Legenda Ratu Naga

Legenda Ratu Naga
ch . 11 - pulau riji


__ADS_3

setelah Raja gongyang menolak mentah-mentah sarannya, dia mulai memutar otak agar dapat memberikan saran lain yang lebih baik dari sarannya yang pertama tadi, tapi tetap saja jendral Liu fang tidak bisa berfikir jernih dan tidak dapat memberikan saran, yang terfikir olehnya bagaimana menyudahi pembicaraan malam mereka ini.


hm.. bagaimana kalau saya dan rombongan menculik makhluk tersebut dan mengintrogasinya Baginda..?


"hah.. itu bukan sifatnya aliran putih, dan itu terlalu banyak dampaknya,"kaget dengan perkataan Liu fang.


"jendral Liu fang..? masih kuatkah prinsipmu..?kamu adalah salah satu penopang aliran putih, dan yang kamu sebutkan itu adalah cara licik yang sering digunakan oleh aliran merah,aku jadi ragu dengan mu.."


"ah bukan begitu,aku tetap jadi salah satu penopang terkuat di Aliran putih, bagaimana kalau kita lanjutkan besok saja obrolan kita Baginda...? nampaknya sudah mulai larut malam.."menghindari perdebatannya, karena memang sudah mengantuk sekali.


"hahaha.. baiklah, lain waktu kita lanjutkan pembicaraan ini, dan istirahatlah nampaknya kamu memang butuh istirahat, ku kira kamu masih kuat seperti dulu kalau bicara lama dengan ku."


jendral Liu fang tidak menghiraukan ucapan rajanya itu, dan segera untuk tidur.


di pulau riji kelompok besar Guntur bumi, kebiasaan kecil kelompok Guntur bumi.


"Wangcong pergi ke tempat perbatasan setelah membunuh anak buahnya tadi" menjawab pertanyaan rekannya yang baru sampai dan melihat mayat yang tergeletak di lantai.


"bereskan mayat itu, merusak pemandangan ku..!!"memerintahkan rekannya itu.


"kenapa kau menyuruhku...?Hae Joo kau tidak lihat sampah di mata mu..? bersihkan…"menyuruh anak buahnya yang hampir sempat terbunuh tadi.


"baik tuan.."sedikit menyeret tubuh nya yang sudah babak belur tersebut.


melihat keadaan anak buahnya itu,min cai rekannya yang baru tiba itu berkata lagi.


"kenapa wangcong tidak menghabisinya sekalian...? melihatnya seperti itu membuat ku merasa menonjoknya juga.."sambil meneguk araknya.


"aku yang melarangnya.."ikut meminum arak yang berada di meja.


"kenapa kau melarangnya..? apa kau tidak suka hiburan kau tadi, kalau aku ikut melihatnya, aku akan terhibur.."

__ADS_1


"iiissst...kau menyebalkan.."sedikit kesal dengan rekannya itu.


"hahahaha,kau membuatku sakit perut.."


"kau memang sudah tidak punya otak untuk berpikir.."zeerok sedikit geram.


"okey baiklah, nampaknya jiwa baikmu yang sedang bicara saat ini."


"oh yah... apa masalahnya tadi...?"


"kelompok gada merah terbunuh, dan hanya satu anak buahnya yang selamat, yang aku herankan kenapa dia bisa terbunuh..? sedangkan anak buahnya itu bisa selamat."


"hah si Lee chay itu mati...?? ilmunya memang benar-benar rendah"


"hm dipikir-pikir siapa yang membunuhnya...?"


"si ******* itu mengatakan bahwa yang membunuh Lee Chay adalah pendekar yang berada di rombongan kerajaan, dia hanya tau itu."


"siapa pula si ******* yang kau katakan itu...?min cai bertanya.


"hahaha..si Luh Chik ******* itu, dia anak buahnya Lee Chay, siapa lagi kau kira..?? dia emang *******, dia meninggalkan ketuanya, nampaknya dia menyelamatkan diri sebelum bertarung."


"cih licik juga dia.."


"lah ngapain wangcong membunuh anak buahnya...?? kenapa kau malah menceritakan si Luh Chik itu..!!


"oh iya yah, menurutku wangcong sedikit keterlaluan,"


"kenapa dia..? sambil meneguk arak lagi.


"setelah si ******* itu mengabarkan bahwa ketuanya mati di bunuh,si anak buahnya wangcong yang bodoh itu membiarkan saja si ******* itu kabur, lebih hebat lagi dia membawa sebagian harta yang berada di gubuk si gada merah tersebut,si anak buahnya wangcong balik ke sini hanya membawa kabar seperti itu, wangcong kesal dan membunuhnya."zeerok mulai pergi meninggalkan rekannya si min cai.

__ADS_1


"kau mau kemana..?"mulai menuruti rekannya itu


"mau tidur, pusing kepalaku..."


"hei tunggu dulu, jangan main pergi saja kau,trus rencana pendekar samurai kepala aliran gimana kabarnya..? apa mereka jadi melanjutkan rencana busuknya itu....??


"hei dasar kau, kalau aliran kita menang kau juga yang senang.."sedikit mendorong lengan rekannya itu.


"bukan begitu maksud ku..!"


mana ku tau maksudmu apa...!"


"hei yaaaaahh.."


zeerok jauh meninggalkan min cai.


+++


setelah sampai dari perjalanannya yang jauh, pangeran Goryeo mulai berendam dengan air hangat yang telah di sediakan pengawalnya.


tak berapa lama, pangeran Goryeo bangkit dan membersihkan tubuhnya menyudahi mandinya itu, setelah berganti pakaian,pangeran Goryeo teringat perkataan putri Yeon huna yang dia cintainya itu, hatinya sangat terluka saat ini.


"huuufff "menjatuhkan tubuhnya di ranjang.


"er'huna sampai kapan aku harus menunggu mu...? kita sudah dari kecil saling mengenal, apa ada sifatku yang tidak kau suka...? katakan saja aku akan merubahnya untukmu.."


"huuufff, er'hunaaaa ku menyayangimu,kau tau itu?"


saking capeknya pangeran Goryeo mulai tertidur,


kemarin putri Yeon huna mengatakan belum ingin menjalin suatu hubungan yang erat dengan siapapun, putri Yeon huna mengatakan bahwa pangeran Goryeo sudah di anggapnya sebagai seorang kakak, bila merubah perasaannya untuk lebih dari itu, dia akan merasa sangat sulit merubahnya, itu alasannya kepada pangeran Goryeo yang pastinya menyakiti perasaan pangeran Goryeo itu, sedangkan dengan sikapnya selama ini jauh sangat berbeda.

__ADS_1


__ADS_2