
Keesokan harinya.
Lin Hao duduk dimeja makan, disekitarnya juga ada beberapa orang tua dan keluarga lainya, mereka sarapan bersama sebelum melakukan kegiatan pagi mereka masing masing.
Suasana tampak hening, hanya suara sendok dan piring yang terdengar. Setelah beberapa saat mereka selesai sarapan dan segera melakukan kegiatan mereka masing masing.
"Adik Hao, hari ini kakak yang antar kamu sekolah, kebetulan kakak juga ada kenalan di kota Guangzhou." Ujar Lin Dong, kakak sepupu Lin Hao lainya yang kebetulan menginap dimansion ini karena mendengar kembalinya Lin Hao.
Jarak antara mansion keluarga Lin dan kota Guangzhou tidak terlalu jauh, itu hanya terpaut 100 kilometer, lagipula mereka naik helikopter jadi 100 kilometer itu dekat.
"Baiklah." Lin Hao mengangguk.
Di atas Mansion mereka naik helikopter, keduanya duduk dibelakang sementara itu mereka sang pilot menjalankan didepan.
20 menit kemudian mereka sudah dekat dengan sekolah Lin Hao. Awalnya kakak sepupu Lin Hao ingin menurunkan Lin Hao langsung disekolah, tapi karena dirinya tidak mau menjadi pusat perhatian jadi Lin Hao turun dilapangan yang tak jauh dari sekolah itu lalu Lin Hao berjalan kaki kesekolah.
Saat memasuki kelas Lin Hao menjadi pusat perhatian semua orang. Hal ini wajar Lin Hao sudah tidak masuk selama satu bulan, dan kabarnya Lin Hao ini menghilang bahkan keluarganya tidak tahu, tapi hari ini tanpa ada angin dan hujan Lin Hao yang katanya hilang muncul begitu saja.
Mereka semua mendekat kearah Lin Hao ingin menanyainya, tapi Lin Hao dengan gesit segera duduk dikursinya dan mulai tidur.
Teman sebangku Lin Hao yang tahu kebiasaanya hanya menggelengkan kepalanya. Lin Hao adalah orang paling tidak suka berbasa-basi, jika ada yang mengajaknya mengobrol dia pasti akan meninggalkannya dan tidur di meja.
"Bro, ku kira kau sudah pindah sekolah." Kata teman sebangku Lin Hao.
Lin Hao tidak menjawab dan melanjutkan tidurnya.
"Cih, dasar bisu." Maki teman sebangku karena kesal.
__ADS_1
....
"Ini aneh, walaupun Lin Hao selama satu bulan tidak masuk sekolah, Dia masih terlihat baik-baik saja. Sedangkan guru Alice malah menghilang entah kemana, bahkan selama satu bulan ini aku tidak melihatnya." Ujar teman sekelas Lin Hao yang lain.
Lin Hao yang tertidur seketika bangkit, dia teringat kembali kejadian waktu itu, dan merasa bersalah karena dirinya yang bertanggung jawab atas menghilangnya Alice.
"Yah itu semua memang salahku." Gumam Lin Hao.
Setelah beberapa saat kemudian pelajaran pun dimulai, dan Lin Hao hanya tidur dengan enaknya. Guru yang melihat itu sudah biasa dan tidak menegurnya karena walaupun Lin Hao tidur, nilai Lin Hao selalu bagus dan menjadi yang tertinggi disekolah, hingga pada saat itu pernah seorang guru merekomendasikan Lin Hao langsung lompat kelas keperguruan tinggi tapi Lin Hao tidak mau.
Tak terasa waktu istirahat sudah tiba, Semua orang kekantin sekolah untuk makan dan minum sedangkan Lin Hao hanya duduk diam dikursi kesayangannya itu.
.....
Di luar angkasa.
"Benar, aku lihat orang disini juga lemah. Menguasai bumi hanya semudah membalikan telapak tangan." Ujar sosok lainya.
........
Lin Hao yang duduk malas dikursinya tiba-tiba tersenyum sinis, dan menatap keatas langit lewat jendela disampingnya.
"Menarik, aku akan tunggu kalian kemari." Gumam Lin Hao tersenyum tipis.
Tak terasa bel masuk kelas berbunyi, semua siswa masuk kekelasnya masing-masing.
Pelajaran dimulai dengan tenang tanpa ada gangguan. Guru juga menjelaskan berbagai materi dan teori tentang pelajaran yang diberikan, tapi tetap saja Lin Hao stay dengan tidurnya.
__ADS_1
Akhirnya bel berdering menandakan waktu sekolah telah usai, semua murid seketika bersemangat, karena bagaimanapun waktu pulang adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh mereka.
Lin Hao bangkit dan pergi begitu saja tanpa ada yang menyadari kepergiannya, beberapa saat kemudian dia muncul digedung terbengkalai dan duduk di paling atas gedung sembari menatap langit.
"Setelah kekuatanku meningkat pesat aku menjadi lebih peka terhadap sesuatu, aku bahkan merasakan banyak makhluk yang hidup diluar bumi." Gumam Lin Hao.
"Hahaha.... Kau hanya merasakan sebagian saja, tapi jangan khawatir cepat atau lambat kau akan mengetahui betapa luasnya alam semesta ini, bahkan jika kau menjadi yang terkuat belum tentu kau bisa menjamah ujung semesta." Ujar suara dikepala Lin Hao yang tak lain adalah Naga Hitam.
Lin Hao terdiam, mendengar perkataan naga hitam, Lin Hao tidak bisa untuk tidak bersemangat, dia bahkan sangat ingin pergi keluar angkasa dan melihat makhluk-makhluk yang dikatakan oleh naga hitam.
"Kau jangan terlalu bersemangat dulu, walaupun kau sudah termasuk eksistensi kuat tapi diluar sana banyak yang lebih kuat dari kau, bahkan ada yang bisa menghancurkanmu hanya dengan satu jentikan jari." Ucap naga hitam saat melihat ketidaksabaran Lin Hao.
"HMmm.. baik." Ujar Lin Hao mengangguk.
"Juga kau tidak perlu keakademi argan itu, karena kau tidak akan pernah menjumpai guru itu " ujar Naga hitam yang tiba-tiba saja menyinggung akademi argan.
"Kenapa....?." Tanya Lin Hao.
"Karena guru itu tidak pernah ada, orang itu sebenarnya hanyalah klonku yang aku tugaskan untuk menjagamu, karena pada saat itu kau masih belum bisa mengendalikan kekuatanmu." Ujar Naga hitam membuat Lin Hao terkejut.
"Jadi begitu, tapi walaupun tidak ada guru aku masih akan kesana, aku ingin melihat talenta seperti apa yang berada didalamnya." Kata Lin Hao.
"Apakah kau ingin membuat pasukan." Tanya naga hitam.
"Benar, aku ingin membentuk sebuah pasukan dibumi untuk melindungi keluarga Lin, dan setelah semuanya beres mungkin aku akan meninggalkan bumi." Ujar Lin Hao.
.......
__ADS_1
Bersambungh....