
Happy Reading!!
Jangan lupa like,And Vote nya♡
...----------------...
"Pukul 13:46 kematianya sus" ucap satu suster ke suster lainya ada suster yang sedang mencopot seluruh alat alat di tubuh Denish termaksud tabung oksigen nya.
Darrel?berdiri saja dia tidak anggup apalagi melihat adiknya yang sudah menjadi jenazah dia sangat menyesal kenapa ketika dia berusaha Menyelamatkan adiknya tapi tidak berhasil.
Darrel menguatkan diri nya dia baru mengabari Papah nya yang sudah di pesawat untuk pulang ke Indonesia dari jerman karena mengurus bisnis nya
Darrel melangkah gontai ke ranjang Denish dia laki laki dia pasti kuat.
"Kakak janji akan jaga gadis mu dengan baik" guman Darrel mengenggam tangan Denish yang sudah dingin "Kamu kenapa pergi secepat ini kamu ngak kasian samamamah?papah?bahkan kakak?" tanya Darrel pada jenazah Denish
"Pliase wake up!! kasiann cinta kamu ayo perjuangin jangan pergi Denishh kamu adik kakak satu satunya kakak sayang sama kamuu WAKE UP BOYY PLIASE!!" Darrel tidak menangis tapi matanya merah otot dan urat di leher nya terbentuk tangan nya mengepal entah meratapi nasib Adiknya atau merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan nyawa adik nya.
"Dok jangan seperti ini kasian dengan tuan Denish dia tidak akan bisa pergi dengan tenang, kami semua turut berduka cita atas meninggal nya tuan muda Denish" ucap satu suster mewakili suster lainya
Darrel teringat pada mamah nya diluar
kaki nya benar-benar merasa kaku dan lemas apalagi dia akan mengabarkan berita duka melihat mamah nya menangis saja hati Darrel sudah tidak kuat.
Dengan menghembuskan nafas kasar berkali kali Darrel membuka knop pintu dan keluar menghampiri semua yang diluar
......................
"DOKTER GIMANA KONDISI KAK DENISH HIKSS" Suara seorang gadis yang tadi baru saja keluar dari ruangan Denish mata Darrel terus menatap wajah Lisa gadis itu terlihat masih polos gadis baik yang pantas untuk dicintai adik nya.
Tapi dia saat ini benar benar bingung dan takut untuk mengatakan semua nya dia takut melukai hati Mamah nya apalagi Gadis pujaan hati Denish dia tidak bisa membayangkan betapa sedih nya karena Darrel sendiri pernah ditinggal oleh orang yang ia pernah cintai walaupun tidak di tinggal dengan kematian tapi dia ditinggal dengan cara di campakan.
__ADS_1
"Darrel hikss gimana kondisi Denish rel, apa dia baik baik saja hikss Jawabb! Darrel" ucap Rani yang sudah menangis tersedu sedu dia mendengar cerita dari Lisa sehabis keluar dari Ruangan Denish sambil menangis apalagi tadi banyak Suster yang berlari masuk.
"Maafin iel mah" Darrel menunduk dia meremas tangan nya sendiri dia lemah di kondisi saat ini dia lemah dihadapan mamah nya "Denish sudah sembuh mah Denish sudah ngak merasakan sakit lagi" Darrel menggenggam tangan Rani
"Apa maksudnya hikss Darrel".
"Dokter apa hikss Kak Denish sudah sembuh hikss" Pertanyaan polos keluar dari mulut Lisa yang menambah suasana hati Darrel sudah tidak karuan.
"Mahh dengerin Darrel, Denish udah ngak merasakan sakit lagi saat ini dia sudah tenang dan yang perlu mamah tau Denish sayang sama kita" ucap Darrel memegang dua bahu Mamah nya dengan lembut.
"INTINYA APAH HIKSS DARREL JANGAN BUAT MAMAH KHAWATIR!" Rani sudah kehabisan kesabaran nya
"D-denish udah ngak ada mah" ucap Darrel menunduk menyiapkan mental nya untuk mendengar tangisan dan kesedihan mamah nya dia sangat merasa bersalah dan merasa paling tidak berguna disini.
