
Lin Hao muncul dirumahnya. dirinya mengendap-endap bagaikan maling yang mencuri barang berharga. Saat Lin Hao didalam, Lin Hao baru menyadari bahwa rumahnya sudah kosong, bahkan orang tuanya tidak ada.
Lin Hao bingung, dan kemudian di berpikir mungkin orang tuanya sedang mencari dirinya. Mendapati pemikiran seperti itu dia merasa bersalah.
Dewi Mo Yin disamping Lin Hao hanya diam, dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Lin Hao, Namun dia tahu kalau Lin Hao sedang panik.
"Tuan apakah ada yang menganggu pikiranmu." Ujar Dewi Mo Yin mengernyitkan dahinya.
"Tidak, dan juga jangan panggil aku tuan, panggil Saja Lin Hao, atau terserah mu asalkan jangan panggil tuan karena aku tidak setua itu." Ujar Lin Hao melirik Dewi Mo Yin.
Dewi Mo Yin hanya mengangguk, tapi didalam hatinya dia sedikit bingung, karena jika dilihat dari roh yang ada pada tubuh Lin Hao, Lin Hao ini sepertinya sudah hidup selama jutaan tahun, tapi sebenarnya tubuh Lin Hao hanya seorang anak berusia 17 sampai 18 tahun.
.......
Sementara itu dialam para dewa berada.
Dua orang sedang bermain catur. Salah satu pria berjanggut dengan jubah putih dan pena bulu ditangannya menghentikan permainannya secara tiba-tiba.
"Lo Guo..." panggil pria berjanggut itu kepada temanya.
Si pria tua didepannya menoleh, lalu mengangguk.
"YA, segel Dewi Iblis sudah terbuka, pedang itu sepertinya sudah didapatkan, sepertinya bencana Dao akan segera terjadi." Ucap Lo Guo dengan santai.
"HUFFtt sepertinya bencana Dao memang sudah ditakdirkan, mungkin tak akan lama lagi, bisa jadi ini akan menjadi jutaan tahun, atau bahkan yang lebih mengerikan adalah ribuan tahun lagi, tergantung siapa pemakai pedang itu." Ujar pria berjanggut yang bernama Yan Xu.
"Benar, ini semua tergantung kekuatan sipengguna juga, tapi karena dia bisa memecahkan formasi itu berarti kekuatannya akan sangat besar, ya kita hanya tinggal menunggu saja." Ujar Lo Guo.
Bencana Dao biasanya terjadi dikarenakan sebuah trobosan. Pedang pemburu dewa milik Lin Hao adalah senjata terkuat disemesta, tapi jika menerobos itu akan menjadi pedang tingkat multiverse.
Dan pengorbanan dalam bencana Dao adalah kedatangan sesuatu yang mirip dengan kehancuran semesta.
__ADS_1
Alasan para dewa memperebutkan pedang itu kemungkinan adalah untuk menjadi yang terkuat atau mencegah bencana Dao terjadi, tapi karena pedang itu tersegel semua dewa akhirnya menyerah.
........
Di kediaman Lin Hao.
"Apakah mereka berada di keluarga Lin pusat." Gumam Lin Hao menebak.
Lin Hao berpikir hal itu bisa saja, karena mungkin kedua orang tua Lin Hao meminta bantuan kepada keluarga Lin Pusat untuk mencari Lin Hao, hal itu dikarenakan keluarga Lin Pusat memiliki jaringan yang luas dan mungkin dengan begitu mereka bisa menemukan keberadaan Lin Hao.
Tanpa menunggu lama lagi Lin Hao kembali berteleportasi dan muncul didepan mansion keluarga Lin bersama Mo Yin yang berada digandengkan tanganya.
Mansion itu begitu besar, panjangnya 500 meter dengan lebar 300 meter, itu bahkan bisa digunakan untuk joging.
Dihalaman depan terdapat taman dengan berbagai bunga, dan air mancur besar dengan ikan koi serta banyak mobil dari berbagai merek yang berjejer.
