
" SELAMAT ULANG TAHUN SAYANG," kata mamah Adam,
" terimakasih Mam," Kata Adam memeluk Mamihnya,
" Selamat ulang tahun Anak Nakal," Kata Nenek Adam.
" Terimakasih Nek," kata Adam
" Selamat ulang tahun Nak," Kata ayah Adam
" Terimakasih,"
"Hei Ka, Selamat ulang tahun," Kata Bagas sedikit Aneh kenapa Bagas Lihat Adam tak senang.
Semua nya pun mengucapkan Ulang tahun Untuk Adam,
" Semua ini adalah ide Kiona benar?" Kata Nenek Adam
" Benar Nek, Kiona yang merncanakan nya," kata Anisa,
" Ada Apa dengan Ka Adam Kiona, Kenapa Ia sangat waspada seperti itu," Kata Bagas Saat Kiona dan Bagas berbicara,
" Aku tidak tau Ka," Kata Kiona merasa aneh juga.
" sudah lah, yang penting kamu berhasil membawanya Kemari," Kata Bagas
" Aku juga bingung, kenapa ka Adan setuju untuk ikut dengan mu, Aku pikir dia akan menolakmu," Kata bagas lagi.
" iya,Ka, Kio juga gak nyangka, Mas Adam Mau Ikut dengan Ku,"Kata Kiona memperhatikan Adam Yang Main lepar Panah dengan anak kecil,
__ADS_1
" Bagus seperti itu," Kata Adam pada anak Kecil itu ia sengaja mengalah agar Anak kecil itu senang,
Kiona pun tersenyum melihat Adam yang mengalah pada Anak kecil
" Kiona," panggil Lala
" Lala,"
" Kenapa Gue lihat Pak Adam Gak senang ya Kio," Kata Lala
" iya La, Aku juga gak tau," Kata Kiona
" udahlah Mendingan Kita main Aja yuk," Kata Lala mengajak Kiona bermain.
Kiona pun memainkan permainan tembak menembak,
" Aku memang hebat,"
" Kau tidak sehebat aku," kata Adam
" Benarkah Apa.Kau mau mencobanya menjadi biduk manusia di sana, Agar aku bisa menembakannya tepat Di hatimu itu hah," Kata Kiona kesal
" Kau tidak perlu menembak, Karena Hati ku sudah kamu tembak," Kata Adam, Dan Berlalu meninggalkan Kiona yang Bingung dengan Apa kata Adam barusan.
APA YANG DIA KATAKAN, TIDAK JELAS, batin Kiona kesal
Adam menghampiri Bagas yang sedang bermain Pedang atau di sebut Anggar,
Bagas sedang melawan Anak kecil yang terus saja menyerang Bagas.
__ADS_1
" Berikan itu Padaku," Kata Adam, Pada Anak kecil itu yang terlihat Bingung dan Anak kecil itu pun memberikan pedang pedangannya Pada Adam.
" Lawan Aku," Tantang Adam pada Bagas,
Bagas pun melawan Adam seperti Biasa Saja,Namun makin kesini kesini Adam seperti ingin membunuh Bagas, Karena tak henti hentinya menyerang Bagas,
KENAPA KA ADAM SEPERTI INGIN MEMBUNUHKU, batin Bagas, Dan Bagas Pun Kalah
" AKU SUDAH BILANG KAU AKAN TETAP KALAH BAGAS,JADI KAU TIDAK APAT BISA MEMBUNUHKU," kata Adam berlalu dan pergi meninggalka Bagas,
ADA APA DENGANNYA,batin Bagas bertanya
Adam Pun menyederkan tubuhnya di pepohonan yang jauh di sana, Dan meminum Bir yang ia pegang di tangan nya, Dan memperhatikan Raut wajah Kiona dan Bagas yang tak tenang Dan keduanya pun memiliki Raut wajah yang tak Biasa,
" Lebih baik Kita pulang sekarang Dam, Sebelum terjadi sesuatu," Kata Jhoni di balik Pohon yang Adam Sandari.
" Tidak sekarang Jhoni, Kau Tidak lihat, Ternayata Kiona Merencanakan ulang tahunku bukan untuk membunuhku," Kata Adam
" Bisa saja kan, ini hanya Topeng untuk membuat loh percaya," kata Jhoni
" Aku masih ingin di sini Jhoni,aku ingin melihat apa lagi rencana Kiona," Kata Adam
" Tapi Anak buah gue bukan Burung hantu Bro, Yang bisa melihat di kegelapan," Kata Jhoni
" Dan ini juga sudah malam," Kata Jhoni
" Gue tetap akan si sini," Kata Adam
" Baiklah Apa Kata Loh, Tapi jangan salahkan gue kalo terjadi apa apa padamu,," Kata Bagas.
__ADS_1