Let Me Love You

Let Me Love You
Bab 68.


__ADS_3

Suasana rumah Andin terlihat sangat berantakan. Setelah acara syukuran siang tadi, para tamu sudah pulang. Menyisakan ruangan kotor yang harus di bersihkan. Sejak tadi Andin bahkan sudah bekerja membereskan kembali rumahnya. Hanya mengenakan hot pans dan kaus, Andin terlihat jauh lebih cantik.


"Apa kau tidak capek, dari tadi membereskan rumah".


"Tinggalkan itu, biar aku panggilkan petugas kebersihan besok pagi".


"Tidak usah Bram, ini sudah selesai, tinggal sedikit lagi".


"Untung saja kak Rena membawa Arsaka ke rumah nya, jadi aku bisa mengerjakan ini".


Andin melangkah ke dapur, setelah membereskan ruang tamu. Tinggal mencuci beberapa gelas, dan tugas nya selesai. Bram menghampiri Andin di dapur. Dia memeluk tubuh istri nya dari belakang.


"Malam ini, kau terlihat sangat seksi".


"Apa kau sengaja menggoda ku??".


"Bram.....lepaskan,,,aku masih belum selesai".


"Aku merindukan mu Andin".


"Sudah lama sekali...sejak kepergian mu".


"Aku bahkan hampir gila karena memikirkan mu".


"Biarkan aku menikmati ini, sebentar saja".


Andin tak kuasa menolak. Bram sudah melewati banyak hal, demi kebersamaan mereka ini. Andin bahkan sudah membuktikan kesabaran Bram, hingga akhirnya dia bersedia menerimanya kembali.


Bukan salah nya kalau Andin akhirnya membuka hatinya kembali untuk Bram. Hanya Bram saja yang perduli ketika Toni mencampak kan dirinya di saat dia sedang hamil. Bram mendampingi dirinya dengan penuh kesabaran.


Satu lagi nilai penting bagi Andin, yaitu fakta bahwa selama ini Bram dan Vaness tidak pernah benar-benar menjadi suami istri. Hubungan mereka hanya di atas kertas saja.


Itulah bukti kalau selama ini Bram memang tulus mencintai nya.


Mungkin selama ini hatinya tertutup karena ucapan Toni. Nyatanya malah pria itu yang brengsek. Tega mencampak kan istri dan bayinya. Beruntung Andin segera menyadari semuanya, dan menemukan kembali pria yang tulus mencintai dirinya.


Andin membalikkan badan nya menghadap ke arah Bram. Dia mencium bibir Bram sekilas. Malam ini, Andin sudah bertekad untuk menyerahkan segalanya pada Bram.


Tak perlu ada lagi keraguan. Sejak semula memang keduanya sudah sama-sama saling cinta.


Raut wajah Andin merona saat Bram menatap nya. Dia berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya. Namun, Bram menahan tangan nya dan menariknya kembali ke arah nya.


"Tetap lah bersama ku,,kali ini tak akan ku biarkan kau menjauh dari ku lagi".


"Aku sudah menjadi milik mu sekarang".


"Mana mungkin aku bisa pergi dari mu Bram".

__ADS_1


"Selamanya,,,aku dan Arsaka akan selalu berada di sisi mu".


Bram merengkuh tubuh Andin ke dalam pelukan nya. Tiada lagi yang di inginkan nya sekarang. Hidup nya sudah lengkap. Bersama wanita pujaan nya dan putra kesayangan nya.


Bram tak akan membiarkan orang lain merebut nya kembali dari sisinya.


Bram mengangkat tubuh Andin dan membaringkan nya di ranjang. Malam ini akan menjadi bulan madu mereka berdua.


Bram memperlakukan Andin dengan sangat lembut. Dia serasa menjadi ratu. Dirinya di buat melayang sampai ke awan.


Sementara Andin dan Bram sedang mereguk madu asmara, Toni sedari tadi masih mondar-mandir di kamar nya. Kepala nya pusing memikirkan keberadaan Andin. Otak nya benar-benar buntu. Andin seolah menghilang di telan bumi.


"Kau harus bersabar dear,,,mom yakin, kita pasti bisa menemukan Andin".


"Aku tak yakin mom, semua jalan sepertinya sudah tertutup".


"Entah di mana dia sekarang".


"Aku bisa gila kalau seperti ini".


"Istirahat lah dulu,,kita pikirkan lagi besok".