Melihat itu Dewi Mo Yin terlihat takjub, dia berpikir bahkan kediamannya dulu tak semewah ini.
"Tu..tuan muda Hao." Ujar penjaga gerbang saat melihat Lin Hao dan melirik wanita yang sangat cantik yang menurutnya adalah seorang cosplayer.
Lin Hao mengangguk dan langsung berjalan kedalam mansion. Didalam mansion Lin Hao melihat keluarganya yang sedang berkumpul yang entah sedang membahas apa.
Mendengar langkah kaki seseorang mereka yang sedang berdiskusi seketika berbalik dan melihat Lin Hao yang berjalan menghampiri mereka bersama wanita yang sangat cantik disampinya.
Mereka terdiam sesaat. Beberapa saat kemudian mereka tersadar dan berjalan kearah Lin Hao.
"Nak, kamu.. dari mana saja." Ibu Lin Hao Ruo Rong langsung menghampiri Lin Hao dengan tubuh gemetar dan air matanya langsung menetes begitu saja.
Lin Hao melihat itu juga tidak tega lalu dia memeluk ibunya.
"Nak kamu dari mana saja, apakah kamu tahu kami semua mengkhawatirkanmu." Ayah Lin Hao bertanya dengan wajah penuh kelegaan.
__ADS_1
"Maaf ayah, semalam aku sebenarnya ada sesuatu yang harus aku lakukan, jadi aku tidak bilang kepada kalian." Ujar Lin Hao.
"Nak kamu menghilang sudah selama satu bulan, bukan hanya semalam." Ujar kakek Lin Hao, Lin Jie.
"Apa.... Satu bulan." Lin Hao kebingungan, dia tidak tahu jika dirinya sudah lama menghilang, dia pikir rentang waktu antara daratan reruntuhan iblis bulan dan bumi sama.
Berbagai pertanyaan membanjiri Lin Hao, dan Lin Hao menjawabnya dengan santai.
"HUH, ternyata selama ini kamu keluar untuk liburan. Cucu bodoh kamu benar-benar membuat kami panik." Kakek Lin Hao menjintak kepala Lin Hao.
Semua orang tertawa melihat itu, begitupun ibu Lin Hao yang menangis dipelukan Lin Hao.
"Dan ini, apakah dia kekasihmu." Ibu Lin Hao yang tadinya memeluknya tiba-tiba berjalan kearah Dewi Mo Yin.
Mendengar ibu Lin Hao, Dewi Mo Yin merunduk karena malu.
"EM.. bukan dia adalah temanku...." Ujar Lin Hao.
"Benarkah, ibu tahu kamu tidak pernah membawa wanita sama sekali, jadi ibu tahu dia adalah kekasihmu. Hihihi ternyata kamu suka dengan wanita cosplayer ya." Ucap ibu Lin Hao kemudia menggandeng Dewi Mo Yin menjauh.
Lin Hao hanya terdiam lalu menoleh kearah ayah, kakek, dan paman serta kakak, kakaknya.
""Hao'er kami tahu jika kamu berbohong, tapi ayah juga tidak akan memaksamu untuk mengatakannya. Tapi apakah kamu kenal dengan Alice." Tanya ayah Lin Hao.
"Benar, cucuku wanita itu terlihat begitu menyayangimu, bahkan saat kamu menghilang dia terus berusaha mencarimu." Ujar Lin Jie.
"Hehe.... Adik Hao, sepertinya kau memiliki penggemar rahasia juga, aku sungguh iri denganmu." Kakak sepupu Lin Hao, Lin Bing mengomentari.
"Em, dia mencariku." Lin Hao seketika tersentuh. Alice adalah wanita pertamanya dan walaupun dia mengatakan untuk melupakan kejadian waktu itu, tetap saja wanita itu masih mencari dirinya, tentu saja wanita itu pasti tidak rela jika Lin Hao menghilang karena dia harus bertanggung jawab atas hilangnya mahkota.
.......
__ADS_1
Bersambunghhh.....