
Cklek
Seseorang datang dengan terburu buru
"Syukurlah kau datang nak".ucap mama nya
"Kak dia menculik kami "ucap Riana
"Apa kalian baik baik saja".ucap Rizal khawatir
"Hei kamu kesini".ucap Rizal dan pria itu mendekat
"Aku akan memberi kamu pelajaran buka topek kamu".ucap Rizal dan pria itu membuka topeng nya tapi membelakangi Agatha Riana dan mama nya
Bug
"Ini karna kau menculik istri ku".ucap Rizal memukul pria itu
Bug
Ini karna kau menculik mama ku
Dan ini karna kau menculik adik ku yg lagi sakit
Bug
Pria itu sudah babak belur tidak melawan dan menahan kesakitan dengan terjatuh ke lantai dan wajah nya terlihat .Agatha kaget dan langsung menghampiri pria itu
"Bagas kamu ngak papa".ucap Agatha kaget dan menghampiri nya
"Minggir dek kamu ngak usa belain dia, dia perlu di beri peringatan."ucap Rizal emosi
"Bang ku mohon aku sudah terluka berjauhan dengan nya jangan pukuli lagi Bagas" .mohon Agatha
"Bang aku punya alasan kenapa aku melakukan nya" .bela Bagas menahan sakitnya
"Katakan pada ku kenapa kamu menculik keluarga ku".ucap Rizal menahan emosi nya
"Tadi saat aku ingin menemui Nathan Mely memaksa ku untuk memasak bersama Agatha karna dia lagi mengidam dan kami menemui Agatha dan setelah pulang anak buah ku menelpon memberi tau bahwa Rina mengetahui aku bertemu dengan Agatha dan dia akan membunuh Agatha aku ngak bisa mengambil resiko jadi aku menculik mereka ".jelas Bagas menahan sakitnya
"Hiks hiks maafin aku Bagas aku mau jelasin ke jadian waktu di kantor itu."ucap Agatha memeluk Bagas dengan erat
"Hei jangan nangis aku tau kok kamu ngak mungkin hianatin aku" .ucap Bagas mengusap pipi Agatha
"Sekarang berdiri".ucap Rizal dan Bagas hanya menurut
"Kenapa kamu ngak bilang sama aku".ucap Rizal kesal karna Bagas bertindak sendiri
"Aku ngak banyak waktu bang awal nya Nathan memberi saran bahwa akan menjebak Rina tapi sebelum kami melaksanakan nya Rina udah memerintahkan anak buah nya untuk bunuh Agatha".ucap Bagas
"Kamu memang calon adik ipar idaman."ucap Rizal memeluk Bagas
"Bang lepas kamu bisa membunuh ku".ucap Bagas
"Sory sory."ucap Rizal nyengir
"mama ngak ngerti apa yg kalian bicarakan."ucap mama nya
"Maafin aku tan udah culik kalian aku terpaksa ngelakuin ini semua."ucap Bagas menunduk
"Tak apa nak jika ini demi kebaikan bersama."ucap mama nya
"Sebenarnya".ucap Bagas menceritakan semua nya mereka terkejut dengan cerita Bagas kecuali Rizal karna dia udah tau semua nya
"Tunggu deh saat ada seseorang laki laki tiba tiba datang itu siapa karna jujur aku ngak kenal sama dia".ucap Agatha
"Gawat jangan cerita sama dia aku bisa dalam bahaya karna ide ku kalian terpisah".bisik Rizal ke Bagas
"Itu ma derita abang karna udah buat aku babak belur ini giliran abang.'"bisik Bagas
"Kenapa kalian bisik bisik tetangga."ucap Agatha
"S..sebenarnya itu ide ku biar kamu ngak curiga dan Bagas bisa jauhin kamu ini demi keselamatan kamu."ucap Rizal takut
"Jadi itu semua rencana abang ,abang tau selama aku ngak ketemu sama Bagas aku tersiksa bang."ucap Agatha marah dan mencewer Rizal
"Aw aw ...jangan di jewer sakit, sayang tolongin aku."ucap Rizal meringis mengadu ke Riana
__ADS_1
"Lepasin sayang bang Rizal, aku mau ngomong sama dia".ucap Bagas serius dan Agatha melepas jeweran nya
"Apa yg harus kita lakukan selanjutnya."ucap Bagas .Rizal ingin menjawab tapi ponsel Bagas berdering
Ya.....ucap Bagas
Tuan ada seseorang mengintai rumah ini dari dalam mobil kayak nya dia mengikuti tuan Rizal kita harus bagaimana.ucap penjaga di luar
