
Sementara di kantor Nadya menelpon Thalia,memberitahukan kalau Manda sedang di rawat sehingga rencana yang tengah disusun mereka terpending dulu.
"yasudah kita atur ulang saat dia sudah masuk kantor "ucap Thalia
"ok mba"
Sedangkan Billy yang sedang dalam perjalanan sangat gelisah karena mengetahui Dika akan menjenguk Manda.
dreeet dreeet (hp Billy bergetar)
"bos Dika sudah ada disini dan masuk ruangan"
"sialaan dia sudah mendahului ku,oke kamu perhatikan saja,kalau ada hal yang menjurus kamu harua segera bertindak"
"baik bos"
...menjurus apa memangnya dia pacar si bos yang dikekang sebegitunya. apa mungkin si bos menyukai Manda!!!...
Rumah Sakit
"hai Manda " Dika menghampiri Manda yang sedang mengupas buah di ranjangnya
"Pak Dika ......ko repot repot datang kesini,padahal tidak usah." ujar Manda
__ADS_1
Dikapun langsung duduk di samping ranjang Manda. Lalu memgambil buah yang sedang dikupas Manda.
"inilah gunanya saya datang kesini,setidaknya bisa bantu kamu mengupas buah,jangan sampau tangan yang cantik ini terkotori" Dika tersenyum sambil menunduk mengupas buah
Wajah Manda seketika memerah mendengar ucapan Dika. Bibirnya tersenyum tipis .
Billy yang telah datang langsung bergegas naik k ruangan perawatan ,dengan wajah seolah akan menerkam seseorang dan dengan tangan terkepal.
degggg....
Laju Billy terhenti saat sampai di depan ruang Manda. Terlihat dari kaca Pintu ruangan itu,Dika sedang mengupas dan menyuapi Manda buah,mereka saling melempar senyum. sedangkan Billy yang melihatnya semakin geram dan semakin mengepalkan tangannya.Ternyata saat sedang disuapi Manda melihat Billy sedang memperhatikannya dari luar,mereka saling menatap.
Billy menatap dengan kesal,sedangkan Manda menatap seakan mengejek. Bahkan ia berpura pura kalau matanya terkena sesuatu sehingga membuat Dika langsung meniup mata Manda dengan perlahan.Manda hanya tersenyum licik pada Billy,sedangkan Billy langsung meninggalkan ruangan.
"ohh baik pa,kalau bapak suaminya saya akan lakukan"
suster pun pergi keruangan Manda dan memerintahkan agar tamu yang di dalam segera keluar .
"manda sepertinya memang benar kamu perlu istirahat,agar kamu cepat masuk kantor. Kalau begitu aku pamit ya " Dika meninggalkan ruamgan sambil tangannya memegang kepala atas Manda
"kemana Billy bukankah dia tadi ada di luar,kenapa belum masuk juga"
Manda tiba tiba saja menunggu kedatangan Billy . Namun Billg tak kunjung datang. Lalu Mandapun mulai acuh
__ADS_1
"kenala aku harus menunggunya,lebih baik aku tidur saja "Manda menarik selimutnya
brukkkk
suara pintu terbuka dengan cukuk keras. Manda yang tadinya akan tertidur jadi terkaget.
"apa apaan sih kamu bisa kan masuk dengan sopan" Teriak Manda
Billy pun melaju ke arah Manda dan tangan kanan Billy langsung menarik dagu Manda dan menatapnha dengan tajam
"kamu bilang harus sopan,kamu yang harusnya lebih sopan ,dasar wanita ****** sama sekali tidak menghargaiku"
Manda seketika menitikan air mata saat Billy bserkata seperti itu
"kenapa kamu menangis,kamu memang pantas disebut seperti itu,jual mahal dan mengaku pertama kali berciuman,tapi tingkahmu itu terlihat seperti wanita penggoda pada si cunguk itu (dika),sama saja kau menyakiti sahabatmu sendiri,kamu tau saat di cafe dika mememuimu padahal di dalam ia sedang berkencan dengan Intan,lalu pagi tadi aku lihat Dia sedang bercumbu dengan Intan,dan sore harinnya coba menggodamu,aku mencoba menjauhkanmu darinya karena aku tau seperti apa dia pada wanita,tapi kamu malah menghodanya,haa drama kalian sangat bagus " Billy melepaskan pegangannya
"Intan.... dan dika
,aku sama sekali tidak tahu"
"ahhh sudahlah aku sudah muak membahasnya,aku sudah urus administrasi rumah sakit,besok kamu sudah bisa pulang,besok Bima akan memgantarmu"
"Bil...Billy" Intan memanggil Billy yang kala itu beranjak ke luar ruangan. tapi Billy tak peduli dan tak menoleh
__ADS_1
apakah aku sangat memyakitimu Bill,aku benar benar bodoh melakukan hal itu,dulu kamu sudah memperingatiku tanpa memberikan alasan. ternyata alasan ini karena Intan sahabtku