
Memasuki Goa, Lin Hao melihat sekelilingnya. Goa itu sangat gelap dan juga lembab, selain itu suara rintikan air yang jatuh dari sela sela goa terdengar samar-samar.
Aura digoa itu juga terasa mengerikan. Apalagi jika masuk lebih dalam, dapat dirasakan bahwa aura disana mungkin dapat membunuh ranah tingkat murni dengan sekejap.
Di dalam goa Lin Hao sama sekali tidak menemui satupun jebakan. Karena tidak ada jebakan sama sekali Lin Hao masuk kebagian paling dalam dengan mulus.
Tapi saat dia berada di bagian paling dalam goa, Lin Hao tidak menemukan apapun. Disana hanya jalan buntu, Lin Hao berpikir bahwa ini aneh.
"Mungkinkah yang kau katakan itu salah, Naga Hitam?." Ucab Lin Hao kepada sang naga hitam yang berada di alam kesadarannya.
"Yang kukatakan itu tidak akan salah, tapi apakah kau memperhatikan aura yang keluar dari dinding batu itu?" Ujar naga hitam yang terdengar dikepalan Lin Hao.
"Ya aku tahu, jadi maksudmu dibalik tembok ini ada sesuatu." Tanya Lin Hao.
"Bukan, tepatnya tembok ini sebenarnya bukan sebuah dinding batu, melainkan portal ke sebuah dunia kecil yang mungkin adalah tempat keberadaan dari Dewi Mo Yi." Jelas Naga Hitam.
Lin Hao seketika mengedarkan kekuatan spiritualnya, dan pada saat kekuatan spiritualnya bersentuhan dengan dinding batu itu, kekuatan dahsyat meledak didalam goa itu. Untung saja Lin Hao segera membuat barier pelindung sehingga dia tidak terluka.
Setelah ledakan itu terjadi, dinding batu yang terlihat hanya seperti dinding batu biasa berubah menjadi pusaran hitam.
"Benar saja, itu memang sebuah portal." Ucap Lin Hao.
__ADS_1
"Bocah cepat masuklah." Ujar naga hitam dipikirannya.
Lin Hao mendengar itu segera masuk, dan tidak bicara tentang alasannya.
Di dalam portal itu hanya terlihat sebuah kekosongan yang menarik dirinya kesuatu tempat. Lin Hao melihat sekelilingnya tanpa ekspresi, beberapa saat kemudian cahaya putih menyilaukan mata muncul tak jauh dari Lin Hao, sekilas Lin Hao tahu tempat itu adalah dunia kecil yang dimaksud oleh naga hitam.
Beberapa saat kemudian Lin Hao muncul disebuah Padang rumput yang indah. Padang rumput itu juga dikelilingi bukit bukit sehingga terlihat seperti dunia lukisan.
Tak jauh dari tempat Lin Hao Muncul, ada sebuah altar besar dengan dua pilar diatas altar itu, sementara itu ditengah tengah altar itu ada seorang wanita yang sangat cantik dengan mata tertutup.
Lin Hao disisi lain sudah menebak bahwa wanita itu pasti Dewi Mo Yin yang diceritakan oleh naga hitam.
Penampilan Dewi Mo Yin memang sangat cantik dan merupakan wanita tercantik yang pernah Lin Hao Lihat, Tapi yang membuat Lin Hao bingung adalah kenapa para dewa memperebutkannya, apakah hanya karena kecantikan saja, atau karena hal lain.
Lin Hao berjalan mendekat kearah altar itu, kemudian berhenti dan mengatamati altar serta dewa Mo Yin yang duduk dengan mata terpejam.
"Naga hitam, apakah kau tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Dewi Mo Yin ini." tanya Lin Hao didalam benaknya.
"Sepertinya wanita itu tersegel dialtar. itu sebabnya dia tidak bergerak ketika kau mendekat." Ujar Naga hitam didalam kepala Lin Hao.
Dalam persepsi sepiritual seharusnya kekuatan Dewi Mo Yin mampu mendeteksi Lin Hao saat pertama kali ia muncul di dunia kecil, tapi Dewi Mo Yin yang seharusnya tahu dia malah duduk dengan mata terpejam disini, jadi dipastikan bahwa Dewi Mo Yin tersegel diantara kedua pilar itu.
__ADS_1
"Lalu apakah aku harus menolongnya, tapi apa yang kudapat setelah menolongnya?." Tanya Lin Hao lagi.
"Itu terserah kau bocah, tapi menurutku kau harus menolongnya itung-itung kau bisa membuatnya menjadi tungkumu untuk berlatih, dan apalagi wanita itu sangat bohay." Saran naga hitam.
"Cih, benar saja kata sejarah, naga hitam memang naga yang suka celap celup." Ujar Lin Hao menyindir naga hitam.
"HEI.. ini tidak yang seperti kau pikirkan, dan sejarah itu salah, lagi pula aku melakukan itu juga untuk berkultivasi." Ujar Naga hitam.
"Hah, jadi memang benar kau suka celap-celup." Lin Hao bertanya menggoda membuat naga hitam kesal.
Lin Hao berjalan mendekat hingga sangat dekat dihadapan Dewi Mo Yin. Harum semerbak menusuk hidung Lin Hao, dari dekat Dewi Mo Yin ini memang sangat cantik. Hidung mancung, bibir tipis dan kulit yang seputih susu serta dua gunung yang menjulang tinggi membuatnya menjadi wanita yang sangat sempurna.
Lin Hao mengamati sekitar, mencoba mencari mata formasi dari segel itu.
Mencari cukup lama, tapi Lin Hao masih belum menemukanya, dia malah terlihat seperti orang bingung karena formasi itu sebenarnya memiliki ribuan variasi, sehingga jika salah sedikit saja Dewi Mo Yin akan langsung mati tanpa bekas bahkan tidak akan bisa bereinkarnasi lagi.
Dia masih memikirkan bagaimana memecah formasi ini.
"HM... Ini formasi bulan sabit, dipadukan dengan formasi api pemusnah dan masih banyak formasi lagi yang tidak ku ketahui, tapi mata formasi dari semua formasi ini kenapa sangat banyak, ataukah semuanya merupakan ilusi dan hanya satu yang merupakan mata formasi asli guna untuk membingungkanku." Ujar Lin Hao yang masih terus mencari titik terang dari formasi.
.......
__ADS_1
BERSAMBUNGG...