Love For You

Love For You
19


__ADS_3

Nathan bangun lebih dulu dari Mely sudah siap tapi pagi Nathan belum lengkap jika ngak ada Mely


"Sayang bangun ."ucap Nathan


"Egghh ! kamu udah siap."ucap Mely


"Kamu kenapa sakit."tanya Nathan


"Ngak aku cuman kurang semangat aja karna aku ngak bisa lagi liat wajah suamiku yg tampan ini".jawab Mely memasang kan dasi Nathan


"Maaf ya aku makan siang di rumah aja biar kamu liat aku".jawab Nathan


"Ok aku tunggu maaf ya kayak nya kamu sarapan di kantor aja".ucap Mely


"Iya ngak papa sayang."ucap Nathan ingin berangkat kerja


"Tunggu Nathan".ucap Mely mendekat lagi


"Iya ada apa."ucap Nathan


"Emm ! aku mau mencium mu boleh".ucap Mely malu malu


"Tentu saja".ucap Nathan senang .Mely mencium kening Nathan lama dan kembali ke bibir nya sampai meneteskan air mata


Aku ngerasa ini pertemuan terakhir kita Nathan.batin Mely


"Kamu kenapa".ucap Nathan


"Ngak papa kok rasa nya kekuatan ku bertambah saat aku mendengar detak jantung mu".ucap Mely mendengar kan detak jantung Nathan


"Jantung ku selalu berdetak selama melihat kamu tersenyum".jawab Nathan


"Selamat bekerja suami ku".ucap Mely melambaikan tangan nya setelah Nathan bekerja Mely mandi dan turun untuk sarapan


"Kamu kenapa murung aja".tanya Mely melihat Adel murung


"Hah! biasa kak anak muda".jawab Adel mengunyah makan nya


"Kak Nathan mana kak."tanya Adel


"Tadi kakak bangun telat karna takut telat Nathan sarapan di kantor."jawab Mely


"Kak Adel mau curhat. "ucap Adel


"Masalah apa."tanya Mely


"Jadi di kampus aku suka sama cowok tapi aku ngak tau dia suka apa tidak sama aku menurut kakak aku harus bagaimana".ucap Adel


"Jika kamu suka seseorang kamu perjuangkan meski dia tidak tau kalau kamu menyukai nya jadi la sahabat nya agar kamu tau isi hati nya".jawab Mely


"Ya ila kak aku ngak bisa mengotrol diri ku saat dekat sama dia".ucap Adel


"Siapa yg sudah mencuri hati mu."tanya Mely santai


"Nama nya Deon kak dia itu sangat baik dan juga manis dan tampan ya walau tidak setampan kak Nathan".jawab Adel


Kenapa nama nya hampir mirip sama Leon .batin Mely


"Kak aku berangkat kuliah dulu".ucap Adel berdiri


"Ya kamu hati-hati di jalan".ucap Mely


Siang nya Mely sudah menyiap kan makan siang dengan semangat tapi Nathan belum datang Mely tetap menunggu Nathan sampai jam 14 :15 menit akhirnya Mely memutuskan menelpon Nathan tapi no Nathan tidak bisa di hubungi


"Nathan kemana sih kok ngak bisa di hubungi buat aku khawatir aja".ucap Mely cemas


"Semoga Nathan baik - baik aja kenapa aku lupa nyimpen no Roy jadi gini kan".gumam Mely


Dret dret dret

__ADS_1


Panggilan video dari no tidak di kenal tapi Mely mengacuhkan nya tapi no itu terus menelpon


"Siapa sih."ucap Mely kesal dan menjawab nya


"Hallo sayang kamu liat deh aku punya kejutan buat kamu".ucap seseorang yg menelpon Mely


"Nathan."ucap Mely terkejut


"Emm udah ku bilang menjauh dari nya tapi kamu tak pernah mendengarkan aku."ucap orang itu


"Lepaskan Nathan Farid".teriak Mely


"Kamu tau kan permainan nya aku tunggu sayang aku akan kirim lokasinya inget jangan bawah polisi" .ucap Farid memutuskan telpon nya dan Mely menangis sejadi-jadi nya


"Ngak ngak aku harus selamat kan Nathan ya Bagas aku akan meminta bantuan Bagas".ucap Mely lalu pergi ke alamat yg di kirim kan Farid sebelum itu Mely menelpon Bagas dan menyuruh Bagas mengikuti nya Mely sampai di suatu tempat dan Bagas juga mengintai dari jauh


"Dimana Nathan" .teriak Mely kepada penjaga itu Mely di bawah masuk ke dalam gudang


"Nathan" .teriak Mely


"Siram."teriak Farid untuk membangun kan Nathan


"Siapa yg menyiram ku."teriak Nathan se ingat Nathan saat ingin pulang untuk makan siang ada mobil mengikuti nya dan menghadang jalan nya setelah itu Nathan di pukuli hingga pingsan


"Nathan kamu ngak apa-apa".tanya Mely khawatir


"Kamu tenang sayang dia ngak apa-apa."ucap Farid


"Berani nya kamu memanggil istri ku sayang."teriak Nathan emosi


"Hahahaha ! sekarang mukin dia istri kamu tapi sebentar lagi dia akan menjadi milik ku".ucap Farid dengan tawa nya


"Pasti kamu Farid dengar kan aku baik baik Mely hanya milik ku aku tidak akan melepaskan nya aku tidak selemah Leon yg bisa kalah sama kamu."ucap Nathan tegas


