
Di atas gedung, Lin Hao melihat tempatnya yang biasanya bersih menjadi kotor penuh dengan botol-botol anggur yang berserakan.
Lin Hao hanya menghela nafas dan menghilangkan semua botol-botol anggur itu, gedung yang Lin Hao pake adalah gedung kosong, gedung ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Memang masih rendah jika dibandingkan gedung besar dengan tinggi ratusan meter tapi disini lebih tenang.
Saat ia hendak pelatihan supranatural, terdengar suara pertempuran didekat sana, ini bukan pertempuran biasa melainkan pertempuran dengan kekuatan supranatural.
Lin Hao tertarik melihat pertarungan mereka, dia menghilang dari atas gedung dan muncul di dahan pohon besar yang tak jauh dari pertarungan.
"Heh, mereka berani sekali melakukan pertarungan disini." Gumam Lin Hao.
Setahunya orang-orang terpilih seperti dia tidak diperbolehkan untuk bertarung dengan kekuatan supranatural ditempat umum. Walaupun ini bukan tempat umum tapi tempat ini sering kedatangan pemuda yang ingin menenangkan diri dengan cara minum minum, atau bahkan pemuda yang tidak bisa bayar kamar hotel jadi mereka melakukanya digedung kosong, tak jarang Lin Hao menemukan benda seperti balon karet dengan zat putih yang berserakan disana.
Perjanjian antara pimpinan kelompok terpilih dan pemerintah adalah hal yang tidak bisa diganggu gugat, dan jika ini ketahuan maka kelompok terpilih akan menjadi ditangkap oleh pemerintah.
Walaupun kelompok pemerintah adalah manusia biasa, tapi jangan meremehkan mereka, karena mereka mengandalkan yang namanya teknologi dan sains untuk memperkuat tubuh mereka. Baru-baru ini dikabarkan bahwa pemerintah membuat pasukan Mecha yang canggih dengan senjata lengkap.
Dan tentu itu bukan untuk peperangan antar negara melainkan peperangan melawan orang-orang yang terpilih.
Lin Hao tidak menghentikan mereka, dia menonton pertunjukan bagus itu dengan tenang, sembari melihat kelemahan pada pertarungan mereka.
__ADS_1
Dilihat keduanya memiliki elemen yang bertolak belakang yaitu air dan api. Pria berelemen api terlihat kewalahan menghadapi pria berelemen air, karena kelemahan api adalah air, tapi pria berelemen api itu sama sekali tidak menyerah dia terus berjuang dan mencari titik lengah dari pria berelemen air.
Cukup lama melihat Lin Hao menjadi bosan.
"Mereka sama sekali tidak menarik, kekuatan mereka begitu lemah." Ujar Lin Hao mendesah pelan.
Untuk Lin Hao dia memiliki kekuatan supranatural seperti black hole yang dapat menyedot apapun, white hole yang dapat memantulkan apapun, dan yang terakhir adalah kekuatan supranatural berelemen angin.
"Hei, kenapa kalian bertarung ditempat ini?." Tanya Lin Hao muncul secara tiba-tiba.
Keduanya yang sedang bertarung, berhenti dan melihat Lin Hao yang muncul entah dari mana. Dengan kemunculan Lin Hao yang secara tiba tiba, mereka menarik kesimpulan bahwa Lin Hao sama seperti mereka.
"Kami sedang melakukan latihan, karena satu bulan lagi akan diadakan kompetisi, dan 10 orang teratas bisa masuk keakademi Argan." Ucap pria berelemen api bernama Yan Wei.
"Kompetisi..! menarik! Apakah ada syarat untuk pendaftaranya?." Tanya Lin Hao.
"Tidak, selama orang terpilih mereka bisa ikut dan ketentuannya mereka harus ditingkat menengah atau ranah di atasnya, dan usia harus berada dibawah 26 tahun." Jelas Yan Wei.
Lin Hao mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Baiklah, aku hanya ingin mengingatkan kalian. segera pergilah pertugas khusus militer akan datang kemari. jika kalian tidak pergi mungkin saja kalian berdua akan ditangkap karena telah melanggar perjanjian." Lin Hao memperingati mereka.
Setelah mengatakan itu Lin Hao menghilang dari tempatnya. Sementara kedua orang itu juga pergi karena merasa apa yang dikatakan Lin Hao masuk akal.
Benar saja, tak lama kemudian pasukan khusus dengan pakaian layaknya seorang ninja berkumpul disana memeriksa sekitarnya.
Mereka adalah pasukan khusus untuk menangani para supranatural. Mereka adalah pasukan yang telah diberi suntikan sel genetika dari hasil penelitian para ilmuan.
"Hasil penelitian memang tidak mengecewakan. Jika disandingkan dengan para supranatural mereka setara dengan ranah akhir, tapi jika berhadapan denganku mereka masihlah seorang semut." Lin Hao menatap mereka dari atas gedung.
Lin Hao kembali pada pelatihanya. Tak terasa hari sudah menjelang sore, Lin Hao berdiri dari atas gedung, senyuman mengambang yang menandakan Lin Hao merasa senang, alasannya karena Lin Hao baru saja menerobos ketingkat murni awal. Dengan begini dia menjadi lebih yakin untuk pergi ke reruntuhan Iblis bulan.
Dirumah Lin Hao berjalan menuju kamarnya, tapi dia dihentikan oleh ayahnya yang sedang makan diruang makan.
"Ada apa ayah memanggilku." Ucap Lin Hao sopan.
"Nak, malam ini ikutlah ayah ke pesta teman ayah, ayah akan memperkenalkanku dengan mereka, sekalian juga untuk menambah relasimu untuk masa depanmu." Ujar ayah Lin Hao.
"Baik." Ucap Lin Hao singkat kemudian menuju lantai atas.
__ADS_1
....
BERSAMBUNGG...