
Bagas kembali ke kantor Nathan sebenarnya Bagas datang ke kantor Nathan untuk pamit bahwa dia akan pergi ke luar negri
*A*ku sangat merindukan nya hhmm aku senang liat dia senyum kayak tadi dia pasti senang karna Mely udah sadar meski senyum nya bukan buat ku tapi aku tetap bahagia.batin Bagas
"Ini berkas nya" ucap Bagas memberikan ke Nathan
"Kenapa sih tuh muka dari pertama datang di tekuk terus". ucap Nathan tersenyum
"Kemarin kemarin wajah nya datar terus dan sekarang senyum terus".ucap Bagas
"Iya dong kan istri ku udah sadar dan kamu juga cepatan resmiin Agatha jangan main main lho."ucap Nathan
"Aku tak pernah main main sama Agatha tapi aku ngak bisa maksain jika dia tidak bisa mencintai ku" jawab Bagas
"Aku kesini mau pamit."ucap Bagas lagi
"Mau kemana lagi."tanya Nathan
"Aku mau keluar negri tapi aku khawatir mama tinggal sendiri".ucap Bagas
"Ya ila baru peduli lho ".ucap Nathan
"Iya dulu aku liburan sebentar sebentar dan ini mungkin lama aku udah ngomong sama mama tapi mama ngak mau ikut karna jika mama rindu sama papa mama akan ke pemakaman papa jika mama ikut mama ngak bisa ke pemakaman papa" .jelas Bagas
"Kamu tenang aja nanti jika Mely udah sembuh aku dan Mely akan berkunjung."ucap Nathan
"Makasih ya Than.ucap Bagas
"Kapan kamu berangkat."tanya Nathan
"Bentar lagi."jawab Bagas
"Aku balik ya Than nanti telat semoga Mely cepat sembuh "ucap Bagas
"Ya terimakasih ya bro lho hati- hati di sana".ucap Nathan memeluk Bagas lalu Bagas pergi untuk ke bandara
*S*emoga kamu bahagia Tha meski ngak bersama ku biar la aku membawa luka ini pergi.batin Bagas lalu meluncur ke bandara
Saat makan siang Nathan pulang karna ngak ada kerjaan dan juga Nathan memikirkan kesehatan Mely terus
Cklek
Mely tertidur dengan pulas Nathan mendekat ikut berbaring dan memeluk Mely
"Nyenyak banget tidurnya".ucap Nathan pergi kekamar mandi dan keluar dengan baju santai nya
"Hallo dok bisa ke rumah saya sekarang."ucap Nathan di telpon
"Ngak dok cuman memeriksa keadaan istri saya"ucap Nathan
"Saya tunggu ya dok"ucap Nathan
__ADS_1
"Kamu udah pulang".tanya Mely bersender di kepala ranjang
"Iya sayang."ucap Nathan mendekat
"Agatha kemana kenapa kamu sendiri".ucap Nathan lagi
"Udah aku suruh pulang tadi aku mau istirahat dari pada dia nungguin aku tidur mending aku suruh pulang aja".jawab Mely
"Bentar lagi dokter datang untuk melepaskan infus nya aku tunggu di bawah dulu".ucap Nathan pergi tak lama Nathan datang bersama dokter .dokter memeriksa Mely mencabut infus nya setelah itu pergi
"Huh! akhirnya bisa lepas juga" .gumam Mely
"Mel buka baju mu."ucap Nathan santai
"Mau ngapain aku lagi sakit Nathan".ucap Mely takut
"Idih biasanya aku yg selalu pikiran nya kotor dan sekarang kamu aku mau ngobatin luka kamu."ucap Nathan meletakkan nafan untuk mengobati luka Mely dan mengoleskan salap ke luka Mely
"Maaf gara-gara ingin nyelamatin aku kamu jadi harus nahan sakit".ucap Nathan
"Aku kan cinta kamu aku ngak akan biarin kamu terluka".ucap Mely
"Aku juga cinta kamu aku ngak biarin kamu pergi dari ku dan selalu ngelindungi kamu."ucap Nathan
"Katakan pada ku selama ngak ada aku apa ada cewek lain yg mendekat".ucap Mely
