
Bram bangun terlambat hari ini. Itu sebabnya dari tadi ponselnya tak berhenti berdering. Hanya tinggal siang ini, persiapan terakhir untuk acara pembukaan nanti malam.
"Sial..........!!".
"Kak Sam pasti marah besar, bangun Andin, tolong bantu aku bersiap".
"Maaf Bram, aku juga kesiangan".
"Tak masalah....cepat sayang, siap kan baju ku".
Andin bergerak cepat. Menyiapkan baju dan sarapan serta kopi untuk Bram. Untung saja putranya masih tertidur. Jadi, semuanya selesai tepat waktu.
"Sayang, jangan lupa...malam ini pukul tujuh".
"Aku akan menjemput mu".
"Iya Bram,,,cepat sana....hati-hati di jalan".
"Love you sayang!!".
Andin baru hendak bernafas sejenak, ketika giliran ponselnya yang berdering. Kali ini dari kakak Rena. Buru- buru Andin menjawabnya.
"Satu jam lagi kau ku jemput".
"Aku akan membawamu ke salon".
"Vanessa khusus di undang oleh Sam ke acara nanti malam".
"Aku akan menunjukkan kecantikan mu di hadapan nya kali ini".
"Kak Rena, biar saja.....aku tahu siap yang di pilih Bram".
"Tetap saja sayang,,, ini bukan lagi tentang Bram".
"Tentang harga diri ku, jangan bilang aku kakak mu kalau tak bisa menunjukkan kecantikan mu".
"Ayo cepat,,, ajak Arsa sekalian, aku sudah hampir sampai".
Andin sungguh merasa beruntung. Kak Rena begitu memperhatikan dirinya. Serasa punya kakak baru,. yang siap melindunginya dari siapa pun di dunia ini. Andin pun segera bersiap-siap untuk berangkat ke salon.
Di sinilah Andin berada sekarang. Kak Rena membawanya ke salon langganan nya. Sementara Andin melakukan perawatan, kak Rena menjaga Arsaka dalam gendongan nya.
Selama lebih dari 4 jam, Andin di rombak habis-habisan. Penampilan nya kali ini jauh lebih berbeda. Andin kelihatan sangat cantik.
Tak sia-sia Rena membawa nya untuk pergi ke salon. Dan sekarang gantian Rena yang di make over supaya di pesta nanti kelihatan lebih berkilau.
Pukul 5 sore keduanya baru keluar dari salon.
Rena mengantar Andin pulang ke rumah dan langsung menjemput anak-anak. Mereka harus bersiap sebelum acara di mulai.
Tak berapa lama, ternyata Bram juga sudah pulang. Rupanya dia sengaja pulang lebih awal dari kantor. Selesai memeriksa persiapan di mall tadi, dia langsung pulang ke rumah, supaya Andin bisa bersiap.
"Sayang, kau di mana, aku sudah pulang".
__ADS_1
"Kalau kau ingin ke salon dulu, biar Arsa aku yang jaga".
"Aku sudah dari salon bersama kak Rena, bagaimana menurut mu penampilan ku?".
"Hmmm....kau terlihat cantik sekali".
"Apa ini benar Andin istri ku??".
"Jangan menggoda ku Bram, aku masih kalah cantik dari Vanessa".
"Aku tak akan membutuhkan waktu selama ini hanya untuk bisa bersama mu, bukan wanita lain".
"Jangan pernah membandingkan diri mu dengan Vanessa".
"Bagi ku dia bukan apa-apa".
"Aku tahu Bram, aku hanya bercanda".
"Apa kau sudah makan, di kantor tadi?".
"Apa boleh kalau aku memakan mu saat ini?".
Andin meraih bantal sofa dan melemparkan nya ke arah Bram. Pria itu tak perduli, dia malah mengejar Andin dan segera menyergapnya. Istri nya yang manis itu di hujan i dengan ciuman bertubi-tubi. Sore yang indah bagi pasangan yang sedang kasmaran ini.
"Gara-gara kau, kita bisa terlambat lagi Bram".
"Ini salah mu, kau terlalu cantik sehingga aku tak bisa menahan diri".
"Riasan ku berantakan, kak Rena bisa membunuh ku nanti".
Andin cepat-cepat mandi dan memperbaiki kembali riasan nya yang sudah berantakan karena ulah Bram. Dia kemudian mengambil gaun yang sudah di beli bersama kak Rena.
