Let Me Love You

Let Me Love You
Episode 76.


__ADS_3

Cukup lama Andin dan Bram berbincang dengan Vanessa. Wanita itu sudah banyak berubah rupanya. Darinya juga, Andin mengetahui kalau Toni tengah menyiapkan pernikahan nya dengan Rossi. Gadis manja, teman masa kecilnya. Tak heran kalau Andin sampai mendengar hubungan kedua nya.


"Kapan-kapan main lah ke Inggris, bawalah Arsa, mama pasti senang melihat nya".


"Akan kami pikirkan Vaness, saat ini aku sedang berkonsentrasi dengan bisnis ku".


"Tentu Bram, aku bisa melihatnya".


"Hidup mu lebih terarah bersama Andin".


"Kau bisa saja Vaness, aku jadi merasa malu".


"Kalian layak untuk berbahagia, doa ku selalu menyertai kalian berdua".


"Ini sudah malam, aku harus kembali".


"Senang sekali malam ini bisa berbincang dengan mu Andin".


"Aku juga Vaness, sering-sering lah menelpon ku".


"Setidaknya jika kau mau berteman dengan ku".


"Tentu,,,dengan senang hati Andin".


Vanessa melangkah keluar dari dalam mall. Ada rasa haru yang memenuhi hati Andin. Sisi lain Vanessa ini yang baru di ketahui oleh Andin hari ini. Rupanya selama menikah dengan Bram, mereka memang tak terlibat kontak fisik. Vanessa tahu dengan pasti kalau hati Bram sudah tertambat padanya.


"Andin, kelihatan nya Arsa sudah kecapekan".


"Kalian pulang duluan saja".


"Ini,, dia sudah tertidur dari tadi".


"Sana Bram,, kasihan Arsa".


"Baik kak, kami pulang dulu".


Bram menerima Arsa dari tangan kak Rena. Dia menggendongnya sampai ke dalam mobil. Barulah Bram memberikan Arsa di pangkuan Andin.


"Kelihatan nya kau juga sudah capek?".


"Iya Bram, seharian tadi aku di bawa ke salon oleh kak Rena".


"Ah....rasanya ingin segera berbaring di kasur".


"Ok,, aku akan sedikit lebih cepat, biar kau bisa segera istirahat".


Bram mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia tahu kalau Andin sudah sangat lelah. Arsa juga sudah tertidur di pangkuan Andin. Dalam satu jam, mereka sudah sampai di depan rumah.


"Sini sayang, berikan Arsa padaku".


"Biar aku yang gendong ke dalam".

__ADS_1


Andin menyerahkan putranya kepada Bram.


Dia sendiri mengekor di belakang suami nya.


Sampai di dalam rumah, Bram langsung meletakkan putranya di tempat tidur. Di lihatnya Andin sedang mengganti pakaian dan menghapus make up nya.


"Kau pasti capek,,,istirahat lah..".


"Bram,,,terimakasih untuk semua nya, aku beruntung memilih diri mu".


"Penjelasan Vaness hari ini sudah membuka mata ku tentang siapa Toni yang sebenar nya".


"Jangan kau pikirkan, cinta mu sudah mengobati semua rasa sakit hati ku".


"Boleh aku meminta satu hal lagi padamu, Bram?".


"Katakan Andin, apapun keinginan mu akan aku kabulkan".


"Tetap lah seperti ini Bram, cintai aku dan Arsa sampai akhir nanti".


"Kau tak perlu memintanya sayang, sudah pasti aku akan melakukan nya".


"Aku ganti baju dulu, setelah itu kita tidur, badan ku capek sekali rasanya".


Andin bangkit dan menutup jendela kamar nya. Di luar rumah, gerimis nampak turun menyisakan bau khas tanah saat tersiram air hujan. Andin berbaring di samping Bram yang sudah kembali dari kamar mandi. Keduanya terlelap karena kecapekan, seharian mempersiapkan launching mall malam ini.


Di Inggris, keadaan Adam sudah membaik. Toni sudah membawanya pulang dari rumah sakit. Beberapa hari di rumah, kondisi kesehatan nya sudah berangsur stabil. Toni mengutarakan rencana nya untuk kembali ke Indonesia kepada Natalie.


"Pergilah dear, tapi kali ini mom tak bisa menemani mu".


