
Ranah Lin Hao meningkat begitu saja, entah sekarang dirinya diranah apa bahkan Lin Hao tidak tahu.
Overpower, inilah sebutan Lin Hao saat ini, dengan kemampuannya sekarang mungkin hanya beberapa entitas yang mampu menghadapinya, bahkan para dewa itu tidak layak menjadi tandingannya.
Tapi Lin Hao tidak berani sombong, dia tahu jika diatas langit masih ada langit, dan pasti disemesta yang luas ini banyak makhluk yang bisa mengalahkannya.
Lin Hao menatap Pedang kayu ditangannya dan merasakan hubungan diantara keduanya, yang kemungkinan karena kontrak darah yang dilakukan oleh Lin Hao.
"Bocah, selamat pedang itu sudah mengakuimu sebagai tuan." Ujar Naga hitam yang terdengar dikepala Lin Hao.
"Kau tahu ini pedang apa?." Tanya Lin Hao penasaran.
"Entitas kuno menyebut pedang ini sebagai pedang pemburu dewa. Pedang ini adalah pedang terkuat disemesta, satu ayunanya saja dapat membelah suatu galaxy, tapi itu juga perlu kekuatan yang besar, pedang ini memang terlihat seperti pedang kayu biasa, tapi hal yang istimewa dari pedang ini adalah Dao pedang tertinggi terpupuk didalamnya." Ujar Naga Hitam menjelaskan.
"Jika begitu bukankah aku tidak terkalahkan." Kata Lin Hao dengan bangga.
"Tidak terkalahkan apanya, walaupun pedang itu sangat kuat tapi kau masih lemah. Kau jangan bangga dengan kekuatanmu yang sekarang, karena diluar sana banyak entitas asing yang bahkan dapat memporak-porandakan multiverse, kau yang hanya dengan kekuatanmu saat ini hanya sebutir debu dihadapan mereka, bahkan hanya dengan tatapannya kau akan menghilang." Ujar Naga Hitam menjelaskan.
"Multiverse, maksudmu ada banyak alam semesta." Ujar Lin Hao terkejut.
"Hmmm... Alam semesta yang kita tinggali saat ini hanya salah satu dari banyaknya alam semesta didalam kekosongan, dan dibanyaknya Multiverse ada sebuah lingkaran tipis yang mencakup semua multiverse, tapi di atas lingkaran tipis itu tidak ada yang tahu, karena hal tentang tidak ada penjelasanya. Arghhhkk aku malah terlalu banyak menjelaskan, sudahlah nanti pada akhirnya kau akan tahu sendiri!." Ujar Naga Hitam sedikit menyesal karena terlalu banyak menjelaskan.
Lin Hao kembali sadar, kemudian dia menatap Dewi Mo Yin sejenak.
__ADS_1
"Huh, sekarang aku tahu kenapa para dewa itu mengincarnya, selain kecantikannya, wanita ini adalah kunci dari mendapatkan pedang terkuat." Batin Lin Hao.
"Nona, sekarang kau boleh pergi, aku tidak akan menghalangimu." Ujar Lin Hao dengan tatapan dingin.
"Tapi tuan, bisakah anda mengembalikan pedang itu.?" Ujar Dewi Mo Yin Ragu.
"Tidak, lagipula pedang ini sudah mengakuiku sebagai tuanya, dan kau tenang saja aku tidak akan menyalahgunakan kekuatan pedang ini." Ucap Lin Hao, Lin Hao tahu kekhawatiran yang dialami wanita itu. Dewi Mo Yin takut jika Lin Hao menyalahgunakan pedang itu untuk membantai orang-orang tidak bersalah.
Mendengar itu Hati Dewi Mo Yin menjadi sedikit lega. Pedang itu sudah tersegel pada dirinya sejak dirinya dilahirkan, entah pedang itu dari mana dan kenapa ada ditubuhnya Dewi Mo Yin juga tidak tau, tapi dulu dirinya pernah bertemu seorang kakek tua dan menyuruhnya untuk melindungi pedang yang ada ditubuhnya sampai bertemu dengan yang terpilih oleh pedang itu.
"Baiklah, kalau begitu aku bisa sedikit lega." Ujar Dewi Mo Yin.
Lin Hao mengangguk kemudian merobek ruang.
Krakkk....
" Tuan tunggu, bisakah aku ikut denganmu." Ujar Dewi Mo Yin.
Lin Hao tidak bertanya lagi, dia menarik Dewi Mo Yin dan kemudian masuk kedalam celah ruang.
Sesaat kemudian keduanya muncul ditanah gersang yang tak lain adalah reruntuhan iblis bulan.
Melihat daratan iblis bulan yang sudah hancur Dewi Mo Yin menangis sedih, sebagai pemimpin iblis dia merasa sudah gagal.
__ADS_1
Lin Hao melirik sekilas, melihat Dewi Mo Yin menangis Lin Hao terdiam, entah kenapa Dewi Mo Yin terlihat lebih cantik, dan bahkan dirinya memiliki pemikiran ingin segera menerkamnya.
"Ah, sial ini pasti karena tubuh naga." Ujar Lin Hao kesal.
Sementara itu dialam kesadaran Lin Hao.
"Hahaha... Tuan kau lupa kau pernah menjadi seorang bejat, dulu kau pernah menarik banyak wanita kedalam pelukanmu lalu kau tinggalkan begitu saja sekarang nafsumu bahkan terbawa ." Ujar Naga hitam, dengan gelak tawa yang kencang.
"Apakah kau tidak apa berada disini sendirian, jika tidak apa aku pergi dulu." Ucap Lin Hao merasa sedikit kasihan.
Mendengar itu Dewi Mo Yin segera mengusap air matanya.
"Maaf tuan, bisakah aku ikut denganmu sampai kekuatanku pulih." Ujar Dewi Mo Yin.
Mendengar itu seketika Lin Hao menyesal sudah bertanya, jika dia membawa Dewi Mo Yin kerumahnya bisa-bisa orang tuanya akan salah paham.
"Baiklah." Lin Hao kembali merobek ruang, kemudian keduanya muncul dihutan perbatasan antara kota Guangzou dan kota YingZhou.
"Akhirnya." Lin Hao menghela nafas.
Dia melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa hari sudah siang.
"Gawat, aku yakin pasti ayah dan ibu sedang mencari ku." Ujar Lin Hao segera menarik tangan Dewi Mo Yin dan segera berteleportasi.
__ADS_1
....
Bersambunghhh...