Baru kemudian setelah dirinya siap, Andin menggantikan Bram menggendong Arsa. Putranya itu sudah kelihatan tampan di tangan Bram. Tinggal dia yang belum bersiap sendiri. Jadi Andin menunggu sambil memberi susu untuk Arsa.
Sampai di mall memang agak terlambat. Kak Rena dan kak Sam sudah di sana menyambut para tamu. Bram menggandeng Andin memasuki mall sambil menggendong putranya.
"Andin,, kenapa bisa seperti ini, perasaan tadi kita sudah ke salon bukan?".
"Kakak marahi saja dia, semua ini terjadi karena ulahnya".
"Kalian masih sempat......!!! ah....bodohnya aku,,, Bram pasti tak tahan melihat kecantikan mu".
"Tenang saja kak, istri ku masih kelihatan cantik walaupun dengan make up yang natural".
"Memang kau ini anak nakal Bram".
"Bram jauh lebih pintar, kau tahu Bram...dia bahkan melarang ku menyentuh nya".
"Itulah hebatnya diri ku kak, kau harus belajar pada ku lain kali".
Tak berapa lama, Vanessa datang menghampiri keluarga Bram dan kak Sam. Dia memang terlihat makin cantik daripada saat menjadi istri Bram dulu.
"Apa kabar Andin, kau sangat cantik malam ini".
__ADS_1
"Kau juga Vaness, lama sekali tidak melihat mu".
"Iya,, aku masih berada di Inggris".
"Apa ini putra mu,, dia lucu sekali, tampan seperti Bram".
"Tentu saja, aku kan ayah nya, dia pasti mirip dengan ku".
"Masuk lah Vaness,, nikmati pestanya".
Vanessa melangkah ke dalam mall, di ikuti dengan Andin dan Rena. Acara sudah akan di mulai. Para tamu undangan dari rekan keluarga serta dari rekan perusahaan semua sudah datang. Kakak Sam maju ke depan untuk memberi sambutan selalu pemilik dari mall ' Rembulan ' yang sedang di resmikan.
Acara berlangsung sukses malam ini. Mall langsung bisa beroperasi setelah di resmikan. Tamu undangan yang hadir sebagian kemudian berjalan-jalan menyusuri mall. Anak-anak pun larut di arena permainan.
Sementara Andin dan Bram masih menikmati suasana mall di sudut ruangan. Kak Rena sejak tadi membawa Arsa ke tempat permainan. Jadi mereka bisa menikmati waktu berdua.
"Kau lihat, pengunjung mall ini sangat ramai".
"Aku membangun ini untuk putra kita".
"Dia tak akan khawatir lagi tentang masa depan nya".
"Terima kasih banyak Bram, semua yang kau berikan pada Arsa, entah....apa aku bisa membalasnya".
"Itu sudah tugas ku Andin, membuat mu dan putra kita bahagia".
"Kau ingin jalan-jalan,, aku bisa mengantar mu?".
"Aku hanya ingin bersama mu disini saja Bram".
"Nanti kapan-kapan saja, kalau sudah tidak penuh sesak seperti ini".
Bram menyentuh jari Andin erat. Di saat bersamaan Vanessa menghampiri meja keduanya.
"Apa aku mengganggu kalian kalau ikut bergabung di sini?".
"Duduk lah Vanessa, kau boleh bergabung di sini".
"Bagaimana sekarang kabar mu Andin?".
"Aku baik Vaness, Bram mengurusku dengan benar selama ini".
"Ya, tak di ragukan lagi,, dia hanya mencintai mu saja".
"Kalian berhak bahagia, aku minta maaf jika pernah menjadi penghalang hubungan kalian berdua".
"Aku yang seharusnya minta maaf pada mu Vaness".
"Aku sudah merusak rumah tangga mu bersama Bram".
"Dia sudah menjadi milik mu, bahkan sebelum kami menikah".
"Hatinya hanya tertuju padamu saja, aku mungkin tak begitu menarik di matanya".
__ADS_1
Andin tersenyum dan memandangi wajah suaminya. Hatinya merasa bangga karena ternyata sikap Bram selama ini bertolak belakang dengan yang di ceritakan oleh Toni. Mungkin selama ini Andin hanya di bohongi oleh Toni supaya membenci Bram saja. Karena nyatanya, Bram sungguh sangat mencintainya.
...****************...