
5 HARI BERLALU
Kiona mulai canggung jika berada dekat dengan Adam. Ia merasa aneh entah kenapa ada yang mengganggu hatinya
" Kaka Cantik kenapa," tanya Akila ketika ia sedang disuapi sarapan oleh Kiona
" Tidak apa apa ko sayang, Kaka tidak apa apa," kata Kiona sedikit tak tenang
" Apa,, Ada Apa, Kenapa bisa terjadi, Apa Nenek tidak apa apa," kata Adam ketika menerima telvon entah dari siapa, Kiona terus saja memperhatikan nya ketika menuruni tangga
" Baik lah aku akan segera ke sana,Apa Kiona, baik lah aku akan membawanya," Kata Adam menghampiri Kiona dan Akila
" Ada Apa, Apa yang terjadi dengan Nenek," Tanya Kiona cemas
" Nenek terserang serangan Jantung, kita harus kesana," kata Adam semakin cemas
INI PASTI GARA GARA GUE batin adam cemas
Mereka bertiga pun menuju Rumah Nenek Adam
Tidak ada satu pun yang berbicara mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing masing terkecuali Akila yang selalu bertanya pada Kiona atau pun Papah nya
APA NENEK SAKIT GARA GARA AKU, batin Kiona tak tenang Adam sudah menceritakan Padanya Tentang penolakan pernikahan nya dan berbicara Pada Mamah Adam.Dan Mamah Adam mungkin memberi tau Nenek Adam kalo Kiona menolak menikah dengan Adam dan mungkin ini yang terjadi Pada Nenek Adam sekarang
__ADS_1
BAGAI MANA INI, batin Kiona merasa bersalah
INI SEMUA SALAH GUE, batin Adam. Adam merasa bersalah karena telah berbicara seperti itu pada Mamah nya, Ia tak tau skuensi nya akan seperti ini terhadap Nenek nya,
SESAMPAINYA DI RUMAH NENEK ADAM
Adam langsung Masuk begitu saja ke rumah Neneknya ia tak peduli sapaan para pelayan dan melewati mereka.
" Pagi Tuan Adam," sapa pelayan pada Adam Namun Adam tak menggubris mereka.
" Pagi Nyonya, Nona Akila," sapa Salah satu seorang pelayan, mungkin kepala pelayan pada Akila dan Juga Kiona
" Pagi Pak," jawab Kiona sopan dan membuat Para pelayan tercengang karena Calon Istri Tuannya sangat lah sopan, berbeda dengan Kirana yang sombong.
" iya berbeda dengan nona Kirana yang sombong,," kata Pelayan yang satu lagi
" untung saja Eyang memilih istri yang cocok untuk Tuan Adam," kata Pelayan lagi
" Berhentilah bergosip, kembali bekerja," kata Kepala pelayan dan mereka pun menurutinya dan bubar
DI KAMAR NENEK ADAM
Adam melihat Nenek nya tertidur di atas Kasur dan terdapat alat alat Dokter di sisi kanan Kiri Neneknya.
__ADS_1
Mamah Adam tak henti hentinya menangis.
Ayah Adam pun berada di sana
" Bagai mana keadaan Nenek Mam," tanya Adam pada Mamah nya
" Kamu tidak lihat, bagai mana keadaan nya sekarang hah," kata Mamah Adam marah
" Sabar sayang," kata ayahnya Bagas dan juga Adam menenangkan istrinya
" ini semua salah kamu, ADAM," kata Mamah Adam marah
Adam yang biasanya melihat Mamah nya tenang kini seperti ini membuat ia semakin bersalah dan cemas
" Bukan Pak Adam yang salah Tante, ini semua salah Kiona," Kata Kiona menghampiri mereka dan menangis di depan tante dan Nenek Adam yang tertidur karena serangan jantung
"Nek, Maafin Kiona? Kiona yang salah sudah membuat Nenek seperti ini, Maafin Kiona Nek, Kiona Janji Akan menuruti semua keinginan Nenek, Asal Nenek kembali sehat," Kata Kiona menangis dan tulus
" Sudah lah nak, ini bukan salah Kamu sayang," kata Mamah Adam dan memeluk Kiona yang menangis
" Ini semua salah Kiona Tante, Kalo Kiona tidak menolak pasti Nenek tidak akan seperti ini Tan," kata Kiona yang Masih menangis
" tidak sayang, sepenuh nya ini bukan salah kamu sayang," kata Mamah Adam menenangkan Kiona yang terus saja menangis hawatir dengan keadaan Nenek Adam.
__ADS_1
Tante Rima pun membawa Kiona yang menangis keluar dari kamar Nenek Adam