"Ada aku selalu memandang wajah nya saat aku kerja selalu tidak fokus memikirkan nya ".jawab Nathan
"Mely Alana Meisia."jawab Nathan
"Itu kan nama ku".ucap Mely
"Gimana ada cewek yg mau dekat aku jika aku selalu khawatir dengan keadaan kamu."ucap Nathan mendekat kan wajah
"Nathan aku masih sakit lho".ucap Mely
"Kapan sih sembuh nya".ucap Nathan kesal
"Aku mau liat mama dulu" .ucap Mely
"Apa kamu bisa jalan sendiri apa perlu aku anterin".ucap Nathan
"Ngak usa aku bisa sendiri".ucap Mely berdiri pergi menuju kamar mama nya
Cklek
"Ma apa Mely boleh masuk."ucap Mely
"Iya sayang masuk aja".ucap mama nya berbaring
"Mama pasti capek ngurusin restoran sini ma biar Mely pijitin."ucap Mely duduk di kasur mama nya
__ADS_1
"Ngak usa sayang kamu kan baru sembuh nanti kamu sakit lagi".ucap mama nya
"Ngak papa ma Mely udah sembuh."ucap Mely mulai memijat kaki mama nya
"Mama bahagia bisa liat kamu lagi mama ngak tau jika kamu ngak ada".ucap mama nya mengelus kepala Mely
"Maafin Mely ma udah buat mama nangis dan khawatir".ucap Mely
"Ngak papa sayang yg penting kamu udah sembuh dan cepet cepet kasih mama cucu."ucap mama nya
"Ih mama kok balik ke situ lagi sih."ucap Mely malu mama nya hanya tersenyum liat Mely
"Mama tau sebelum Mely sadar Mely ketemu sama ayah."ucap Mely
"Ayah kamu bilang apa".ucap mama nya antusias
"Ayah bilang Mely harus kembali dan juga setelah Leon meninggal baru kali itu Mely ketemu sama Leon Mely lega seakan beban Mely terangkat dengan kesalahan Mely dan Mely udah mintak maaf sama Leon" .jelas Mely
"Sayang itu bukan kesalahan kamu itu semua takdir jangan nyalahin diri kamu terus."ucap mama nya
"Iya ma Mely ngak akan nyalahin diri sendiri lagi "ucap Mely tersenyum
"Emm anak mama sudah dewasa sekarang" .ucap mama nya memeluk Mely
"Selama ini Mely kayak anak kecil apa "ucap Mely
"Iya dulu itu kamu sama seperti anak kecil tapi sekarang berbeda bahkan kamu udah nikah dan mama harus terbiasa ngak ada kamu."ucap mama nya meneteskan air mata
"Ma meski Mely udah nikah maupun punya kelaurga sendiri tapi Mely tetap anak mama ."ucap Mely
"Iya sayang."ucap mama nya
"Mending kamu balik ke kamar gih nanti Nathan nungguin kamu ."ucap mama nya
"Iya ma."ucap Mely. tante Anin mencium kepala Mely lalu Mely pergi lagi naik ke kamar
"Kamu kenapa mondar mandir."tanya Mely sampai kamar nya
"Nungguin kamu la".jawab Nathan santai
"Hah ! aku harus ngomong dulu sa........ucap Mely terpotong karna Nathan sudah mencium bibir mely. Mely hanya memejamkan matanya
"Aku rindu dengan bibir ini."ucap Nathan melepas ciuman nya
"Dansa yuk".ucap Mely memegang tangan Nathan
"Kamu suka banget sama dansa aku ngak mau aaa sewaktu kita dansa kamu ninggalin aku dan sekarang aku ngak mau nanti kamu ninggalin aku lagi.''ucap Nathan
"Aku sangat suka dansa menurut ku dansa ini sangat romantis di tambah dansa dengan orang yg kita cinta aku ngak akan ninggalin kamu".ucap Mely mulai dengan dansa nya
"Kenapa setiap aku liat bibir kamu aku ngak bisa nahan untuk mencium nya".ucap Nathan mencium bibir Mely lagi dengan kelembutan Mely tidak menolak karna dia juga merindukan Nathan
__ADS_1