"Kalian bersikap biasa aja biar mereka ngak curiga bentar lagi saya akan turun".ucap Bagas
Tut
Dan Bagas menelpon lagi
"Hallo Than apa sudah siap ada seseorang mencurigakan aku yakin itu anak buah Rina atau Rina juga ada di sana" .ucap Bagas
"*I*ya aku sudah di posisi ku kalian bisa kesini".ucap Nathan di sebrang telpon
"Terimakasih Than udah membantu ku aku titip Agatha dan keluarga nya."ucap Bagas
"Apa maksud nya apa kamu ngak ikut".ucap Nathan
Tut
Bagas memutuskan telpon nya lalu menghadap Rizal
"Bang lewat la dari pintu belakang bersama mereka setelah abang keluar dari pintu belakang jalan aja lurus setelah 15 menit kalian akan menemukan mobil Nathan dan ikut la dengan nya ".jelas Bagas
"Dan kamu."ucap Rizal
"Aku akan tetap di sini aku akan menuntaskan masalah nya aku yakin Rina ada di depan aku titip Agatha bang "ucap Bagas
"Apa yg kamu katakan kita akan pergi sama sama nanti jika kamu kenapa napa gimana aku ngak mau lagi kehilangan kamu" ucap Agatha khawatir
"Sayang dengerin aku yakin la aku akan Kembali karna aku sangat mencintai mu jika aku ngak nyelesaikan masalah ini Rina akan selaluu menganggu hubungan kita aku ngak mau itu dan sekarang aku akan berjuang demi hubungan kita apa pun yg terjadi nanti nya kamu harus terima meski kehilangan ku aku sangat mencintai mu".ucap Bagas mencium kening Agatha sangat lama
"Kamu akan kembali kan melanjutkan rencana pernikahan kita".ucap Agatha
"Iya sekarang pergi la aku sangat mencintaimu" .ucap Bagas tersenyum
"Aku juga sangat mencintaimu cepat la kembali ."ucap Agatha tersenyum
"Tuan tuan mereka menyerang kita."ucap seorang penjaga
"Maaf jika aku tidak kembali".bisik Bagas di telingan Agatha
"A...apa yg kamu katakan."ucap Agatha takut
"Pergi la bang".ucap Bagas mereka pergi dan Bagas pergi untuk menemui Rina
###
"Bang Rizal ."teriak Nathan melambaikan tangan
"Nathan."ucap Rizal
"Ayo bang masuk ke mobil" .ucap Nathan
Tapi gimana sama Bagas".ucap Agatha
"Kamu tenang aja dia akan kembali".ucap Nathan mempersilakan mereka masuk
#####
"Katakan apa yg kamu inginkan".ucap Bagas ke Rina
"Dirimu."ucap Rina
"Kamu tau Rina aku ngak bisa hidup tanpa Agatha aku sangat mencintai nya tolong jangan nganggu kehidupan ku lagi ".ucap Bagas
"Bagas aku ingin hidup bersamamu aku ingin bahagia bersama mu".teriak Rina
"Kebahagiaan ku ada pada Agatha... Rina pahami itu aku lebih baik mati jika tidak bersama nya" .ucap Bagas
"Aku ngak biarin kamu milik orang lain" .ucap Rina
"Aku hanya mencintai Agatha .....Rina".teriak Bagas
__ADS_1
"Engak Bagas" .teriak Rina
"Aku ngak rela kamu hidup bersama orang ain Bagas".ucap Rina lagi
Dor
Seseorang menembak
"Kenapa kamu menembak nya."ucap Rina
"S.ssampaikan kepada Agatha bahwa aku sangat mencintai nya".ucap Bagas lalu jatuh ke lantai
"Bagas."teriak Rina mendekati Bagas membawa nya ke rumah sakit
#####
"Karna di dalam rumah itu sudah di pasang cctv oleh Nathan jadi mereka mengetahui kejadian itu
"Hah! aku terlambat semoga tidak terjadi apa apa sama Bagas".ucap Nathan menahan amarahnya
"Hei bodoh kenapa kamu tidak melawan nya".teriak Rizal meneriaki Bagas di balik layar nya Nathan memasang nya karna ingin mengetahui semua nya dan bisa menolong Bagas kapan saja tapi dia terlambat melihat Bagas terjatuh tidak sadarkan diri membuat Agatha syok dan menangis
"Bagas" .lirih Agatha menangis
