
karena sudah terlalu lama mengejar makhluk gobin itu harimau tersebut mulai kelelahan di tambah lagi saat berusaha menggigit makhluk gobin tersebut, harimau itu mendapat perlawanan yang membuat luka yang banyak pada tubuhnya akibat sirip dan kaki makhluk gobin itu, sehingga dia merasa terkalahkan dan mulai menghindari semua makhluk gobin tersebut.
melihat harimau tersebut lari menghilang dari pandangan makhluk gobin itu, garodo mulai tertawa sedikit karena hal itu salah satu peristiwa yang mungkin bisa di katakan sebagai penghiburnya selama memelihara makhluk gobin tersebut.
garodo dan makhluk lainnya yang berada di hutan tersebut adalah spesies yang berbeda, sehingga umur mereka bisa mencapai ratusan tahun.
dan garodo mulai menjinakkan semua makhluk gobin itu, dan berusaha untuk menghilangkan rasa takut pada makhluk peliharaannya itu.
tak berapa lama makhluk tersebut mulai menjinak dan garodo menaiki salah satu makhluk gobin yang paling besar di antara makhluk tersebut, garodo menungganginya sampai semua makhluk gobin tersebut benar-benar menjinak, garodo mulai merasa kelelahan dan membutuhkan sedikit istirahat.
+++
di kerajaan gongyang paginya, pangeran Goryeo bersiap siap untuk pergi ke hutan untuk menemui garodo dengan pakaian seadanya saat itu terakhir kali pergi berburu, karena garodo yang di temuinya tidak mengetahui bahwa dirinya adalah seorang pangeran, setelah itu pergi ke kandang kudanya yang sudah di siapkan oleh ketua penjaga kuda tersebut.
melihat rombongan pangeran ingin mengambil kuda kudanya, ketua penjaga kuda tersebut kaget dan mulai menjadi risau,lalu menghampiri pangeran Goryeo yang ada di depan rombongan itu, sambil menunduk memberi hormat.
"tuan sebelumnya maafkan saya, apa tuan ingin ke hutan lagi...?"
"iya hanya untuk berburu, kenapa..? segera keluarkan kuda-kudanya.."dengan nada santai.
"maaf tuan kuda-kudanya sedang di mandikan.."
__ADS_1
"hah kenapa kau mandikan pagi ini..?kau tau pagi ini jadwal ku berburu kan..?"
ketua penjaga kuda tersebut semakin takut dan risau saja.
"ma maaf tuan, tadi jendral Liu fang berpesan untuk segera memandikan semua kuda-kuda tuan pagi ini tuan,dan mengatakan tuan tidak berburu pagi ini, ma maaf tuan"sambil menunduk memberi hormat.
"cih, nampaknya jendral fang ini mulai bertindak licik dengan ku.."pangeran Goryeo sedikit kesal.
"kita undur berburunya.."sambil pergi ke dalam istana untuk menemui ayahnya Baginda raja gongyang tersebut.
"baik pangeran.."sambil menunduk memberi hormat.
"Baginda...??"menunduk memberi hormat.
"hm anakku er'gory sinilah, jangan bersikap seperti itu kepada ku.."raja gongyang melambaikan tangannya meminta anaknya mendekat.
pangeran Goryeo berdiri di sebelah raja gongyang tersebut, suasana mereka sangatlah canggung untuk berdua saja, tak lama raja gongyang mulai membuka suara.
"er'gory masalah di kerajaan kita sangatlah banyak, dan itu harus segera di atasi secepatnya"
"apa maksud Baginda bicara seperti itu..?? apa Baginda mau menyerahkan tahta kepada hamba sekarang..? apa Baginda mau membantu hamba..?"
__ADS_1
"er'gory bila kau menduduki tahta, kau akan mudah mendapatkan keinginanmu, begitu juga putri Yeon huna.."
"tidak semudah itu appa, er'huna tidak.."pangeran Goryeo menghentikan pembicaraannya.
dan pangeran Goryeo terdiam beberapa saat sebelum melanjutkannya.
"kami hanya butuh beberapa waktu.."hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutnya.
"er'gory kenapa kau menahan diri..? gunakan kemampuanmu melawan putri itu, dengan kekuatan mu,appa yakin kamu bisa mengalahkan putri dari Yeonguok itu dan tunjukkan kalau kau menginginkannya.."raja gongyang berusaha memberi saran sementara raja gongyang itu sama sekali tidak mengetahui kekuatan putri dari Yeonguok itu karena terlalu meremehkan hal yang belum di lihatnya.
"Appa sudah ku katakan tidak semudah itu..!"pangeran Goryeo mulai sedikit kesal.
"okey baiklah..?
"oh yahh, er'gory dari mana kau dapatkan belati di pinggangmu itu..?"sambil mengarahkan bola matanya ke belati di pinggang pangeran Goryeo tersebut.
pangeran Goryeo mulai terdiam sejenak, sebelum membuka suaranya.
di saat itulah jendral Liu fang memasuki ruangan dan memberi hormat.
"hm kebetulan kamu datang jendral, bergabunglah dengan kami.."sambil mengambil secangkir teh di atas meja.
__ADS_1