Rani dan Lisa sama sama terpaku mereka diam mendadak suasana menjadi sunyi sampai Akhirnya "D-denish" Rani diam tiba tiba dia meneteskan air mata nya kembali "DENISHH HIKSS KAMU BOHONG DARREL ADIK MU BAIK BAIK AJA KANN KAMU BOHONGG DARREL" Rani memukul mukul dada Darrel.
Darrel diam dia malah memeluk Rani erat dia tidak sanggup melihat Mamah nya seperti ini
Tanpa mengucapkan sepatah pun Rani langsung berlari masuk
...----------------...
"hikss Lisa ngak mau dengerr hikss Lisa ngakk dengerrrr" Lisa tiba tiba menutup kedua telinga nya dia sangat frustasi dengan keadaan sekarang kesedihan sangat jelas tercetak di muka nya
"Dadd hikss Kak Denish ngak boleh pergii hikss" Lisa memeluk Jonathan,Jonathan hatinya begitu terenyuh melihat putri nya seperti ini lain hal dengan sarah yang sudah menangis sarah juga baru mengetahui jika Denish adalah anak sahabat nya.
"HIKSS KAK DENIISSHH" Badan Lisa terjuntai ke lantai dengan sigap di tahan oleh Darrel yang kebetulan ada di samping nya walaupun agak jauh tapi Darrel dengan cepat menangkap badan Lisa
"Hikss hikss Dokterrr tolong kak denish" lirih Lisa lemah Darrel mematung dia bisa merasakan cinta gadis ini yang sangat besar untuk Denish andai Denish tau pasti dia sangat senang dan andai kejadian ini tidak terjadi Denish pasti akan sangat bahagia dan sangat beruntung di dunia ini.
"Saya kakak nya Denish sudah pasti saya akan merawat Denish dengan sangat baik" ucap Darrel
__ADS_1
Lisa terkejut jadi benar jika Denish memiliki kakak karena dari tadi dia hanya menyimak pembicaraan.
"HIKSS KAK DENISHH NGAK BOLEH PERGIII" Lisa meraung dengan cepat dia berlari masuk ke ruang IGD menghampiri Rani yang sedari tadi ada di dalam.
...----------------...
"K-kak Denish" Lisa mematung di tempat semua badan nya terasa lemas dia melihat wajah Denish seksama tadi mulut itu yang mengajak Lisa bicara tangan itu yang mencegah nya untuk tidak pergi mulut itu yang baru saja mengucapkan cinta dan semua tubuh itu yang memberikan Lisa kenyamanan.
"KAK DENISHH NGAK BOLEHH PERGIIII Hikss,Hikss,Hiksss" Lisa berlari langsung memeluk Denish untuk yang terakhir nya dia memeluk Denish dengan sangat erat seolah dia ingin ikut pergi atau dia ingin Denish kembali dapat dia rasakan sudah tidak ada lagi detak jantung Denish dimana di setiap detak itu ada cinta tulus yang dia berikan untuk Lisa.
"KAK DENISHH HIKSS BANGUNN JANGAN KAYAKK GINII LISA BUTUH KAKAKK MANA PAHLAWAN LISA KAKK MANAAAA" Histeris Lisa dia benar benar menjadi dia tidak perduli jika di katakan orang gila atau sejenis nya yang terpenting adalah Denish dan hanya Denis.
"Lisaaa" Sarah Jonathan Arga dan juga Kevin memanggil lisa yang menyusul ke Ruang IGD
di belakang nya ada Darrel yang kembali masuk ke ruangan ini
"KAK PLIASEE BANGUNNN JANGAN TINGGALIN LISAA KAKAK BOHONGGG MANA JANJI KAKAK UNTUK NGAK TINGGALIN LISA MANAAAA KAK!!"
BRAKKKKKK
...----------------...
Sampai sini dulu ya semua!
Author sekalian mau bilang di akhir taun ini Author mau izin untuk Up lebih jarang bisa 2 hari sekali tapi author jamin akan up tidak hiat atau apapun
Author juga harus Ujian dan lain-lainya.
Oh ya Author minta Vote dan Like kalian ya
jangan lupa Koment kasih saran dan juga pesan pesan author,, Author juga ingin tau reaksi kalian yang membaca cerita ini..
__ADS_1
Author juga minta Vote dan Like author cuma melihat jumlah pembaca , Like dan Vote tidak seimbang Sekali lagi author tidak memaksa selama sekali buat yang sudah Vote author banyak banyak berterimakasih.
See U Next Capther