
Tak berapa lama dua pendekar tersebut mulai melambatkan larinya setelah melihat sebagian rombongan Guntur Bumi tersebut dan mulai merasa sedikit lega lalu mendekati satu-satunya ketua tertinggi di Guntur Bumi tersebut yaitu Pendekar samurai yang tentunya memiliki kemampuan sangat tinggi dari kelompok tersebut.
"maaf ketua, hm anu..."Wuo Chu mulai mengatur pernafasannya.
"Kenapa kalian lari..?Apa yang terjadi di sini..?
sambil menginterogasi ke kedua Pendekarnya itu.
"Maaf ketua rombongan Kerajaan Gongyang membunuh ketua Quo Cang."Lu Kay menjelaskan.
Apa..?Kok bisa dia terbunuh..? Apa yang terjadi..? ceritakan dengan jelas..!"sedikit menghardik pendekarnya itu.
Lu Kay dan Wuo Chu sedikit lega melihat ke kelompok Kapak aliran merah lainnya yang ikut di rombongan Soo Li si Pendekar Samurai ketua Guntur Bumi tersebut.
"Iya ketua yang jelas kita di Serang oleh anggota kerajaan, dan kami sudah bertarung dari tadi dan ketua Quo Cang terbunuh bila kami melanjutkan bertarung kami semua akan ikut terbunuh juga ketua, ampuni kami ketua telah mengambil keputusan seperti ini.." sambil bertekuk lutut memohon ampun.
"Cih kau sangat tau konsekuensinya bila meninggalkan ketuamu, Untung saja dia sudah mati, kalau dia masih hidup aku tidak akan melarangnya untuk berbuat sesuatu pada kalian."
"Ampun kami ketua.."sambil bersujud supaya segera di ampuni.
"Cih.."
"Tapi dengan ketua mungkin kita bisa melanjutkan rencana yang telah kita susun ketua..!"
"itu aku sudah tau, dengan bantuan yang ku bawa dan kau berlari seperti tadi membuat ku malu..!!"
__ADS_1
Lu Kay tidak menghiraukan ucapan ketuanya itu yang mulai marah dengannya, saat ini dia hanya memikirkan rombongan yang akan men
"maaf Ketua ku rasa rombongan tersebut akan menyusul ke sini, jadi sebaiknya kita mulai mempersiapkan kekuatan kita ketua."Lu Kay mulai berfikir memberi saran.
"Cih kau kabur setelah Quo Cang terbunuh dan kau berkata seperti itu sekarang..?"Soo Li ketua Guntur Bumi tersebut mulai sedikit marah.
"Ketua jangan marah kepada ku dulu, tolong ampuni kami semua, kami tidak sempat menolong ketua Quo Cang ketua, kami semua juga sedang melawan prajurit tersebut, yang membunuh ketua Quo Cang adalah pendekar yang mengaku anaknya raja Gongyang dan kurasa memang dia si pangeran Goryeo itu karena penampilannya seperti pangeran ketua."menjelaskan yang dia lihat.
"Hah ada anaknya di sini..? kalau begitu bagus dia ada di sini, Aku punya rencana untuk menyadranya, hah aku bisa menggunakannya.."Ketua Guntur Bumi tersebut mulai berpikir licik, dan mulai sedikit lupa bahwa rekannya sudah mati di tangan pangeran tersebut.
"ketua jangan senang dulu, ketua belum mengetahui kemampuannya yang meningkat pesat tadinya."sedikit menjelaskan.
"Aku sudah mengetahui kemampuan si anaknya tersebut, yang aku khawatirkan Pendekar tingkat tinggi yang ada di sana, tidak mungkin Quo Cang mati hanya karena dia, pasti ada Pendekar tingkat tinggi di sanakan..?
"Itu benar ketua.."Lu Kay.
"tidak banyak ketua, hanya si pembuat sihir itu ketua dan beberapa Pendekar kerajaan menurutku mereka juga tidak bisa di remehkan ketua, dan juga pangeran tersebut tidak" pembicaraannya langsung terpotong.
"Shhuuutt tidak usah kau jelaskan lagi,kau bilang mereka akan menyusul, dia tidak menyusul..."sedikit menghardik pendekarnya itu.
Pendekar tersebut hanya bisa garuk-garuk kepala.
"Kita yang akan ke sana.."
Setelah mengetahui kondisinya, Soo Li si ketua Guntur Bumi tersebut memutuskan untuk menyusul dan bertarung, tentu saja karena bantuan yang sudah dia bayar mahal.
__ADS_1
Soo Li si ketua Guntur Bumi tersebut pergi menemui ketua kelompok Kapak yang sedang membaca kondisi di depan matanya itu.
"apa yang terjadi rekan Soo Li..? setelah ketua kelompok Guntur Bumi tersebut mendekatinya.
"Nampaknya sekarang kita mulai sedikit meregangkan otot-otot tubuh kita rekan, di depan ada yang menunggu kita, dan satu hal pangeran yang ada di sana itu urusanku, aku tidak mau dia mati.."menjelaskan yang dia mau.
"ada pangeran juga..??hm pekerjaan ini mulai sedikit mengasikkan."ketua kelompok Kapak Tersebut merasa sedikit semangat.
"Fei Shun ku ingatkan, aku tidak mau pangeran di sana mati, bisa kau jamin nyawanya untuk ku...?"menekankan ucapannya tadi.
"Oke baiklah.."
+++
Di tempat kejadian, Jendral Liu Fang mengalami pendarahan di lengannya sebelah kanan karena cakram si Quo Cang dan juga di pinggangnya sebelah kanan dan lukanya itu cukup besar, tabib kerajaan yang ikut tersebut mulai mengobati Jendral Liu Fang dan berusaha menghentikan pendarahan yang di alami oleh Jendral Liu Fang tersebut dan setelah itu menjahitnya.
"Maaf Jendral kami hanya bisa menjahitnya seperti ini, karena luka sobeknya cukup besar.."
"Tidak apa, terimakasih.."sambil menjauhkan diri sedikit.
Jendral Liu Fang mulai duduk bersila dan berusaha untuk mengumpulkan kekuatan sihirnya dan mulai berusaha menyembuhkan lukanya Tersebut, karena pengawalnya itu sudah menjahitnya, itu mempercepat proses penyembuhan lukanya karena dia hanya perlu menyatukan daging-daging yang sudah di jahit itu.
sementara setelah menanyakan keadaan Jendralnya tersebut dan Jendral Liu Fang mengatakan akan baik-baik saja dengan bantuan dari tabib kerajaan, pangeran Goryeo dan yang lainnya berusaha mengejar Pendekar dan anak buahnya Guntur Bumi tersebut.
"Stop tunggu sebentar..!!"pangeran Goryeo menghentikan langkah para prajuritnya.
__ADS_1
"Hah gimana ini pangeran..?? mereka banyak sekali yang datang.."salah seorang prajuritnya berkata.
"Kita mundur dulu.."berbalik menuju Jendral Liu Fang.