
"Tingkat pelatihan supranatural meningkat sedikit, cukup bagus." Lin Hao kembali membuka matanya dan melihat kelas sudah terisi penuh oleh murid lainya.
Pelajaran kembali dimulai dengan tenang dan 4 jam berlalu dan pelajaran selesai.
Lin Hao mencangklong tasnya, dan menuju ruang olahraga di sekolah itu.
Tanpa rasa khawatir atau takut Lin Hao berjalan masuk kedalam ruang olahraga. Yang pertama Lin Hao lihat adalah suasana gelap didalam serta hawa dingin aneh yang membuat badan siapapun akan terasa kaku.
Ketika Lin Hao masuk lebih dalam, lampu remang-remang menyala di tengah ruang olahraga dan menampakan seorang wanita cantik dengan dress berwarna hitam sarung tangan hitam yang transparan serta stoking panjang hitam yang terlihat seksi.
Lin Hao masih diam, dia menatap wanita itu yang tak lain adalah Alice.
"Apakah ada yang ingin anda katakan pada saya." Ujar Lin Hao membuka suara ditengah keheningan.
Alice berjalan menuju Lin Hao dengan langkah elegan yang membuat siapapun akan meneteskan darah dari hidung jika melihatnya, itu dikarenakan Alice sangat cantik apalagi kedua gunung yang berayun disetiap langkahnya sehingga membuat pria manapun akan tunduk padanya.
Lin Hao yang merupakan pria normal pun juga tergerak, tapi dia menahanya. Dia tahu jika wanita itu sedang menjebak dirinya.
"HIHIHI... Lin Hao apakah kau tidak ingin bermain denganku." Alice mengelus dada Lin Hao dengan nada menggoda.
"Hm.. guru Alice kamu jangan memancingku untuk melakukan hal yang tidak diinginkan. jika tidak kau akan menerima akibatnya." Lin Hao masih tanpa ekspresi tapi didalam benaknya dia mencoba menahan godaan itu.
__ADS_1
"Oh... Pria kecil kau berani mengancam ku, hihihi pria kecil kau sangat menarik, tapi siapapun yang melanggar peraturan disaat jamku aku tidak bisa memaafkannya dan aku akan memberikanmu sedikit hukuman dengan memecahkan kedua telurmu itu." Kata Alice dengan senyum menyeringai.
Wajah Alice yang menyeringai seketika berubah, tendangan dengan kekuatan penuh menuju Joni milik Lin Hao.
"Wanita sialan, kau berani memprovokasi ku." Lin Hao menampar kaki Alice membuat Alice terpental kebelakang dan bersalto diudara.
Alice yang terkejut segera menyeimbangkan dirinya, kemudian menatap Lin Hao.
"Kau cukup kuat." Puji Alice yang kemudian melesat kearah Lin Hao, tapi kali ini Alice tidak mengincar Joni milik Lin Hao melainkan kepalanya.
Walaupun gerakan Alice sangat cepat, tapi gerakan Lin Hao lebih cepat, jadi dia dengan mudah menangkap kaki Alice yang hendak menendang kepalanya.
Plup...
"Huh, kau memang hebat tapi sayangnya kau bukan seorang yang terpilih." Ucap Alice menatap balik es yang didalamnya terdapat Lin Hao yang membeku.
Setelah mengatakan itu, Balok es yang tebalnya 2 meter seketika meledak dan es bertebaran kesana kemari.
Alice terkejut, dia mematung disana. Tidak menyangka jika orang yang ia serang adalah orang yang terpilih.
"Guru Alice aku akan memberimu pelajaran karena sudah menggodaku." Lin Hao menghilang dan muncul didepan Alice.
__ADS_1
Kemudian Lin Hao memegang kedua tangan Alice dengan kuat dan memojokanya ditembok, sementara itu Alice terlihat ingin melepaskan diri tapi dia tidak bisa karena tangan Lin Hao memegang kedua tangannya dengan erat.
"Tolong, lepaskan aku. Kumohon.." Alice memohon dengan wajah ketakutan.
Lin Hao tidak bergeming dan malah menyeringai, entah karena apa tapi dia suka sekali mendengar permintaan tolong dari seorang yang mengganggunya.
Dengan paksa Lin Hao mencium bibir mungil Alice. Alice awalnya menolak ciuman dari Lin Hao dan mencoba memalingkan wajahnya tapi dia tidak bisa karena merasa ada sesuatu yang menekan tubuhnya.
Alice disana hanya bisa pasrah dan menerima nasibnya karena ini murni juga merupakan kesalahannya, memprovokasi seseorang yang seharusnya tidak dia provokasi.
Lin Hao melepaskan genggaman tangan Alice dan mulai meraba raba tubuh Alice, kedua tangannya menggerayangi tubuh Alice sehingga membuat Alice berteriak dengan suara aneh.
Mendengar teriakan itu, Lin Hao malah semakin bersemangat, dan mulai memainkan kedua puncak gunung kembar milik Alice.
Beberapa saat kemudian dress yang digunakan oleh Alice sudah menghilang dari tubuhnya sehingga memperlihatkan bentuk tubuh Alice yang sangat menggoda.
Lin Hao membuka celananya, dan sesuatu yang besar terlihat dengan jelas tegak lurus bagaikan keadilan.
Ya itu adalah Joni milik Lin Hao yang sudah tidak tahan ingin mencelupkan dirinya kedalam Goa kenikmatan.
........
__ADS_1
Bersambunggg...