
Pagi itu suasana kantor masih sangat sepi,Billy sudah datang terlebih dahulu. segera ia beranajk ke kamar mandi pribadinya dan segera mengenakan baju ganti. Billy memang sengaja menyimpan beberapa stok baju di kantor .
Intan dan Dika saat itu masuk bersamaan. Billy yang melihat itu sudah tahu bahwa mereka tengah pergi bersama ke puncak. Mereka tidak tahu bahwa yang Pak irfan adalah teman Billy. Billy hanya memandang Intan dengan perasaan kasihan,karena ia tahu Dika lelaki macam apa. sedangkan Intan sendiri adalah wanita baik baik.
"sayang kejadian kemarin jangan sampai ada orang yang tahu ya" Dika memegangi kedua tangan Intan
Intan menatap ke mata Dika dengan penuh pengharapan dan cinta
"baik sayang aku ini hanya antara kita berdua"
karena Dika pikir di kantor belum ada yang datang lalu ia pun mulai mencium bibir intan ********** dengan rakus,sehingga Intan terdorong ke arah tembok dan akhirnya tangan Dika ia coba untuk meraba bagian dada Intan,ia meremasnya dengan rakus sambil mencumbu bibir Intan. ternyata kejadian panas ini dilihat oleh Billy namun mereka tidak mengetahuinya dan Billy hanga menggelengkan kepalanga saja.
waktu pagi sudah cepat berlalu ,rutinitas pagi diawali dengan morning briefing. Hari ini Billy memberitahukan pada semua karyawannya keadaan Manda. Agar saat Manda masuk kantor tidak terjadi gosip yang tidak tidak.
Intan dan Dika pun terkaget saat tahu kondisi Intan , sedangkan Nadya tersenyum senang.
"intan kenapa kamu begitu egois,selama ini Manda menghilang itu karena sakit,aku ini sahabatnya seharusnya ada disisinya,tapi akh malah sibuk dengan kepentinganku sendiri" Intan berbicara sendiri sambil memukul mukul kepalanya dan menitikan air mata.
"sayang Dika,sore ini akh akan jenguk Manda dulu ya,apa kamj akan ikut?"tanya Intan di chat
"sayang sepetinya kamu siang saja ,kalau sore nanti kamu pulangnya kemaleman,aku khawatir karena aku tidak bisa antar kamu"jawab dika
__ADS_1
"Ok deh sayang "
Siang itu Intan bergegas pergi ke rumah sakit,ia sangat khawatir dengan kondisi Manda.Sesampainya disana ia langsung memeluk Manda
"Manda maafkan aku,aku begitu egois tanpa memperdulikanmu" tangis intan memecah keheningan
"aku tidak apa apa Intan,aku hanya kelelahan.kamu tidak usah khawatir karena akubtau pasti kamu sedang sibuk bekerja agar target kamu tercapai" Manda pun tersenyum
Intan hanya tersenyum denga mata berkaca kaca,akhirnya dua sahabat itu saling bercerita . Mereka tidak tahh bahwa dari tadi ada yang memperhatikan mereka. Dia adalah Bima,Bima memang di tugaskan Billy untuk mengawasi Manda.Hari semakin sore dan akhirnya Intan pun bergegas pulang.
"cepat sembuh ya Manda "
Ruang Sekretaris Billy (Ruang Tasya)
tok tok tok
"iya masuk"
"tasya kamu tau Manda dinrawat di ruang apa" tanya Dika
"ruang pavilon 3 pak"
__ADS_1
"ok terimakasih"
Dika pun segera pergi dan melaju ke rumah sakit itu. sementara tasya memberitahukannya pada Billy
kriiinng kriiing
"sore pa"
"iya ada apa"
"pak maaf tadi pak Dika menanyakan ruangan Manda"
"trus "
"saya beritahu pak karena saya pikir bapak dan pak Dika akan pergi memjenguk"
Billy pun kesal dan mengepalkan tangannya
"ok terimakasih tasya "
Billy yang kesal langsung pergi dan melajukan dengan cepat mobilnya menuju rumah sakit
__ADS_1