"Pukul dia".teriak Farid anak buah Farid memukuli nya


"Farid hentikan."teriak Mely


"Mely sayang kamu sendiri tau pelaturan permainan nya".ucap Farid


"Aku sangat sangat mencintai nya Farid aku ngak bisa jauh sama Nathan".ucap Mely


"Sama sayang aku juga ngak bisa jauh sama kamu."ucap Nathan


"Pukul lagi dia".teriak Farid


"Hahahha ! Farid Farid meski kamu membunuh ku kamu ngak akan bisa miliki Mely contoh nya setelah kamu melenyapkan Leon kamu ngak bisa miliki Mely meski kamu juga melenyapkan aku kamu juga ngak akan bisa miliki Mely".ucap Nathan berusaha menggapai pisau nya di belakang nya


"Farid aku mohon kali ini aja aku sangat mencintai Nathan aku ngak sanggup hidup tanpa Nathan".ucap Mely tulus


"Lalu bagaimana dengan ku Mely bertahun-tahun aku menunggu cinta mu sampai Leon ingin menikahi mu dan sekarang kamu sudah jadi milik orang lain tapi itu tidak menghalangi cinta ku jika aku tidak bersamamu aku bisa gila Mely" .ucap Farid frustasi


"Cinta mu itu salah Farid aku sudah menikah dengan Nathan dan aku mencintai nya aku yakin di luar sana masih ada wanita yg mencintaimu" .ucap Mely


"Ngak aku hanya mencintaimu Mely".teriak Farid


Buuk


Nathan memukul Farid karna ikatan Nathan berhasil lepas


"Mely hanya milik ku jangan harap kamu mau mengambil nya dari ku".teriak Nathan memeluk Mely


"Ayo kita pergi dari sini."ucap Nathan menarik tangan Mely


"Habisi pria itu".teriak Farid ke anak buah nya


"Kamu mundur biar aku yg menghadapi mereka".ucap Nathan menghajar anak buah Farid dan juga Bagas datang membantu Nathan saat Nathan berkelahi Farid menembak nya


"Nathan awas."teriak Mely

__ADS_1


Dor


Mely sudah ada di depan Nathan dan tak sadar kan diri


"Mely bangun".ucap Nathan


"Maafkan aku Mely kenapa kamu lakuin ini ngak ngak kamu ngak boleh pergi" ucap Farid frustasi


"Kenapa kamu menembak nya bodoh."teriak Nathan dan memukuli Farid


"Mel kamu bertahan aku akan panggil ambulance".ucap Agatha


"Nathan hentikan mending kita bawah Mely ke rumah sakit soal orang ini nanti kita urus Mely harus segera kita bawah ke rumah sakit."ucap Bagas menenangkan Nathan


"Mely aku mohon kamu bertahan demi cinta kita k.kamu ngak boleh ninggalin aku".ucap Nathan berderai air mata dan menggendong Mely tidak lama ambulance datang membawa Mely ke rumah sakit dokter di ambulance mengobati luka Mely


"Kita harus segera membawa pasien ke rumah sakit pasien harus segera di operasi".ucap dokter


"Lakukan apa pun dok biar istri saya selamat."ucap Nathan mengengam tangan Mely


"Mel kamu yg kuat ya."ucap Nathan meneteskan air mata


"Kayak nya pasien ingin berbicara sama bapak".ucap dokter itu melihat Mely sadar


"Iya Mel mau ngomong apa disini ada aku".ucap Nathan mendekat kan telinga nya ke bibir Mely


"A..a...aku....ucap Mely terbata


"Iya disini aku kamu kenapa apa yg sakit "ucap Nathan menghapus air mata nya


"A....a....aku .....m..m...mencintaimu."ucap Mely kembali lagi tak sadar kan diri


"Iya aku juga mencintaimu".bisik Nathan ambulance sudah datang ke rumah sakit Mely segera di tangani


"Nathan kok ada darah Mely kenapa Nathan "ucap mama nya cemas tadi Agatha menelpon tante Anin bahwa Mely masuk rumah sakit


"Mely ma dia .. dia tertembak."ucap Nathan


"Apa! .ucap mama nya kaget


"Keluarga pasien".ucap suster keluar dari ruangan Mely


"Iya sus kami keluarga nya".ucap Nathan


"Kami harus mengoperasi pasien untuk mengeluarkan peluru nya tolong tanda tangani tanda persetujuan".ucap suster dan Nathan menanda tangani nya Mely segera di operasi


Bagas sudah mengabari bunda dan papa nya Nathan mereka segera meluncur ke tanah air Nathan nampak gelisah


"Kamu tenang Nathan duduk dulu".ucap Bagas


"Gimana aku bisa tenang istri ku tertembak."ucap Nathan frustasi


Bunda dan papa nya sudah datang tapi Mely belum selesai di operasi


"Kenapa Mely bisa tertembak."tanya papa nya ke Bagas


Bagas menceritakan semuanya tante Nesa kaget mendengar cerita Bagas


"Nathan bersyukur miliki Mely yg sangat besar cinta nya."ucap bunda nya


"Mely memang sangat sangat mencintai Nathan".ucap mama nya menangis


"Mely pasti baik baik saja kamu tenang ya Nin".ucap bunda nya


"Keluarga pasien".ucap dokter


"Iya dok gimana keadaan istri saya."ucap Nathania khawatir


"Peluru nya hampir mengenai jantung nya kami sudah mengeluarkan peluru nya pasien banyak kehilangan darah dan kami tidak ada persediaan golongan darah pasien."ucap dokter

__ADS_1


"Saya ibu nya dok ambil darah saya saja".ucap mama nya


"Dokter ....dokter jantung pasien berhenti berdetak".teriak suster


__ADS_2