"Mom,,aku tak sabar melihat putra ku".


"Entah bagaimana keadaan mereka sekarang".


Butuh waktu lama bagi Natalie untuk membuat putra kesayangan nya itu akhirnya bisa tertidur. Sungguh malang nasib Toni. Walaupun hanya putra angkat, Toni sudah di anggap nya darah daging nya sendiri. Di saat-saat seperti ini, dukungan Natalie sangat di perlukan bagi Toni.


Di rumah baru nya, Bram dan Andin baru saja menyelesaikan sesi bulan madu mereka, ronde pertama. Keduanya masih berbaring kelelahan di atas ranjang. Kepala Andin di letakkan di dada Bram.


"Sayang,,, apa kau bahagia sekarang??".


"Atau,,,masih ada yang kau inginkan lagi di dunia ini??".


"Ini sudah cukup Bram,, kau membuat ku menjadi wanita yang sangat beruntung".


"Aku dan putra ku berterima kasih kepada mu".


"Entah....dengan cara apa, kami bisa membalas kebaikan mu".


"Jangan berkata seperti itu sayang,, kau tahu kan bagaimana isi hati ku".


"Cukup cintai aku selamanya".


"Jangan tinggal kan aku lagi seperti waktu lalu".


"Aku tak tahu apa kali ini aku sanggup bertahan hidup jika tanpa mu dan Arsaka".

__ADS_1


"Selamanya aku hanya ingin bersama kalian berdua".


"Tentu Bram,, aku dan Arsaka adalah milik mu seutuh nya".


Bram menyentuh dagu Andin dan mendongak kan ke atas. Sekali lagi, bibir merah itu di cium nya mesra. Sesi bercinta ronde kedua, baru saja di mulai. Sama seperti waktu dulu, sisi liar Bram kini mulai menguasai imajinasi nya. Malam yang panjang bagi pasangan pengantin baru ini. Keduanya bisa berbulan madu sepuasnya.


Hari masih pagi, saat bunyi ponsel Bram berdering kencang. Bram masih terlelap bersama Andin di sampingnya.


"Bram,,,sayang...ponsel mu berbunyi".


"Aku masih mengantuk sayang,,,kau saja yang jawab".


"Katakan hari ini aku libur, kalau itu dari kantor".


Andin sebenarnya juga masih sangat mengantuk. Keduanya baru saja memejam kan mata, setelah semalaman menuntaskan hasrat mereka. Bram seolah tidak ada puasnya. Entah berapa kali Bram melakukan nya, lagi dan lagi. Hingga seluruh tubuh Andin terasa remuk.


Andin meraih ponsel Bram dan menjawab panggilan di seberang sana. Rupanya kakak Sam yang menelpon. Dia mengatakan kalau akan mengantar Arsaka sore hari. Kak Rena masih belum puas bermain dengan putra Andin itu.


Tentu saja Andin tidak keberatan. Mengingat, dia masih sangat mengantuk dan kelelahan. Seusai menutup ponsel Bram, Andin melanjutkan tidurnya di samping Bram.


"Bagaimana pa,, Andin setuju kita mengantar Arsaka nanti sore??".


"Aku masih betah bermain dengan anak ini".


"Dia manis sekali....".


"Iya,, kau tenang saja, orang tua nya mungkin masih asyik berbulan madu".


"Maklum ma,, mereka pasangan pengantin baru".


"Justru dengan Arsaka di sini, kita memberi kesempatan orang tua nya memberi adik untuk Arsa bukan??".


"Papa,,,,jangan seperti itu".


"Aku tahu pasti bagaimana Bram".


"Sudah cukup lama dirinya bersabar".


"Saat kali ini bisa mendapatkan Andin kembali,, adik ku itu pasti tak akan melepaskan istri nya".


"Iya pa....aku ingat betul, Bram hampir gila saat Andin menikah dengan Toni waktu itu".


"Beruntung,, akhirnya mereka bisa bersatu kembali sekarang".


Pikiran Sam menerawang jauh. Mengingat kisah percintaan Bram dan Andin. Saat itu Bram berkorban untuk dirinya dengan menikahi Vanessa. Kali ini Andin dan Bram sudah kembali bersatu. Dalam hati Sam berjanji untuk menjaga hubungan keduanya agar tak lagi bisa di pisahkan oleh apapun. Itu sebagai wujud terima kasihnya kepada Bram.


Dia sudah berjasa besar padanya selama ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2