Legenda Ratu Naga

Legenda Ratu Naga
Ch . 16 - Belati 2


__ADS_3

Dari kejauhan sudah nampak sebuah pertengkaran yang tidak seimbang, Jendral Liu Fang mempercepat rombongannya, dan tidak salah lagi, pangeran Goryeo dan delapan Pendekar bertingkat dari kelompok Guntur Bumi yang sedang bertarung dan pangeran Goryeo terpukul mundur.


Setelah mendekat Jendral Liu Fang mulai sedikit kesal dan menggelengkan kepalanya.


Jendral Liu Fang melompat dari atas kudanya dan mendekati pangeran Goryeo yang sedikit kelelahan.


"Ini yang ku takutkan pangeran..!"sambil memeriksa keadaan anak Raja Gongyang tersebut.


"Aku hanya belum mau mengeluarkan kekuatan ku sebenarnya..!!"sambil menepis tangan Jendral Liu Fang, dan menuju kebelakang tandunya tadi untuk memulihkan tenaganya.


Jendral Liu Fang mulai mengalihkan perhatiannya kelompok Guntur Bumi tersebut, terutama menatap Quo Cang ketua Guntur Bumi tersebut.


"Cih beraninya main keroyokkan..? kemampuan seperti itu ingin membuat keonaran di sebuah kawasan kerajaan...?Kalian semua mencari mati..?" Jendral Liu fang mengeluarkan amarahnya yang dari tadi sudah memuncak.


Quo Cang si petinggi Guntur Bumi itu melompat ke depan dengan kekuatannya,mau tidak mau dia harus berhadapan dengan Pendekar yang berada di depannya sekarang.


Quo Cang tersebut tidak menduga bantuan yang di maksud pangeran Goryeo Tersebut adalah Pendekar terkuat nomor dua di kerajaan Gongyang.


sekarang di kedua kelompok tersebut sedang berhadapan, terlihat sedikit dari rombongan Jendral Liu Fang,tapi itu tidak masalah bagi Jendral Tersebut, sebelum mengetahui bala bantuan dari kelompok Guntur Bumi tersebut.


Kelompok Guntur Bumi tersebut memang berencana membuat posko permanen di perbatasan tersebut untuk membangun kelompok kecil bawahan kelompok Guntur Bumi tersebut.


Tapi hanya sebagian dari kelompok tersebut yang bisa ikut di sebabkan sebagian dari kelompok tersebut tinggal di pulau Riji untuk menyelesaikan suatu masalah kecil di dalam kelompok tersebut, dan setelah itu pasti akan menyusul ke perbatasan untuk memberi bantuan, yang awalnya di kira bantuan untuk mengangkut para Pendekar Krucil dan pemuda-pemuda yang mengadu nasib ke Kota yang di rekrut oleh rekannya untuk di latih di pulau Riji.

__ADS_1


Setelah mengetahui bantuan yang di maksud oleh pangeran tersebut adalah Pendekar Liu Fang si pembuat sihir tersebut, Quo Cang sedikit khawatir karena rekan dan separoh kelompoknya belum juga datang.


Quo Cang mulai mempersiapkan kekuatannya memasang kuda-kuda sambil memegang tongkat yang di ujungnya bulat sebesar kepala manusia.


"Ha ha ha ha ha.. emosimu memang tak terkendalikan, kau sadar dengan emosimu yang meledak-ledak membuat lawanmu gampang mengendalikanmu..?"Quo Cang menatap dengan sinis lawan bicaranya.


"Ha ha ha ha..itu tidak pengaruh dengan ku..!!"Membalas ucapan Quo Cang dengan congkaknya.


Sambil memainkan tangannya, Jendral Liu Fang membuat tiga pisau dari ilmu sihirnya dan bersiap untuk menyerang.


melihat ketuanya masing-masing bersiap untuk bertarung, anak buahnya kelompok Guntur Bumi dan juga Prajurit beserta Pendekar kerajaan juga bersiap untuk bertarung.


orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bertarung, sudah dari tadi menyingkir dari lingkungan tersebut, dan para warga semenjak kedatangan kelompok Guntur Bumi mulai berdiam diri di dalam gubuknya masing-masing.


Menyadari hal itu anak buahnya yang berada di belakangnya memisahkan diri lebih jauh untuk bertarung juga dengan prajurit kerajaan.


Hingga terjadilah pertarungan.


Di suatu tempat tidak jauh dari pertarungan tersebut, Pendekar yang sempat di rekrut oleh kelompok Guntur Bumi tersebut menyaksikan sekilas perdebatan antara dua Pendekar tersebut, mereka terkejut dengan percakapan antara dua pendekar tersebut.


"Hei aku kira kita salah masuk kelompok.."seseorang bersuara.


"Entahlah.., tapi Pendekar Quo Cang menawarkan kepada kita gaji yang cukup besar, dan melatih kita untuk beladiri nantinya, apa semua itu bohong...? salah seorang lainnya menjawab.

__ADS_1


"Hei apa kita tidak menyadari ini semua..? Pendekar Quo Cang dan yang lainnya seperti kelompok aliran merah, kau tidak menyadarinya...??"Orang sebelahnya lagi ikut bicara.


"Aku baru menyadarinya sekarang, jadi apa yang harus kita lakukan...?


"kita keluar dari sini dan menyelamatkan diri, jadi apa lagi...? orang yang pertama tadi berucap.


"Hei tunggu dulu..!!"orang lainnya berucap.


"apa lagi..?"


"Kau tidak melihat..? Itu rombongan Kerajaan Gongyang, bila kita membantu saat ini, bisa jadi kita mendapat peluang untuk menjadi seorang prajurit."


"Lupakan aku tidak mau nyawaku melayang.."orang yang pertama tadi berucap.


"Hei kau ke sini untuk mengadu nasibkan..? dan kau jelas mengetahui resikonya, kapan lagi ada kesempatan seperti ini..?"


Semua yang mendengar pembicaraannya membenarkan ucapannya itu.


"Iya itu benar.."yang lain menjawab.


"Iya kapan lagi yahh..? siapa yang mau ikut bertarung...?"


Hanya beberapa yang memilih tidak ikut, dan sebagian yang lainnya ingin ikut bertarung, mereka mulai keluar dari tempat tersebut.

__ADS_1


"Hei mau ke mana kalian...??"dua penjaga tempat tersebut mencegat.


__ADS_2