LIN HAO: BLACK DRAGON

LIN HAO: BLACK DRAGON
CH.15 - MEMBUKA SEGEL


__ADS_3

"Aku ingat dari buku kuno yang kubaca Formasi merupakan Yin dan Yang yang bersatu, jika aku bisa melepaskan Yin dan Yang itu maka formasi ini akan menghilang. Untuk mengetahuinya aku perlu menyalurkan kekuatanku kedalam tubuh Dewi Mo Yin dan mencari Yin Dan Yang yang menyatu ditubuh Dewi Mo Yin" Gumam Lin Hao dengan wajah serius.


Jika didunia nyata yang dilakukan Lin Hao ini seperti seorang anggota TNI yang yang sedang menjinakkan sebuah Bomm, tapi bedanya Lin Hao adalah sebuah formasi yang menjadi ancaman bagi wanita yang bukan siapa-siapanya itu.


Entah dengan tujuan apa Lin Hao menolongnya, dan juga apa yang ada dipikiran author hingga membuat Lin Hao menolong Dewi Mo Yin.


Lin Hao duduk didepan Dewi Mo Yin, kemudian Lin Hao memegang tangan Dewi Mo Yin yang sangat halus. Tanpa perlu lama lagi Lin Hao mulai menyalurkan kekuatan spiritualnya untuk menjelajahi formasi yang kemungkinan mata formasi itu berada ditubuh Dewi Mo Yin.


Benar saja tak lama kemudian Lin Hao menemukan mata Formasi itu memang tertanam di dantian Dewi Mo Yin. Lin Hao mengfokuskan kekuatanya dan mengarahkannya ke dantian Dewi Mo Yin, secara perlahan kekuatan spiritual Lin Hao mulai masuk. Tapi saat dirinya hendak menghancurkanya kekuatanya ditolak begitu saja.


Lin Hao tidak menyerah, dia terus memasukan kekuatan spiritualnya kedalam tubuh Dewi Mo Yin.


Kali ini Lin Hao tidak membiarkan kekuatanya ditolak, dia terus memaksanya hingga pada akhirnya kekuatan Lin Hao mengoyak Yin Yang yang bersemayam didantian Dewi Mo Yin.


Wushhh....


Krakkk...


Bang....


Segel itu terlepas membuat suara ledakan yang bergema, kekuatan deras yang menyegel Dewi Mo Yin keluar begitu saja, menyebabkan fenomena alam yang begitu kuat.


Setelah itu Lin Hao membuka matanya dan melihat situasi di sekitarnya yang telah berubah. Kenapa berubah karena Padang rumput dan gunung yang mengelilingi mereka berdua menghilang begitu saja, dan bahkan hanya menyisakan altar dan mereka berdua saja.


Dua pilar yang berada diatas altar itu seketika bercahaya emas, dan dari kekosongan seketika muncul sebuah pedang kayu dengan aura yang sangat kuno dan aneh, seolah-olah itu bukan milik alam semesta.

__ADS_1


"Bocah cepat ambil pedang itu." Ujar Naga Hitam yang tiba tiba bersuara dikepalanya.


Tanpa menunggu lama lagi Lin Hao melompat dan menangkap pedang kayu itu. Tapi saat ia henda memegangnya pancaran Dao pedang menghalanginya membuat Lin Hao terpental.


"Sial... Padahal ini hanya pancaran energinya saja, tapi bagaimana bisa sekuat ini, bahkan barier pelindungku tidak mampu menahanya." Ujar Lin Hao yang terluka karena pancaran Dao pedang.


"Jangan gunakan kekuatanmu, gunakan ketulusanmu untuk memegangnya, pedang itu adalah pedang terhebat, dan pedang itu tidak akan bisa kau dapatkan jika kau masih memiliki rasa serakah didalam dirimu." Ujar naga hitam dikepala Lin Hao.


Lin Hao mencoba melakukan apa yang dikatakan oleh naga hitam. Awalnya dia merasa sulit tapi lama kelamaan ketenangan pikiran membuatnya terbebas dari rasa serakah.


Dia perlahan mengambil pedang itu dengan mudah.


"Cepat lakukan kontrak dengan pedang itu" suara naga hitam kembali berbunyi dikepalanya.


Lin Hao hanya mengangguk lalu ia menggigit jarinya, dan beberapa tetes darah keluar dan mengenai pedang kayu itu.


"Apakah kontrak dengan pedang terhebat memang tidak memiliki reaksi apapun." Ujar Lin Hao.


"Jangan lengah, pedang ini sedang mencoba mengenalimu, jika kau cocok denganya maka kau akan mendapatkan peningkatan kekuatan, tapi jika kau tidak diterima olehnya maka kau akan menjadi musuh pedang itu." Ujar Naga Hitam dikepalan Lin Hao.


Pukk....


Sebuah tangan memegang pundak Lin Hao dari belakang. Lin Hao seketika teringat bahwa dia melupakan wanita yang telah ia selamatkan.


Lin Hao menoleh. Yang pertama Lin Hao lihat pada saat itu adalah kecantikan yang tiada Tara, mata indah berwarna biru keemasan membuat Lin Hak lupa untuk berkedip sesaat.

__ADS_1


"Ehem... Terima kasih tuan karena sudah menyelamatkanku." Wanita itu sedikit merendahkan tubuhnya untuk berterima kasih kepada Lin Hao.


Lin Hao tidak menjawab, bukanya dia tidak bisa berbicara tapi memang dia tidak tahu bahasa apa yang digunakan oleh wanita itu sehingga dia tidak dapat memahaminya.


"Naga hitam, kau tahu apa yang dikatakan oleh wanita itu." Tanya Lin Hao.


"HUH, dia berterima kasih padamu karena sudah menyelamatkanya." Jawab naga hitam.


"Begitu, jadi aku harus menjawab bagaimana." Tanya Lin Hao.


"Bocah aku akan menyalurkan pengetahuan tentang bahasa padamu , supaya kau tidak terus bertanya padaku." Ujar naga hitam kemudian menyalurkan pengetahuan tentang bahasa kepada Lin Hao.


Menerima pengetahuan itu Lin Hao terdiam sejenak kemudian ia menjawab.


"Ya" Jawab Lin Hao singkat pada dan jelas.


Sementara itu naga hitam yang melihat itu terlihat kesal, padahal dia sudah menyalurkan pengetahuannya tentang bahasa tapi Lin Hao hanya menjawab Ya saja.


Wushhhh.....


Bang.....


Bangg.....


Kekuatan dahsyat mengalir ditubuh Lin Hao membuat Lin Hao menembus beberapa ranah yang belum Lin Hao ketahui.

__ADS_1


.......


BERSAMBUNGG....


__ADS_2