
1 bulam telah berlalu namun sikap dingin Billy tethadap Manda tidak berubah
Amerika
"pah,apakah kita terlalu berat menghukum Manda seperti ini,apa mungkin dia kesepiam karena tidak adanya kita disampingnya"
"tenang saja Manda pasti akan baik baik saja,sebenarnya dia adalah wanita kuat ,namun karena pengaruh Vino anak kita jadi berubah"
"bagaimana mengenai perjodohan dengan anak teman papah?"
"akan dilanjutkan hanya tinggal memunggu waktu yang tepat saja"
Metekapun saling merangkul,karena bagaimanapun mereka juga merasa sedih berada jauh dengan anak wanita mereka satu satunya.
Kantor
drak druk drak drukkk
Kali ini Manda terlambat datang,karena semalaman dia tidak tidur karena tiba tiba teringat ayah dan ibunya.
morning briefing berlangsung
3...2...1
"ma...maaf saya terlambat" ujar Manda dengan nafas terengah engah
"kamu duduk saja dulu Manda" ucap Dika tenang dan dengan melempar senyuman
"tidak usah duduk dulu,kau dengarkan saja yang akan aku katakan karena kau telah terlambat" Billy memicingkan matanya dengan sinis
__ADS_1
"ya ampun kini aku seperti di pengadilan dan aku sebagai tersangka,semua karyawan melihatku,dasar bos ***** tega kau mempermalukanku begini" uajr Manda
"Manda karena kamu sudah terlambat ,jadi kamu akan aku hukum untuk berpresentasi saat gathering nanti"
"ohh oke"dengan senyum tegas Manda menjawabnya karena baginya itu mudah tinggal menghafalkan ,cukup beberapa hari dia akan belajar mempersiapkan.
"kenapa kau tersenyum?"
"ohh tidak apa apa itu mudah untuk saya,kapan gatheringnya akan dilaksanakan?"
"besok malam"
"haaa apa besok"gumam Manda dalam hati
bagaimana bisa aku memeprsiapkannya dalam satu malam,benar benar jebakan
Lalu Billy pun mengakhiri morning briefingnya,semua karyawan pun masuk ke ruangan masing masing
"makan tuh,liat aja nanti malam pasti kamu akan malu seumur hidupmu"ujar Nadya dengan tawa sinis
Intan masuk ke ruangan Manda dan bertanya mengenai kesiapannya untuk menghadapi presentasi. Dia berinisiatif untuk membantu Manda pada acara nanti.
"Manda apa yang perlu aku bantu,mencari materi atau apa?"
"tidak usah tan,aku bisa mengatasinya tenang saja"jawab Manda santai
"Manda yang kukenal memang sudah terbiasa dibawah tekanan begini,jadi aku yakin kamu pasti bisa"Intan menepuk pundak Manda
"oia tan kamu ada hubungan apa dengan Dika,sepertinya terlihat akrab,gosip di luaran banyak yang bilang kalau Dika itu penjahat kelamin lho,kamu hati hati ya"
__ADS_1
deggggg
"a..aku cuma sebatas atasan sama karyawan aja tan,aku sering ke ruangan Pak Dika karena Pak Dika yang memintanya,menurutnya pekerjaanya banyak terbantu oleh ku"
"ohh aku pikir aku juga sempat tidak percaya sih karena dimataku Pak Dika lenih baik dari bos yang satu lagi itu,yang dinginnya seperti kutub es"
"iya Pak Dika sangat baik dan perhatian sekali pada karyawannya,oia Manda aku ke ruanganku dulu ya ada yang harus aku kerjakan"
"ok beb,bye..." sahut Manda melambaikam tangan
Beberapa jam telah berlalu para karyawan tengah beristirahat namun hanya Manda yang tidak keluar ruangan. Dika melihat ruangan Manda menyala sehingga ia menghampiri ruangannya.
klekkk
"ada yang bisa aku bantu nona cantik"
tiba tiba saja Dika masuk ke ruanvan Manda dan menghampirinya.
"ohh tidak pak,ini ada sedikit trouble saja,tapi sebentar lagi juga selesai"
Tapi Dika tidak putus asa dia duduk di kursi kerja Manda sambil memandangi Manda yang sibuk dengan komputernya. Saat Manda mengeryitkan dahinya,dika beranjak mendekati kursi yang diduduki Manda. Dika sedikit memundukan badannya sambik tangan kanannya menunjuk komputer dan tangan kirinya memegang kursi Manda. Dika menjelaskan sedikit hingga mereka saling beradu tatap.
Tanpa disadari Billy memperhatikan karena tidak sengaja Billy melihat Dika memasuki ruangan Manda, dan benar saja ternyata Dika sedang mencuri kesempatan. Billy mengepalkan tangannya dan sengaja menjatuhkan gelas yang sedang ia bawa. Lalu Billy pun pergi melaju keluar. Hal ini sontak membuat kaget mereka
prangggggg
"astaga suara apa itu"Manda mengalihkan pandangannya ke pintu
"aku tidak tau,kalu begitu aku akan keluar melihatnya"ujar Dika yang seketika menelam salivanya
__ADS_1
Manda mengejar Dika untuj melihat apa yang terjadi. Mereka berdua keluar ruangan dan terkejut saat melihat pecahan gelas di depan ruangan.