Legenda Ratu Naga

Legenda Ratu Naga
ch . 9 - larangan raja gongyang


__ADS_3

putri Youn huna dan ketua Shu min menuju ke bilik menghampiri para dayang di sana.


sambil berjalan, Yeon huna sebentar menoleh ke belakang, tepatnya ke arah ketua Shu min yang menurutinya dari belakang itu.


sebentar lagi menoleh ke belakang.


melihat perubahan sikap putri Yeon huna seperti itu, ketua Shu min membuka suara untuk membela dirinya.


"tuan putri jangan melihatku seperti itu, aku hanya mengatakannya saja, jangan berfikir negatif pada ku.."sambil menunduk saat putri Yeon huna balik menatapnya dan mulai mendekati nya"


"benarkah itu...??"membaca mimik wajah ketua dayangnya itu yang sedang salah tingkah, jantung Shu min mulai berdetak kencang yang segera di hilangkannya.


"ku rasa tidak.."sambil menjauhkan wajahnya dan mulai berjalan.


dengan tingkah Yeon huna seperti itu, lelaki mana yang tidak berdebar jantungnya bila di dekati wanita secantik putri Yeon huna itu

__ADS_1


tapi Shu min sudah menganggap putri Yeon huna seperti adik, hubungan mereka memang seperti adik kakak, karena dari kecil mereka sama-sama di besarkan di istana, Yeon huna adalah anak dari seorang raja, sedangkan ketua Shu min adalah anak dari seorang kepala menteri, yaitu Menteri pelayan yang tugasnya mengatur para pelayan dan para dayang yang ada di istana yeonguok.


diwaktu kecil mereka memang sering bermain bersama, tapi melihat mereka sedang bermain, jelas nampak bedanya, Shu min selalu mengalah dan menjaga sikapnya apa bila sedang bermain dengan putri Yeon huna, dan Shu min jelas tau posisinya itu apa, hingga sampai waktunya mereka dewasa, dengan Shu min diangkat sebagai kepala dayang nya putri Yeon huna.


setelah mereka sampai, semua para dayang mulai menunduk memberi hormat.


di belakang, ketua Shu min memberi isyarat supaya tidak membuat kesalahan.


karena terlalu capek berlatih pedang, Yeon huna langsung membersihkan wajahnya dan mulai berendam, tak berapa lama matanya mulai terpejam menikmati aroma sabun dan harumnya kelopak bunga yang bertaburan di hadapannya itu, dan lilin-lilin yang terjajar rapi yang membuatnya sedikit rileks.


dengan perasaannya yang sedang tidak baik, pangeran goryeo mencoba memejamkan mata untuk beristirahat sebentar sebelum sampai di gerbang istana.


tak lama setelah itu, hari semakin gelap dan bulan bintang semakin bersinar menerangi jalan yang ada di hadapan mereka, dan mulai memasuki daerah yang di tempati banyak penduduk.


prajurit kerajaan dengan sigap mulai membuka bendera lambang kerajaan gongyang, terlihat rombongan kerajaan memasuki kotanya, penduduk yang belum tidur bersujud memberi hormat ke arah rombongan yang baru tiba itu.

__ADS_1


setelah melewati kota tersebut, nampaklah gebang berukiran kepala naga yang menjulang tinggi itu, dan mulai memasukinya, setelah sampai di istana, pangeran goryeo langsung menuju eguoknya untuk segera istirahat, namun di cegah oleh raja gongyang yang sedikit heran dengan kepulangan anaknya yang begitu cepat dari biasanya.


beberapa tahun ini pangeran goryeo sering berkunjung ke kerajaan Yeonguok, dan selalu menetap lama di sana.


dan lebih heran lagi kepulangannya yang bersama jendral Liu fang dan si ahli jurus Liu Zhang.


walaupun hari sudah malam, raja gongyang sudah tidak sabar ingin bertanya pada anaknya tentang permintaannya kemarin, yang sudah berlalu seminggu ini.


" er'gory..!! bisa kita bicara sebentar nak....?"


"ya baginda raja..? hal apa yang bisa di bicarakan..? apakah ini tidak terlalu malam untuk membicarakan sesuatu..? dan bisakah kita bicara esok harinya...?"


mendengar ucapan anaknya itu, raja gongyang jadi lemes,dan langsung mempersilahkan anaknya itu untuk beristirahat.


"baiklah dan istirahatlah..."

__ADS_1


pangeran goryeo pergi tanpa menghiraukan raja gongyang itu.


__ADS_2