
Setelah membantu mama nya Mely mengajak Agatha ke rumah Bagas untuk mengunjungi mama nya Bagas
"Mel benar ini rumah pak Bagas".tanya Agatha
"Iya ini alamat yg di beri kan Nathan kamu juga jangan panggil Bagas pak dong dia kan bukan lagi bos kamu" ucap Mely
"Iya aku nyaman aja jika manggil Bagas dengan pak."jawab Agatha
"Panggil sayang aja lebih nyaman".goda Mely
"Ih Mely."ucap Agatha. mereka keluar memasuki gerbang
"Misi pak apa benar ini kediaman Bagas Holmes."tanya Mely ke sanpam rumah Bagas
"Benar non tapi den Bagas nya ngak ada."jawab sanpam itu
"Kami ngak cari Bagas pak tapi mama nya."ucap Mely
"Silakan masuk non nyonya ada."ucap sanpam
"Terimakasih pak".ucap Mely masuk ke gerbang dan menekan bel rumah tidak lama ada seorang wanita seumuran mama nya Mely keluar
"Assalamualaikum tante".ucap Mely dan Agatha barengan
"waalaikumsalam "ucap wanita itu
"Masuk dulu".ucap wanita itu mereka masuk dan duduk di sofa
"Maaf tante saya Mely istri nya Nathan saya di suruh Nathan untuk menjenguk tante."ucap Mely
"Pasti anak bandel itu nyuruh Nathan, apa ngak calon istri nya aja yg ngunjungin tante."ucap tante Siska mama nya Bagas
"Oh kalau itu di samping saya ini calon istri Bagas" .ucap Mely menunjuk Agatha
"Mely".ucap Agatha malu
"Kamu serius".tanya tante Siska semangat
"Ngak kok tan teman saya hanya becanda."jawab Agatha malu-malu
"Hah ! andai saya bisa kayak Nesa anak nya udah nikah pasti setiap di tinggal ngak kesepian karna ada menantu yg nemenin".ucap tante Siska
"Tante tenang aja hari ini kami akan temenin tante."ucap Mely menghibur
"Tante dengar kamu sakit ya".tanya tante Siska
"Udah sembuh kok tan".jawab Mely. pembantu di rumah itu mulai membawa kan minuman buat mereka ngobrol dan cemilan
"Emm wajah kamu mirip sama foto yg sering di tunjukkan oleh Bagas".ucap tante Siska
"M...mungkin hanya mirip tan".jawab Agatha gugup
"Tan kalau boleh Mely tau kenapa Bagas pergi."ucap Mely penasaran
"Tante juga ngak tau tiba-tiba dia bilang mau ke luar negri ada kerjaan tapi Bagas ngak pernah bilang kerjaan apa".ucap tante Siska
"Tante tau kalau Bagas lagi jatuh cinta sama seseorang."tanya Mely .Agatha hanya diam
"Kamu tau juga Bagas itu semua jujur sama tante dia bilang menyukai seseorang dan dia kerja jadi asisten nya tapi tante ngak pernah tau nama nya dan Bagas hanya sekali nunjukin fotonya dia juga sering cerita tentang cewek itu ".jelas tante Siska
"Tu Tha jika sama mama nya aja dia cerita bearti dia benaran cinta sama kamu."bisik Mely
"Tante senang jika Bagas menyukai seseorang dari pada sama wanita teman kuliah nya tante ngak suka dia selalu nempel sama Bagas tante ngak suka punya menantu kayak wanita itu".ucap tante Siska
"Jika menantu kayak teman saya ini gimana tan apa tante suka.''tanya Mely
__ADS_1
"Mel jangan aneh aneh deh".'ucap Agatha
"Menurut tante teman kamu ini kayak nya wanita baik baik jika dia ngak ada kekasih tante akan jodohin sama Bagas".ucap tante Siska
"Tante tenang aja dia belum punya kekasih ."jawab Mely dan tante Siska mengambil headphone nya untuk menelpon Bagas pakai telpon video
"Iya ma ada apa Bagas sibuk''.ucap Bagas tanpa melihat mama nya di telpon
"Apa kamu cinta sama kertas itu sehingga kamu ngak mau natap mama."ucap mama nya kesal
"Bukan gitu ma ."jawab Bagas melihat sekilas mama nya
"Liat mama lagi sama calon menantu mama mama akan jodohin kamu sama dia".ucap mama nya
"Hah ! ma udah Bagas bilang Bagas hanya mencintai 1 wanita dia asisten Bagas sekaligus pendamping Bagas tapi sayang dia udah ngak mau lagi kerja sama Bagas".ucap Bagas
"Mama jamin kamu bakal suka sama dia".ucap mama
"Jika mama mau ngomong itu maaf ma Bagas tetap pada pendirian Bagas" .ucap Bagas mematikan sambungan telpon nya
"Hei jangan di tutup dasar anak kurang ajar udah di matian aja awas aja jika nanti dia pulang akan aku jewar telinganya."ucap mama nya kesal
"Maafin anak tante ya ngak mau liat kamu kayak nya dia cinta mati sama asisten nya" ucap tante Siska
"Ngak papa tan".ucap Agatha
"Gimana kita jalan tante bosen di rumah terus."ucap tante Siska
"Boleh tan".jawab Mely cepat
"Bentar ya tante ambil tas dulu."ucap tante Siska naik ke atas
"Mel kamu ini apa apaan jangan buat aku malu deh."bisik Agatha
"Ya ila Tha kamu itu kapan lagi jalan sama camer ."jawab Mely setelah tante Siska turun mereka pergi ke sebuah Mall dan mereka belanja sepuas nya sambil tertawa merasakan tidak ada beban
"Sayang bangun."ucap Mely membangun kan Nathan
