
“Nikah?”
Mata Naya terbelalak mendengar penyampaian kedua orang tuanya. Mereka mengabarkan bahwa anak dari teman papa ingin menikahinya.
“kurang ajjar tu anak” gerutu Naya dalam hati.
“diakan kakak tingkat kamu, kalain sudah lama saling kenal, Papa yakin dia bisa membahagiakan Naya”
“Naya nggak yakin Pa”
“Naya, semua bisa dibicarakan baik-baik nak” mama meyakin kan.
“baru dua bulan Naya lulus kuliah masak udah nikah. Teman-teman Naya pada sibuk melamar pekerjaan”
“Naya lebih hebat, dilamar” canda papa.
Naya sangat kesal mendengarnya.
Langsung menuju kamar.
😠😠😡
😭😭😭😪
😪😪🥲
Rish masuk ker ruang papa“ini Pa, file yang Papa minta Rish suaokan”
😏… “giimana Pa?. apa anak teman papa nerima lamaran kita?”
Papa (Imran), “kenapa? Rish takut ditolak?”
Rish hanya tersenyum. Naya Cantika, adik tingkat dua tahun dibawahnya. Salah satu senior yang paling vokal dalam menantang beberapa kebijakan yang dibuat oleh Rish sebagai ketua Bem (Badan ekskutif Mahasiswa).
🙄🙄🙄
Sesuai janji, pagi ini Rish meminta Naya menemuinya di salah datu cafe.
Menunggu beberapa menit,
“maaf terlambat” Naya sambil manarik kursi.
“tidak masalah” jawab Rish sambil mempersilahkan Naya untuk duduk di kursi tepat dihadapannya.
“kenapa lu minta gue datang kesini?”
“mau bicara”
__ADS_1
😕
“Kenapa lu nggak bicara? katanya mau bicara”
“sesuai kesepakatan, bulan depan kita nika. Dan gue tau lu setuju”
“sembarangan lu. Gue ogah”
Rish sambil melirik jarimanis Naya, “cantik ya cincin tunangan lu”
Nayya langsung menyembunyikan tangannya.
“katanya gak mau nikah, tapi cincin dari gue dipake”
“ini Mama gue yang suruh ya. Gue mau bukan karena cincinnya dari lu tapi karena cincinnya bagus sayang aja di anggurin. Mubazir”
“lu termasuk tipekal mate ya kayaknya”
“lu dalah. Gue bukan kayak cewek matre tapi gue emang matre”
🤭
“awas aja lu… abis harta lu gue kuras”
🤨… “takuuut”
🧐
“Gue harap, lu ikhlas nerima semua ini, mungkin udah jalannya. Kita jodoh”
“kenapa harus gur Rish? kenapa lu nggak cari laki - laki lain? kenapa gue?”
“Lah” 😳
“lupa lu? dulu waktu kuliah lu sendiri yang bilang kalo gue laki-lain Cong. Kata lu gue bukan perempuan! lupa lu Ci??!”
“Cong maksud lu? apa yang lu maksud Ci??” 😡
“banci! dasar lu bencong! maunya sama laki-laki”
“eh lu kalo mandi gak pernah ya periksa kelamin lu?”
“lu jaga ya bacot lu!”😡
“kenapa? lu mau gue yang priksa? sabar, ntar pas kita nikah”
Pertengkaran terus berlanjut. Tak ada hasil apa-apa pertemuan kali ini hingga keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
Naya masuk ke rumah langsung menuju kamar.
Kak Roy menahan, “gimana? ketemu sama CS?”
“CS apaan”
“Calon Suami”
😡😡😡… “apan sih kak!”
Dggaarrrr!!! pintu kamar lang merapat hingga tidak memberi ruang untuk kak Roy untuk menyelip masuk.
“dasar bocah” Riy sambil tersebyum, “cepat nikah biar cepat dewasa lu dek” teriak Roy dali balik pintu.
Naya mengempaskan tubuh di sofa kamarnya.
Belum hilang kesal kepada Rish kini malah kak Roy yang menambah.
🤦🏿♀️🤦🏿♀️🤦🏿♀️🤦🏿♀️
😠😠😠
😭😭😭
Kesal, emosi dan akhirnya….
Nangis lagi…
“bisa kering air mata gue kalo kayak gini. Menjelang nikah air mata guepun abis”
😪😪😪
Rish kembali ke kantor.
“gimana? udah ketemu Naya?” tanya papa.
“udah Pa”
“gimana kabarnya?”
“siapa?”
“mantu Papalah”
“calon Pa,”
“iya itu maksud Papa” Papa sambil tertawa.
__ADS_1
“udah Pa, Rish mau keruangan”
Papa hanya senyum sendiri menyaksikan sikap Rish yang baru ketemu calon istri.