
Flashback On
tok tok tok
"pak Dika "
"Masuk Intan"
krekkkk pintu terbuka dan nampak Dika tengah menunggunya di sofa dengan tatapan tajam.
kali ini Intan menggunakan rok yang minim dan kemeja yang agak terbuka. Ini adalah permintaan dari Dika.
"wooooow so beautiful my girl......"
Dika menatap Intan dengan menelan salivanya karena ia terpesona denga kecantikan dan keseksian Intan
"sayang cepatlah kamu kesini" Dika sambil menunjuk sofa disebelahnya
"aku dipanggil kesini ada apa sayang?"
"aku sangat merindukanmu sudah hampir semi ggu ini aku tidak menyentuhmu ,aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ini"
"hmmm"
"cepatlah sini sayang"
__ADS_1
Intan yang kali ini sudah berubah drastis karena Dika, sekarang mulai melupakan tujuan utama ia bekerja.
Intan menghampiri Dika dan duduk di sofa bersama. Dika pun mulai mendekatkan hidungnya ke leher Intan sehingga nafas Dika menyibakan sebagian rambut Intan. Hal ini membuat Intan menggeliat
"ahh Dika sayang ini sedang jam kantor"
"aku sudah menantimu sayang aku sudah tidak bisa menahannya"
Intanpun hanya mengangguk seakan ia terhipnotis dengan kata kata Dika.Dika memeluknya dari belakang lalu melingkarkan tangannya pada pinggang intan lalu dia mulai menciumi leher Intan dengan perlahan. Intan yang mulai panas pun mulai tidak bisa diam . Lalu Intanpun melingkarkan kedua tangannya ke leher Dika sehingga kini terlihat jelas dada Intan yang memuncak
"wahh kamu sudah panas sayang"
"hmmmm,Dika"
Lalu perlahan tangan Dika mulai meraba perut Intan,lalu ia keluarkan kemeja Intan yang tersalip dari rok nya,sehingga kini tangannya tengah masuk ke dalam baju Intan,Dika mulai meraba raba bagian perut hingga kini berada di puncak dada Intan. Perlahan Dika me*****nya.
klekkk
Tiba tiba pintu ruangan Dika terbuka,ternyata Billy. Billy memang terbiasa jika masuk ke ruangan Dika tidak pernah mengetuk pintu. Billy yang sudah tau kebiasaannya hanya berkespresi dingin saja
"ok lanjutkan saja,nanti aku akan kembali lagi"
...hmmm siang siang begini mereka malah enak bermain....
Lalu seketika Intan menghentikan aktivitasnya karena ia malu dengan Billy. Sedangkam Dika hanya merasa agak kesal karena merasa aktifitasnya tadi tidak tuntas dan menggantung
__ADS_1
Hari semakin sore Manda sama sekali tidak keluar ruangannya. Ia masih berkutat dengan pekerjaannya. karyawan karyawan disana satu demi satu meninggalkan kantor. Billy yang memperhatikannya lewat cctv belum beranjak juga dari ruangannya. Ia memperhatikan Manda belum pulang juga padahal waktu sudah menunjukan pukul 20.30
Mandapun ke luar ruangan untuk mengambil air di pantry,sambil memehanh ponselnya ia berjalan tanpa melihat ke arah depan
brukk
byurrrrr
Manda menabrak Billy yang saat itu sudah akan pulang.
"arggggh apa kau tak lihat ya kalau jalan ,matamu kau simpan dimana,sialaaan ini baju yang akan kupakai untuk makan malam dengan kolegaku jadi kotor begini"
"maaf pak Billy saya akan bersihkan baju anda"
"ahh sudahlah tidak usah ,cepat kau pulang aku muak melihat wajahmu.jangan sampai aku yang menggusurmu pulang" ketus Billy sambil beranjak dari tempatnya
"ba baikkk pak saya akan segera berkemas pulang"
Manda pun segera berkemas dan pulang. Di sepanjang jalan ia memikirkan Billy,entah kenapa makin hari makin memikirkannya. walau disetiap harinya dia begitu dingin
-------------------------------------
to be continue
terimakasih ya teman teman sudah mau baca novelku. semoga kalian suka ya!!!!jangan lupa vote ya
__ADS_1
Terimakasih