
Diperjalanan Tasya Hanya melihat kanan dan kiri menikmati kota bandung di pagi hari dan inilah hidup Tanpa orang tua tampa keluarga kandung
ia sendiri tak pernah membayangkan siapa orang tuanya Muka nya saja ia tak pernah tau
***
Sampai nya di sekolah tasya berjalan di Koridor sekolah nya
banyak yang memandang sinish benci dan lain lain
bagaimana tidak? tasya dekat dengan salah satu most wanted di sekolah ini bernama
Denish Alvian Dinarga
Tasya sendiri tidak mengerti mengapa kakak kelas nya itu mendekatinya
saat ini usia tasya masih 16 tahun lebih tepat nya kelas 2 SMA karena semasa SD ia loncat dari kelas 4 langsung ke kelas 6
bahkan dia sudah mengerti pelajaran Kelas 6 di saat ia masih kelas 3 bagaimana ia tidak pintar Ia sangat hobby membaca buku bahkan Ia belum mau makan jika satu buku itu belum selesai ia baca sampai habis
"HEH ANAK HARAM!" Teriak Felysia Adnan Syliya gadis cantik yang disayangkan sifat nya yang angkuh sombong dan sok berkuasa
Felysia adalah orang yang sering membully tasya Menurut nya membully itu sudah menjadi kebiasaan nya salah satu alasan Felysia membully Tasya adalah karena Tasya memiliki bola mata biru terang yang membuat kesan cantik pada diri nya di tambah muka nya yang mendominasi ke barat baratan
"Aku bukan anak haram" Jawab tasya lirih
"HEHH LO BILANG BUKAN ANAK HARAM?!LIAT MATA LO BIRU?! LO KETURUNAN ORANG LUAR SECARA DISINI PASTI PADA TAU ORANG LUAR NEGRI ITU GIMANA?MUNGKIN LO ITU ANAK HARAM DAN DIBUANG KE PANTI" Teriak Felysia keras
Tasya menangis apa benar itu semua?karena di novel yang ia baca banyak alur nya yang seperti itu di film film yang biasa ia tonton bersama Nisa sahabat nya juga seperti itu orang luar negri yang mabuk dan berbuat yang dilarang jika belum suami istri
Felysia semakin gencar memaki dan membully Tasya sampai ketika ia sudah mengangkat tangan nya ingin menampar Tasya
Tasya yang melihat itu memjamkan matanya
ia sudah siap merasakan tampar an 'ITU' lagi
merasa cukup lama memejamkan matanya
ia tak merasa ada sesuatu yang menghantamnya ia membuka matanya
Alangkah terkejut nya di depanya adalah
Denish kakak kelas nya yang menahan yangan Felysia
tiba tiba
__ADS_1
"TASYA LOO KENAPA!? " Terlihat Anisa Haura Austina sahabat tasya yang sedang berlari menghampiri nya
dan Denish muka nya terlihat merah padam seperti sedang memendam amarah
pandangan tajam nya tak lepas dari wajah Felysia yang sudah ketakutan
tanpa banyak berbicara Denish menarik kasar Felysia pergi entah kemana
***
"LO Gapapa!" Tanya nisa khawatir
" Aku Ngak Apa apa" Sahut tasya lirih
"Kurang ajar berani berani nya Felysia buat li kayak gini lagi" Ujar nisa mengebu gebu tak terima jika sahabat nya di perlakukan seperti ini
"Mungkin Seperti ini kah takdirku?" jawab tasya lirih
Nisa yang mendengar nya memeluk erat sahabat nya ini ia bisa merasakan hidup tampa orang tua kandung dan menjadi bahan bully an di sekolah
ia berdoa. semoga Apa yang di omongkan tasya tidak benar karena nisa yakin
takdir sahabat nya tidak seperti ini
•••
"Hikkss,,Hikss,,lisaaaa" Seorang wanita dewasa cantik yang Sedang menangis tersedu sedu
Cekklekkk
Terdengar suara pintu yang dibuka dari arah luar
"Mommy makan yaa,,dari tadi momy nangis terus" Bujuk Arga Anak pertama Dari keluarga Wijaya grub
"Hikkss,,Lisaa hikks,,adik kamu hikks,,Mommy kangen" Lirih Sarah Wijaya Mommy dari Arga
"Arga udah bantu cari lisa daddy juga Mommy jangan sedih arga juga mau Lisa ketemu main kayak dulu lagi" Jawab arga membawa Mommy nya ke dekapan nya
Cekklekk
"Mommy belum makan kak?" Tanya Bagas anak kedua dari Keluarga wijaya
Arga hanya menggeleng
"Momm momy harus makan momy mau? nanti lisa sedih? gimana kalo lisa ketemu tapi Mommy sakit? bagas juga kangen sama lisa kita main kayak dulu tapi Mommy jangan gini bagas sedih" Sahut bagas menatap Mommy nya sendu
__ADS_1
"Dekk Kamu dimana?abang kangen kita main kayak dulu lagi " Batin Bagas Lirih
ia sangat menyayangi adik nya itu
karena dia anak perempuan yang di dambakan dari keluarga besar itu bibi bibi nya atau tante nya hanya memiliki anak laki laki hanya lisa yang perempuan dalam satu keluarga besar ini
ketika usia nya menginjak 3 tahun pada pesta ulang tahum merayakan hari lahir lisa
lisa hilang di culik di duga dengan musuh kerja daddy yang tahu jika lisa adalah Permata dari keluarga itu
''Udah Mommy makan dulu ya"Sahut arga
sarah pun mengangguk lemah
****
Jonathan wijaya Daddy dari Arga dan bagas sedang duduk termenung
sudah tiga belas tahun putri kecil nya hilang ia sangat sedih dan terpukul apalagi melihat istrinya yang setiap hari masuk ke dalam kamar putri nya sambil terus menangis memegangi foto lisa
bahkan jika ingin makan Jonathan harus mengancam nya jika ia tak ingin makan maka pencarian putri nya di hentikan
ia tak bisa melihat istri nya terua menerus seperti itu
ia berdoa jika putri nya sudah tiada dimana makam nya? dan di mana jasad nya?
dan jika putri nya masih ada
sedang apa sekarang?ia makan dan di mana selama ini? apa dia bahagia?
Tiba tiba ada seorang yang membuyarkan lamunan nya
"Maaf tuan" sahut Dimas Kepala keamanan dan bodyguard kepercayaan Wijaya grub
"Ada Apa?" Sahut Jonathan dingin
"Saya ingin melaporkan kal--" Ucapan nya terpotong
"Sudah saya tau kamu ingin lapor jika putri saya tidak ada di mana mana! dan sulit di temukan! benar kan?" Tebak Jonathan
"Kali ini berbeda tuan Kami sudah menemukanya di Kota bandung dia masih berada di Indonesia dan dia masih hidup menjadi gadis cantik dan cerdas" Sahut dimas
****
Sampai sini dulu ya
__ADS_1
jangan lupa pencet Tombol Like
dan Vote nya!!