
Akhirnya Dika dan Intan sampai di cafe yang mereka tuju . Tempat duduk mereka memang terlihat aga lebih pojok dari yang lainnya.
Entah memang tinggal tempat duduk ini atau Dika sengaja memesannya. Ahhh entahlah pikiran Intan sekarang sudah mulai tidak jelas karena dibutakan cinta.
Akhirnya mereka duduk dengan meja bundar yang tidak terlalu besar. Intan yang saat itu gugup tiba tiba tangannya dipeganh Dika
Mereka saling berpandangan ,Intan memggigit bibir bawahnya karena gugup,sedangkan Dika mematapnya dengan tatapan nakal sambil meremas tangan Intan
"Hari ini kamu cantik sekali,lebih cantik dari wanita manapun"Dika mencoba menggombal lagi
Kala itu Intan memang menawan dan seksi dengan memperlihatkan kaki jenjangnya dan balutan baju berwarna putih dengan model sabrina.
mengapa aku begitu gugup dihadapannya,apakah karena ketampanannya ataukah karena rayuannya
Disisi lain Manda pun datang ke tempat yang sama,namun tempat duduknya jauh dengan Intan
"hari yang cerah kalau saja Intan ada disini,mungkin sekarang kita sedang tertawa tawa"
Manda tersenyum sendiri
"nona silahkan minumamnya "ucap pelayan sambil memberikan pesanan Manda
Manda tidak kalah cantiknya dengan Intan ,hampir semua mata tertuju padanya
Tiba tiba ada satu mata yang tertuju padanya tajam di dalam mobil. Iya siapa lagi jika bukan Billy
Billy lalu membuka pintu mobilnya dengan pelan.
clekk
__ADS_1
Dia memandangi Manda dari kejauhan,memperhatikan dengan siapakah wanita ini berkencan.
"cantik"ucap Billy terpesona
ahhh sialan kenapa aku mengucapkannya. wanita itu tida pantas dipuji
Namun pandangan Billy terhenti,bola matanya membesar melihat kemesraan Dika dengan Intan.
Ada hubungan apa mereka berdua,apa mereka berpacaran???
Meja Intan
"cantik aku mau ke mobil dulu sebentar ya" dika memgelus pipi Intan
"iya oke"
jawab Intan sambil memegang tangan Dika yang memyentuh pipinya
Dika menghampiri Manda ,dan ciiiiit suara kursi berdecit ketika digeser
"Pak dika!" Manda lalu menyimpan minumamnya
"kamu kesini dengan siapa?"tanya dika dengan tatapan memusuk
"Saya sendiri karena Intan sedang ada urusan keluarga ,saya bosan dirumah jadi saya memilih untuk pergi" balas Manda dengan semyuman
Billy yang saat itu memperhatikan mereka berdua,langsung membulatkan kedua matanya kala Manda dan Dika beradu tawa .
Dasar wanita ***** denganku dia jual mahal,tapi dengan laki laki playboy itu dia beradu tawa
"cihhh dasar tidak punya prinsip!"
Billy pun sangat geram lalu menghampirinya saat Dika sudah masuk lagi ke dalam cafe.
__ADS_1
kreeeekk suara kursi yang berputar
"Pak Bi..lly apa apaan,anda sangat tidak sopan!"
Manda dengan nada tinggi
Lalu tiba tiba saja Billy menarik tangan Manda dan menyeret Manda ke dalam mobilnya
"Lepaskan....lepaskan saya pak,apa salah saya kenapa anada begitu kasar pada saya,anda siapa saya????" teriak Manda keaakitan
Setelah sampai di dekat mobil Billy,Billy pun mendorong Manda ke badan mobil,tangan kirinya memegang tangan Manda dan tangan kanannya memegang dagu Manda
"hei kamu dasar wanita ****** sok sok jual mahal di depanku,tapi dibelakang kau jual murah pada setiap pria" ketus Billy
entah mengapa ia begitu geram saat melihat Manda dan Dika tersenyum riang.
Air mata pun tak terbendung menetes di pipi mulus Manda.
Plak plakk
Dua tampara keras melayang ke wajah tampan Billy. Mukanha kini sudah seperti udang rebus.
" Jaga ucapan anda ,saya bukan seperti yang anda pikirkan,jikalau saya wanita ****** lalj kenapa anda harus marah?"
Teriak Manda sambil ia meneteskan air mata
ibu ayah apakah kalian tau aku tersakiti,aku ingin menangis dipelukanmu ibu
Tanpa pikir panjang Billy pun menyeretnya masuk ke dalam mobil dan menguncinya.
"Bima kamu bawa mobil wanita ini dan ikuti aku"
Billy memgambik kunci mobil Mamda demgan paksa dan memberikan kuncinya pada pengawal pribadinya Bima
__ADS_1