
Tanpa menunggu lama lagi, Lin Hao mulai memasukan joninya kedalam Goa kenikmatan.
Sementara itu Alice, berteriak kesakitan karena ini adalah pertama kalinya dia melakukan hal ini. Darah keluar dari goa Alice yang berarti keperawanan Alice sudah direnggut oleh Lin Hao.
Lin Hao tidak memberikan kesempatan, dan terus menggarapnya, sehingga tak terasa 5 jam berlalu dan mereka akhirnya selesai.
Lin Hao menatap wanita didepanya yang tergeletak lemas dimatras tanpa pakaian sedikitpun.
"Huh, sungguh sial, nafsu ini terlalu kuat aku tidak bisa menahanya, tapi ini juga salah wanita ini, kenapa dia memancingku." Ujar Lin Hao kemudian dia memakai Bajunya yang tergeletak di lantai.
Lin Hao memiliki tubuh Naga hitam, dan naga hitam Konon adalah makhluk yang suka sekali menebar benih dimana mana, sehingga wajar jika Lin Hao tidak bisa mengontrol tubuhnya karena itu adalah hal alami dari tubuh naga hitam Lin Hao.
"Tapi walau bagaimanapun aku akan bertanggung jawab, dan mulai sekarang kau adalah wanitaku, dan jika ada yang merebutmu maka aku akan menghancurkanya." Ucap Lin Hao duduk disamping Alice yang tertidur pulas.
Saat ini hari sudah sore, dan gerbang sekolah itu sudah tutup, Lin Hao berbaring disamping Alice dan memandang wajah cantik Alice.
" Sangat cantik." Kata Lin Hao sembari mengusap wajah halus Alice.
Tak lama kemudian terdengar derap langkah dari luar, Lin Hao yang memejamkan matanya langsung terbangun dan menatap sekelilingnya dan ia melihat Alice yang masih tertidur pulas.
"Siapa yang malam malam begini datang kemari." Gumam Lin Hao melangkahkan kakinya jendela yang ada di ruangan olah raga.
Secara samar Lin Hao melihat beberapa orang yang sedang mencari sesuatu.
"Orang orang ini pasti datang untuk mencari guru Alice." Gumam Lin Hao lirih.
"Apakah aku harus membunuh mereka, pilihan itu tidak bagus, lebih baik aku pergi saja dari sini." Ujar Lin Hao.
__ADS_1
Lin Hao berbalik dan mengangkat Alice, Dan kemudian dia menghilang dari sana tanpa jejak.
......
"Apakah kau menemukan keberadaan nona Alice.?." Tanya seorang berjubah hitam kepada jubah hitam lainya.
"Belum, ini sangat aneh, padahal tidak ada pergerakan dari nona Alice dari pagi tadi, tapi kenapa tiba tiba nona Alice menghilang, Ini bahaya jika kakek dan ayah nona Alice tahu jika nona Alice menghilang kita bisa mati ." Ujar ujar pria jubah hitam ketakutan.
"Benar, ini aneh walaupun nona termasuk orang yang terpilih dengan tubuh fenix es sekalipun, seharusnya kita masih bisa melacaknya apalagi tubuh fenix es nona belum kuat dan masih lemah."
Orang-orang berjubah hitam itu terus berbincang sembari mencari keberadaan Alice.
Sementara itu Lin Hao muncul dikamarnya, membawa Alice yang berada digendongnya dan meletakkannya dikasur.
"Hanya berteleportasi saja menghabiskan 10 persen kekuatanku, aku memang masih lemah." Ujar Lin Hao mengeluh.
Berteleportasi memang membutuhkan kekuatan yang sangat besar, karena berteleportasi sama saja merobek ruang secara paksa, dengan kekuatan Lin Hao saat ini mengurangi sepuluh persen kekuatan adalah hal yang wajar karena merobek ruang membutuhkan energi spiritual yang sangat besar.
Alice membuka matanya, dan orang yang pertama kali lihat adalah Lin Hao yang duduk disampingnya.
Mengingat kejadian beberapa saat yang lalu Alice terdiam mematung dan kemudian dia menangis.
"Kamu brengsek." Teriaknya dengan keras membuat orang tua Lin Hao mendengarnya.
Lin Hao dengan sigap langsung menutup mulutnya.
"Nona diam." ujar Lin Hao.
__ADS_1
"Hao'er kamu sudah pulang." teriak ibu Lin Hao.
" Iya Bu, aku sudah pulang dari awal ." Ujar Lin Hao sembari membungkam mulut Alice.
"Apakah ada temanmu didalam kamar? Soalnya ibu samar samar seperti ada suara wanita didalam kamarmu." Tanya Ibu Lin Hao Ruo Rong.
"Tidak Bu, mungkin ibu salah dengar." Ucap Lin Hao masih membekap Alice, yang terlihat termenung masih menatapnya.
"Benar, mungkin ibu memang salah dengar, karena kamu sudah datang mari turun dan makanlah." Perintah Ruo Rong kepada anaknya.
"Baik Bu, ibu duluan saja nanti aku menyusul." Lin Hao bernapas lega mengetahui ibunya sudah pergi.
Lin Hao melepaskan tangannya dari bibir Ruo Rong.
"Huhh... Nona apakah kau marah padaku.?." Tanya Lin Hao.
Alice tidak menjawab, dia malah mulai meneteskan air matanya dan menatap Lin Hao yang kebingungan.
"Ah... Baiklah aku akan tanggung jawab kepadamu, yakinlah aku tidak akan meninggalkanmu, walaupun aku tidak tahu cara untuk menyenangkan wanita tapi aku akan berusaha melindungimu jika kamu dalam bahaya." Ucap Lin Hao serius.
"Hiks..... Berikan aku bajumu, aku mau pulang." Kata Alice.
Lin Hao kemudian memberikan baju putih berkerah panjang yang pas di kenakan oleh Alice.
"Aku akan mengantarmu pulang."
"Tidak, aku akan pulang sendiri. Dan untuk kejadian tadi lupakanlah dan anggap saja bahwa itu tidak pernah terjadi." Ucap Alice melompat dari jendela lantai dua Rumah Lin Hao dan melesat pergi.
__ADS_1
........
Bersambung...