Legenda Ratu Naga

Legenda Ratu Naga
ch . 12 - makhluk aneh


__ADS_3

di hutan larangan si makhluk itu sedang berjalan sambil mengeluarkan energi murni yang ada di telapak tangannya, lalu dia berikan ke makhluk berkaki dua dan memiliki tangan seperti sirip ikan yang sedikit lebar itu, makhluk itu sedang asik berebutan menghisap energi murni tersebut yang berbentuk pasir,tapi ringan seperti debu beterbangan bila dilemparkan.


makhluk tersebut lebih besar darinya,dua kali lebih besar dari badannya saat ini, makhluk yang berada di dekatnya itu sekarang berjumlah ratusan ekor, makhluk itu di kenal dengan nama makhluk gobin, makhluk gobin tersebut dengan sigapnya menghisap serbuk yang sedang berterbangan di depan matanya itu.


saking banyaknya si pemberi energi murni itu sampai lompat-lompat ke dahan pohon yang berada di dekatnya itu sambil mengeluarkan lebih banyak energi murni yang ada pada dirinya itu.


makhluk tersebut hidup seolah berenang seperti ikan di udara melayang dengan goibnya dan mulai mengelilingi makhluk seperti manusia selayaknya.


si makhluk yang mengeluarkan energi murni itu selalu memakai pakaian serba hitam dan melapisinya dengan kulit binatang yang nampak seperti di buatnya, kepalanya tumbuh tanduk besar satu yang menjulang sedikit keatas dan melengkung sedikit ke belakang, dia di kenal dengan sebutan makhluk garodo di hutan terlarang tersebut.


di siang hari, setelah memberikan energi murni kepada hewan peliharaannya, garodo pergi ke lereng bukit untuk beristirahat,


tak lama menjelang sore, garodo di kagetkan dengan manusia yang sengaja masuk ke hutan tempatnya istirahat itu.


tanpa di ketahuinya rupanya manusia tersebut sudah dari tadi memperhatikannya yang sedang asik duduk di sebuah pohon dan mencoba melesatkan anak panah ke arahnya, mengetahui manusia tersebut berniat membunuhnya, garodo langsung menghindar dan terlintas di pikirannya untuk memancingnya masuk ke hutan lebih dalam lagi, melihat manusia tersebut tidak berhenti mengejarnya dan sudah terlalu jauh memasuki hutan, garodo mulai berfikir untuk bersembunyi sebentar, dan manusia tersebut mengerakkan tangannya seolah ingin mengeluarkan sesuatu, dan.


"wuuuiisstt.."


ada sedikit cahaya yang melesat bergerak menuju kemana-mana seperti mencari sesuatu, melihat hal tersebut, garodo tidak bisa diam lagi, garodo menembakkan sedikit energi murni yang berbentuk pasir tersebut ke arah cahaya tersebut,kali ini energi murni tersebut memiliki kekuatan yang bisa menghancurkan sesuatu,dan


"tup.."cahaya tersebut seperti meletup pecah dan menghilang.

__ADS_1


garodo mulai menampakkan dirinya.


"cih akhirnya kau keluar juga.."


memperhatikan bentuk garodo.


"hm makhluk apa kau ini..?apa kau bisa bicara sepertiku..?


we cang mulai mengeluarkan dua belati kecil dari pinggangnya dan mengarahkan ke leher garodo tersebut untuk melukainya,


wuuistt.." melesat jauh sama sekali tidak mengenai garodo.


jadi tidak mungkin dia tidak mengerti dengan ucapan manusia di hadapannya itu, dengan kata yang dia keluarkan, garodo tidak berniat untuk membalas ucapan yang menjadi lawannya tersebut,dan berlari menuju manusia itu dan melayangkan tinjunya.


"bruuuk.."


we Cang terpental jauh ke belakang dan memegangi perutnya sambil menahan sakit,."hm nampaknya kau memiliki kekuatan juga, dan kau mau me.."


we Cang terpental lagi jauh ke belakang.


saat garodo mendekat lagi,we Cang berusaha menangkis serangan garodo tersebut,dan saat itu juga garodo mulai menghentikan serangannya dan sedikit mundur ke belakang.

__ADS_1


we Cang berusaha untuk mengajak makhluk itu bicara lagi.


"makhluk apa kau ini...?? apa makhluk ini yang menakuti semua orang, hingga tidak berani memasuki hutan ini..??"


garodo sedikit bimbang,apa dia harus menjawab pertanyaan lawannya itu atau langsung membunuhnya"


garodo sedikit mematung, setahun ini dia sudah di sibukkan dengan seorang manusia yang berhasil mengendalikannya sebelum dia sempat membunuh manusia dulu itu, walaupun manusia itu tidak berniat membunuhnya, tapi manusia tersebut memanfaatkannya dengan berhasil merebut benda berharganya.


tak ingin lebih repot lagi,dia berniat membunuhnya saja, karena saat pertama kali manusia ini melihat dirinya, manusia ini jelas langsung berusaha membunuhnya, beda dengan manusia dulunya yang sekarang dikenalnya sebagai salah satu anak yang berasal di desa yang jauh berada di hadapan hutan tersebut dan yang ini sudah pasti lebih buruk dari anak desa itu.


setelah berapa lama mematung, garodo berniat menyerang lagi.


"kau bisa bicara..??"tak kunjung juga menjawab pertanyaannya, dan mulai menyerang.


"bruuukkk.."tiba-tiba mereka sama-sama menyerang dan we Cang terpental keras ke batu besar dan terbatuk mengeluarkan sedikit darah di pinggir mulutnya.


merasa dirinya gampang di kalahkan, dan tak menyangka dirinya bisa mengeluarkan darah,we Cang mulai mencari siasat untuk menghindari makhluk Tersebut, karena tidak mungkin bisa mengalahkan makhluk itu.


dengan melemparkan bola asap hitam ke hadapan makhluk itu dan berusaha untuk lari menjauh keluar dari hutan tersebut.


garodo sangat kaget dan sedikit terbatuk, pada saat itulah lawannya tidak ada di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2