"Kalau memungkinkan, bawa lah Arsa kemari".


"Adam pasti senang sekali bertemu dengan nya".


"Akan aku usahakan mom, semoga saja Andin mau ikut dengan ku ke Inggris".


Toni bergegas menuju airport setelah berpamitan dengan kedua orang tua nya.Di depan rumah, dia berpapasan dengan Rossi yang ingin menjenguk Adam.


"Mau kemana kau dengan koper sebesar ini?".


"Ini bukan urusan mu,,dan ingat...jaga sikap mu kalau di rumah ku".


"Sekali lagi ku lihat kau menyakiti mom, aku tak segan-segan untuk memberi mu pelajaran".


"Dan ingat satu hal,,pertunangan kita sudah batal!!!".


"Jangan lakukan itu padaku Toni, aku minta maaf atas sikap ku selama ini".


"Cukup Rossi, aku tak punya waktu untuk melayani omong kosong dari mu".


"Bersikap lah baik, karena aku mengawasi mu!!".

__ADS_1


Toni melangkah keluar meninggalkan Rossi yang masih berdiri di depan rumah nya. Dia harus segera tiba di bandara, atau akan terlambat terbang ke Indonesia. Hatinya sudah sangat rindu bertemu Andin dan Arsa putra nya.


Butuh waktu beberapa lama sampai akhirnya Toni tiba di Jakarta. Dia masih harus terbang ke Yogya. Semua itu dilakukan nya demi rindunya yang sudah tak tertahan lagi. Kali ini dia tak perduli kalau harus menentang Bram sekali lagi.


Dulu dia bisa mendapatkan Andin walau harus berbohong padanya. Sekarang dia akan menggunakan strategi serupa untuk memisahkan kedua nya.


Sementara itu, suasana pagi di rumah Andin kali ini agak berbeda. Sejak tadi Andin sudah membangunkan Bram, tapi suaminya itu masih bermalas-malasan di atas tempat tidur nya.


"Bram,,,apa kau tidak mau bangun, ini sudah siang...kak Sam pasti sudah menunggu mu".


"Sebentar lagi Andin, sepuluh menit lagi, aku masih ngantuk".


"Terserah kau saja, aku akan mengurus Arsa dulu sebentar".


Andin keluar dari kamarnya dan langsung pergi memandikan putranya. Setelahnya dia menjemur Arsa sebentar di halaman. Dari kejauhan, tampak sebuah mobil memasuki pelataran rumahnya. Andin bangkit dan berdiri untuk melihat nya.


Rupanya itu adalah mobil Toni. Dia datang membawa mainan dan baju baru untuk Arsaka. Nampaknya dia baru saja tiba dari Inggris. Sudah beberapa kali dia tak kelihatan.


Sekarang dia muncul tiba-tiba di rumah nya.


"Andin, boleh kan aku bertemu dengan putra ku?".


"Aku membawakan mainan untuk nya".


"Silahkan Toni, tapi tolong, berhenti panggil dia putra mu".


"Bram ayah nya, tolong hormati itu, dan dia sekarang adalah suami ku".


"Tentu Andin, aku minta maaf kalau sudah menyinggung perasaan mu".


"Duduk lah....aku akan membuat kan minuman untuk mu".


Andin menggendong Arsa ke dalam. Dia langsung menuju kamar nya untuk membangunkan Bram. Dia harus tahu kalau Toni datang ke rumah nya.


"Sayang,,,ayo cepat bangun, di depan ada Toni".


"Apa kata mu Andin???'.


"Seperti yang kau dengar, cepat turun...jangan sampai dia mengambil Arsa".


Bram bergegas bangun dan turun ke lantai bawah. Dalam pikiran nya merasa benci karena laki-laki tersebut kembali hadir untuk mengacaukan hidupnya.Kali ini Toni harus tahu, siapa Bram sebenar nya.


"Sepagi ini dan kau sudah datang kemari toni?".


"maaf mengganggu mu Bram, aku hanya ingin melihat putra ku".


"Jangan pernah katakan hal itu, Arsa adalah buah hati ku".


"Kau boleh melihat nya, tapi hanya sebatas itu saja".


Toni harus menahan diri. Jangan sampai terlibat masalah dengan Bram. Kali ini dia harus mengalah, tapi untuk memenangkan hati Andin kembali.

__ADS_1


__ADS_2