
Happy Reading!!
••••
Bandung,,,
"Apa benar Ibu pernah menemui seorang bayi perempuan berusia 3 tahun dengan menggunakan dres ungu?" Tanya dimas kepala keamanan keluarga Wijaya Setelah mereka semua duduk di sofa panti asuhan yang berukuran sedang
Henny Menyeringitkan dahi nya
"Ya saya pernah menemukan nya dan saya rawat sampai sekarang jika saya boleh tau kenapa tuan bertanya seperti itu" Tanya Henny sopan
"Dia adalah putriku!!"Ucap Jonathan tiba tiba membuat Henny Dinara dan anak anak panti lainya terkejut
Bu Henny menutup mulut nya tidak percaya air mata nya menetes membasahi pipinya sama dengan dinara yang terus memeluk ibu panti nya itu sambil menangis haru ia tidak bisa membayangkan reaksi Tasya jika nanti mengetahui nya mereka sangat tau jika tasya sangat ingin bertemu dengan keluarga kandung nya
" Apa kalian membuang nya? jika kalian membuang nya apa kalian ingin mengambil nya begitu saja? percayalah gadis itu sangat merindukan dan sangat ingin bertemu dengan keluarga kandung nya''Ucap bu Henny dengan air mata
"Ada apa?ini kenapa ibu menangis"
***
"Nis aku ingin pulang lagi pula ini sudah jam pulang sekolah aku tidak ingin ibu mencari ku dan khawatir" Ucap tasya yang masih menyelonjorkan kaki nya
"Kamu serius?tapi kaki mu biru apa kamu tidak apa apa" Tanya nisa khawatir
Tasya tersenyum melihat raut wajah khawatir sahabat nyaaa
"Tidak aku tidak apa apa aku takut ibu khawatir" Sahut tasya
"Ya sudah kamu aku antar sampai ke panti" Ucap Nisa
Nisa terkadang menggunakan bahasa aku-kamu atau lo-gw karena nisa sering mengubah ubah nya
"Jangan aku tidak mau merepotkan mu" Ucap tasya
"Tidak aku tidak kerepotan sudah aku antar" Ucap nisa
"Jangan kamu pasti lelah sudah menemaniku" Ucap tasya masih pada pendirianya
"Yasudah kalo kamu tidak mau kamu akan di antar oleh supir" Ucap nisa tegas
"Tap--" Ucap tasya terpotong
__ADS_1
"Tidak ada penolakan mau atau aku antar sendiri?" Ucap nisa
"Baiklah terimakasih aku diantar supir saja" Jawab tasya pasrah
Mereka keluar dari rumah nisa
nisa mengantarkan tasya sampai gerbang rumah nya
"Hati hati ya pak jangan ngebut bantu Tasya jika mau turun" Ucap nisa memperingati
Supir itu hanya menangguk
****
Tasya saat ini telah sampai halaman panti ia mengerutkan dahi nya bingung kenapa banyak mobil yang terparkir di halaman panti
dan juga pintu masuk panti di jaga dua pria berbadan besar yang tegak
Tasya keluar dari mobil di bantu supir keluarga nisa
"Sudah pak sampai sini saja Ucapan terimakasih ya buat nisa" Jawab tasya ramah
supir itu mengangguk dan tersenyum kembali masuk ke mobil dan meninggalkan pekarangan panti
tasya melangkah masuk kedalam panti dengan berjalan pincang
"Anda siapa?" Ucap bodyguard itu
"Ahh saya anak asuh dari panti ini anda siapa ya mengapa panti ini sangat ramai" Tanya tasya sopan
"Tuan saya sedang ada di sini silahkan masuk" Jawab salah satu bodyguard itu
Tasya mengangguk ia Berjalan satu langkah ke dalam
Banyak sekali orang di dalam Ada 5 pria yang duduk 2 pria yang berdiri dan 2 pria yang berjaga tadi di depan pintu
"Ada apa?ini kenapa ibu menangis"
••••
Lisa!?
Princess!?
__ADS_1
Lirih keduanya
Semua yang ada di ruang tamu itu terkejut Tasya melihat satu orang pria yang dengan sigap langsung menengok ke arah nya
dengan wajah yang sulit di artikan
"Ada apa ini?!" Batin Tasya heran
"Lisa!?Mata itu,,Sarah putri kita sudah kembali jika kau bisa melihat nya sekarang Ia sangat mirip semasa kau remaja dulu"Guman Jonathan dalam hati nya menatap putri nya sendu
" Princess?!! Adik ku maafkan abangmu ini tidak bisa menjaga mu sampai kau menjadi korban bully di sekolah"Batin Bagas penuh sesal dan bahagia
"Tasya Kemarilah" Ucap dinara yang melihat tasya berdiri di ambang pintu
Tasya berjalan dengan menahan perih di kaki nya ke arah nya tampa melihat ke Lima pria yang duduk menatap nya dengan tatapan yang 'Aneh' Menurut Tasya
"Itu kan anak pemilik sekolah ada apa dia kemari jangan jangan ada hubungan nya dengan beasiswa ku" Batin Tasya khawatir
"Hmmm T-tuan apa kalian kemari ingin mencabut beasiswa ku? aku mohon jangan tuan aku sangat ingin bersekolah" Ucap tasya tiba tiba ia sangat tak ingin kehilangan beasiswa nya karena dengan jalan itu ia bisa bertemu dengan keluarga kandung nya
Tasya bertekad dalam dirinya Jika keluarga kandung nya tidak menginginkan dia di dalam keluarga nya dia tidak ingin membalas dendam dengan keluarga nya itu Tetapi ia ingin membuktikan jika Ia bisa hidup menjadi gadis yang pintar tampa ada nya keluarga karena menurut nya itu sama dengan sebuah tamparan keras bagi keluarga nya
Tapi itu semua Berlaku jika keluarga nya memang terbukti tidak menginginkan dia
lain hal nya jika ia hilang karena sebuah hal yang menyebab nya ia hilang
atau juga jika memang kedua orang tua nya meninggal
******************
Setelah ucapan tasya barusan suasana tampak hening
Tasya makin bingung di buat nya
Ada apa ini?
Kenapa semua nya menangis?
Mengapa dua orang pria yang berbeda usia itu terus memandangi nya?
"Jawab tasya bu ini ada apa? kalian kenapa" Ucap tasya yang sangat penasaran Akan situasi ini
***
__ADS_1
Hai sampai disini dulu ya
jangan lupa pencet tombol Like dan Vote nya!!