru menerima sebagian dari yang telah di janjikan itu, dan itu belum sepadan dengan yang telah dia lakukan saat ini menurutnya.
__ADS_1
Semuanya mulai bersiap untuk bertarung lagi dan tanpa di sadari kelompok lawannya, pangeran Goryeo mengeluarkan belatinya dan langsung memutar-mutarkan ke arah lawannya yang menimbulkan gelombang api yang besar memanjang mengurung sebagian kelompok yang berada di depannya, pangeran Goryeo merasa sedikit kewalahan menggerakkan belatinya itu dan berusaha untuk melepaskan api yang berada di ujung belatinya itu yang terus menambah gelombang api yang sudah ada di depannya itu tiba-tiba saja saat api tersebut mulai membesar lagi dan terlepas dari ujung belatinya terlempar jauh ke depan api tersebut meledak seperti bom dan menghancurkan tubuh kelompok Guntur Bumi tersebut, sebagian kelompok yang tidak ikut terlingkar juga terkena ledakan api tersebut hanya sebagian kecil yang dapat selamat dari ledakan tersebut, yaitu beberapa Pendekar dari kelompok Kapak dan anak buahnya Guntur Bumi yang jauh berada di belakang kelompok tersebut yang sempat menghindar tadinya.
Ketua kelompok Guntur Bumi tersebut juga ikut hancur hingga tak terkenali lagi wajahnya, melihat hal itu sebagian Pendekar dari kelompok Kapak Tersebut dan anak buahnya Guntur Bumi tersebut tidak ada niat untuk bertahan di sana dan mulai melarikan diri.
Sejak dari tadi pangeran Goryeo kaget dengan kekuatan besar yang ada di dalam belatinya itu, karena baru menyadari kekuatan yang berada di dalam belati Tersebut dan mengingat akan ucapan makhluk yang berada di hutan larangan tersebut yaitu Garodo yang susah payah dia untuk dapat berkomunikasi dengan makhluk tersebut yang dulunya juga hampir terbunuh oleh makhluk tersebut sebelum merenggut hal berharga dari makhluk tersebut dan mempertahankan nyawanya dari tangan makhluk tersebut.
Dan sekarang melihat sisa lawannya melarikan diri Pangeran Goryeo berteriak memerintahkan sebagian pasukannya untuk berusaha mengejar sebagian yang selamat tersebut dan menangkap mereka untuk di jadikan tahanan dulu, karena pasukannya tidak bergerak sedikit pun karena begitu kagetnya dengan kejadian yang barusan mereka lihat tersebut.
Setelah sebagian pasukannya lari untuk menjalankan perintahnya, pangeran Goryeo memerintahkan sebagiannya lagi untuk memastikan semua yang melarikan diri itu ketangkap tidak ada yang tertinggal satu pun, kalau pun mereka dapat juga selamat dari kejaran kalian, pastikan saja mereka benar-benar keluar dari wilayah perbatasan ini.
__ADS_1
_ _ _
hai para pembaca sempatkan untuk nge vote dan nge like untuk menyemangatiku untuk menulis melanjutkan setiap chapternya, dan terima kasih untuk yang telah memberi vote, ku harap berilah vote kalian untuk memudahkanku untuk merilis setiap chapternya....ok🙏