"Ikuti kemana tuan Bagas di bawah".ucap Nathan menelpon seseorang setelah mengentahui Bagas di bawah ke rumah sakit mereka meluncur kesana saat mereka tiba sudah ada Rina dan seseorang yg menembak Bagas tadi
"Kenapa kau mengambil Bagas dari ku".teriak Agatha ke Rina
Plak
Agatha menampar Rina semua orang kaget apa yg di lakukan Agatha
"Kenapa hah hiks hiks."ucap Agatha menangis
"Aku.....aku."ucap Rina terbata dan seorang dokter membuka pintu dan menggeleng
"Gimana dok".ucap Agatha
"Maaf nona jantung pasien sudah tidak berfungsi lagi kami ngak bisa lakukan apa apa lagi".ucap dokter
"Kami turut berduka cita" ucap dokter itu lagi Agatha merasa lemas dan pingsan Rizal segera membawa nya ke ruang perawatan
"Apa secinta itu kamu sama dia sampai kamu rela ninggalin dunia ini".ucap Rina melihat jasad Bagas lalu pergi .selama 20 menit pingsan Agatha sadar dan ingat kejadian bahwa dokter mengatakan bahwa Bagas telah tiada Agatha hanya bengong dan menangis Riana menuntun Agatha menemui Bagas untuk terakhir kali di sana sudah ada mama Rizal Nathan seorang yg menembak nya
"Agatha temui la Bagas untuk terakhir kali sebelum Bagas di kubur" .ucap Riana berusaha tegar dan Agatha mengikutinya tidak bicara apa apa hanya memandang nya
"Katakana pada ku Nathan gimana cara kamu saat membangunkan Mely pada saat jantung nya berhenti berdetak".ucap Agatha dengan air mata terus mengalir mereka merasa pilu melihat keadaan Agatha
"Katakan kepada ku Nathan gimana cara nya."teriak Agatha mencengkram kemeja Nathan
"Kamu tenang Tha kamu harus iklasin Bagas".ucap Rizal
"Bang selama ini ngak ada yg bisa menarik hati ku dan saat dia datang ke hidup ku dia dia menarik mencuri bahkan masuk ke hati ku tapi sekarang apa yg terjadi dia ninggalin aku begitu saja".ucap Agatha
"Maaf Tha sebaiknya kita mandikan Bagas dan segera mengubur kan Bagas".ucap Nathan
"Tapi apa kita tidak menunggu mama nya dulu "ucap Rizal
"Aku udah telpon mama nya masih di luar negri jarak dari sana kesni sangat jauh jadi mama nya menyerah kan pemakaman Bagas sama kita."jelas Nathan mendorong brangkar Bagas untuk di mandikan
"Kau mau membawa nya kemana Nathan jangan membawa nya pergi dari ku atau kau akan ku pukul."ucap Agatha menahan nathan
"Tha kasian Bagas iklaskan dia biar dia tenang di alam sana ".ucap Natha mendorong jasad Bagas lagi
"Nathan kembalikan Bagas sama aku".teriak Agatha dan mengamuk sampai pingsan lagi kejadian itu di awasi oleh Rina
"Agatha sangat mencintai Bagas aku salah memisahkan mereka ini semua salah ku".ucap Rina menyesal
"Sebaiknya aku pulang ke negara ku sendiri setelah pemakaman Bagas selesai ".gumam Rina
Pemakaman Bagas selesai di hadari oleh keluarga saja dari kejauhan Rina meneteskan air mata lalu pergi berusaha mengikhlaskan Bagas
"Hiks hiks apa kamu tega ninggalin aku sendiri di sini kenapa kamu ngak ngajak aku pergi."ucap Agatha menangis
"Hati ku sakit perih terluka kamu tinggalkan bahkan kamu pergi untuk berjumpa dengan ayah ku yg jahat itu kamu tega sama aku hiks hiks "ucap Agatha memeluk nisan Bagas
"Tha pulang yuk bentar lagi mau turun hujan."ucap Riana ngak tega melihat Agatha
__ADS_1
"Iya sayang nanti kamu sakit lagi kita pulang dulu nanti jika kamu merindukan Bagas kita kesini lagi".bujuk mama nya
"Kalian pergi kalian ngak tau rasanya kehilangan hidup Bagas adalah hidup ku setiap detik aku merindukan nya sebaiknya kalian saja yg pergi."bentak Agatha masih memeluk nisan Bagas sampai pingsan lagi Rizal membawa adik nya pulang lagi dengan hati yg luka melihat cinta adik nya yg telah tiada sekaligus sahabat nya