"Eghh... aku mau bangun jika kamu cium".ucap Nathan tersenyum Mely mencium Nathan
"Bukan di pipi tapi di bibir" .ucap Nathan saat Mely mencium bibir Nathan malah Nathan menahan tengkuk Mely agar ciuman mereka lebih lama Mely hanya pasra dengan apa yg di lakukan Nathan
"Manis".ucap Nathan melepas ciumannya
"Ih ngak jorok apa".ucap Mely
"Ngak ada kata jorok jika suami istri ".ucap Nathan menarik Mely ke pelukan nya
"Nathan mandi dulu".ucap Mely
"Aku ngerasa kamu ngak cinta sama aku setiap aku menginginkan diri mu pasti ada saja halangan nya "ucap Nathan
"Apa kamu ngak percaya sama cinta aku itu hanya kebetulan apa kurang dengan aku memberikan nyawa untuk menyelamatkan kamu."jawab Mely
"Atau kamu yg ngak cinta sama aku atau kamu cinta sama perempuan yg kamu temuin waktu di Bandung".ucap Mely lagi
"Kamu juga ngak percaya sama cinta aku kamu ngak tau saat kamu koma dulu aku rasa nya mau ikut kamu agar bisa ngerasain apa yg kamu rasa".jawab Nathan
"Udah mandi dulu nanti siang aku akan antar kan makan siang."ucap Mely
"Ngak kamu harus jadi milik ku dulu sepenuhnya baru aku akan nurutin apa yg kamu mau."ucap Nathan
"Iya ngak sekarang Nathan kamu harus kerja."ucap Mely
"Iya aku nurut".ucap Nathan mandi setelah sarapan Nathan berangkat kerja begitu juga Mely berangkat ke restoran karna hampir makan siang Mely kembali ke rumah untuk memasak buat Nathan dengan semangat setelah itu menuju kantor Nathan
__ADS_1
Tok tok tok
"Masuk".teriak Nathan seseorang masuk dengan takut dan menundukan kepala
"Kamu."ucap Nathan kaget
"Hiks hiks Nathan hiks hiks."ucap wanita itu
"Kamu kenapa nangis ada apa jika ngak terlalu penting kamu pergi karna Mely akan nganterin makan siang buat aku aku takut Mely salah paham".ucap Nathan
"Aku tau ini salah jika aku menemui mu hiks tapi tapi aku malu jika menemui Mely dan aku tidak punya siapa siapa lagi aku takut bertemu sama Mely".ucap wanita itu menangis
"Iya aku tau tapi aku takut Mely salah paham ".ucap Nathan
"Tapi aku bingung mau mintak bantuan sama siapa sekarang ini aku benar benar bingung aku mohon Nathan hiks hiks bantu aku".ucap wanita itu
"Baik la apa masalah nya."tanya Nathan
"Aku hiks hiks aku aku hamil hiks hiks aku harus bagaimana".ucap wanita itu menangis
"Apa!hamil."ucap Nathan kaget
POV Mely
Setelah aku rilik jam hampir makan siang aku pulang untuk masak setelah masak aku mengantarkan makan siang Nathan dengan senang dan semangat aku selalu tersenyum saat sampai di kantor Nathan. saat aku sampai di depan pintu ruangan Nathan aku mendengar Nathan berbicara sama cewek entahlah siapa tapi suara nya kayak aku kenal saat aku ingin masuk aku mendengar
"Baik la apa masalah nya"ucap Nathan
*S*iapa wanita ini ada masalah apa dia sama Nathan .batin ku
"Aku hiks hiks aku aku hamil hiks hiks aku harus bagaimana."ucap wanita itu menangis
"Apa ! hamil".ucap Nathan kaget
Bagaimana mungkin saat wanita dan pria membicarakan kehamilan pasti mereka telah melakukan sesuatu aku tidak percaya jika Nathan melakukan nya aku merasa lemas
POV and
*Br**ak*
Rantang yg di bawah Mely terjatuh dan Nathan dan wanita itu kaget melihat Mely
"Mely".ucap mereka bersama
Wanita itu langsung memeluk Mely dan menangis tersedu sedu
*P*arfum ini ya aku inget aroma yg di baju Nathan saat pulang dari Bandung jadi mereka melakukan nya pantas aja aromanya ngak asing ternyata punya sahabat ku sendiri.batin Mely
"Mel hiks hiks".ucap nya menangis
"Apa benar kamu hamil Riana".tanya Mely pada nya dan dia mengangut Mely meneteskan air mata
"Jadi aroma yg di baju Nathan saat itu punya kamu dan Nathan udah menghamili kamu".ucap Mely menertawakan diri nya sendiri
"Ngak Mel kamu salah paham".ucap Nathan
"Iya Mel yg di bilang Nathan itu salah paham aku hamil.....ucapan Riana terpotong
"Anak nya Nathan" .ucap Mely cepet
"Rasa nya ini lebih sakit dari tembakan yg di berikan Farid ini lebih menyakitkan bagaimana mana mungkin suami tercintaku hamil sama sahabat ku sendiri."ucap Mely
"Ngak ngak itu salah paham ".ucap Riana
"Iya Mel aku akan jelas kan....ucap Nathan
__ADS_1
"Cukup stop apa yg perlu di jelas kan Riana ada di Bandung dan Nathan ada di Bandung wanita yg di bilang Nathan yg aku tanya aroma nya itu adalah punya kamu terus apa yg perlu di jelaskan semuanya udah jelas".teriak Mely menangis dan berlari
"Mel tunggu."teriak Nathan mengejar Mely begitu juga Riana karna Mely berlari terlalu kenjang mereka kehilangan jejak karna Mely sudah naik taksi dan entah kemana