LOVE YOU ISTRI KU

LOVE YOU ISTRI KU
JEMPOL TERLUKA


__ADS_3

Rish dan Naya masih mengerjakan atau mengemas dapur bersama. Tiada suara selain suara hatikan barang pecah belah.


Naya menyusun piring yang sudah dicucu Rish, di tempat penirisan piring bersih. Tidak sengaja sebuah gelas terjatu dan pecah. Naya sangat kaget dengan suara gelasnya yang pecah. Dia langsung memungut serpihan kaca yang berserak.


Rish membantunya, mereka rebutan membereskan, karena rebut-rebutan, Jari Naya luka oleh serpihan kaca. Rish langsung mengambil jari naya dan membawa ke keran, menyiram dengan air kran. Setelah darah tidak terlihat Rish mematikan kran, tetapi dara kembali terlihat mengalir mengalir, membasahi ketiga jari Naya.


Rish langsung menghisap jari Naya… Naya hanya diam dan menatap Rish.


Mereka salaing tatapan. Semakin Rish hisap tetapi darah makin banyak menetes kelantai. Rish makin risau.


“Rish lepas” pinta Nay.


Rush langsung mengarahkan tangan Naya ke keran.


Setelah itu Nya kangsung menghisap jempolnya.


Rish kaget. Ternyata lukanya di jempol, ia malah menghisap jari telunjuk.


🤣🤣🤣🤣.


Naya menahan tawa.


Rish malu sendiri. Dan pergi menuju kotak amal. Eh, kotak obat dan membawanya ke Masjid, eh bukan, ke Naya.


“untuk apa?”


“untuk ngobati luka lah”


“cuma luka kecil Rish. Darahnya udah mulai berhenti”


“lu yakin?” tanya Rish.


“lu liat aja sendiri” Naya sambil memperlihatkan jempolnya yang tidak lagi berdarah.


“oh, iya benar”


Rish mengembalikan kotak amalnya, salah lagi! kotak obat maksudnya.


“Rish, lu mau dimaskakan apa?. Ikan masih ada, udang yang terakhir gue beli juga ada ni”


“kita makan di luar aja”


“kenapa?”


Mau dibilang jangan masak dulu takut di bilang akting lagi. Mau biarkan dia masak, kasihan dia masih belum sehat. Rish jadi bingung mau jawab apa.


“gak ada, cuma mau makan di luar aja”

__ADS_1


Mau dibilang biar dia masak, ntar dibilang belum sehat betul dan di bilangblagi kalo sakit nyusahin dia. Naya juga bingung mau bilang apa. Karena dirinya masih malas untunkeluar rumah.


Akhirnya mereka makan di luar.


Saat di rumah makan, seseorang menyapa Rish.


“Rish”


“Dona”


“lu ada disini Dona? kapan lu balik kesini?”


“baru dua hari. Gue denga lu udah nikah”


“Iya.”


“mana istri lu?”


“ini kenalkan istri gue Naya”


Naya menyalami Dona.


“gue fikir adik lu Rish. Sorry”


“gak masalah”


Naya diam saja.


“lu sama siapa?”


“itu sepu gue”


Dona manggil sepupunya.


“Naya,”


“Ridwan”


“kalian kenal?”


“iya kak, Naya kelas Ridwan waktu kuliah dulu”


“oh”


Rish tahu sebenarnya Ridwan salah satu teman lelaki yang paling dekat dengan Naya. Tetapi Riduanbtidak terlalu tahu trntang Rish.


“kenalin Wan ini Rish”

__ADS_1


“Ridwan” Ridwan sambil menyalami Rish.


Doa mendapat telfon dan menjauh dari duduk mereka.


Tatapan Naya ke Ridwan luar biasa dalam. Ridwan juga sama. Ada kerinduan yang tersirat mengisyaratkan seperti ada sesuatu diantara mereka berdua. Rish hanya menyaksikan mereka.


“apa kabar lu Wan?”


“baik Nay…. gue juga berharap, lu akan baik-baik saja”


Naya hanay dian.


“apa kegiatan lu sekarang Nay?”


Naya mengggeleng.


“lu?” Tanya Nia balik.


“gue, gue…”


Belum sempat Naya menjelaskan, Dona datang.


“Rish, lu kenal gak sama Alfin?”


“tau tapi gak kebal, kenapa?”


“dia barusan nelfon katanya dia tau juga tentang lu, ya dikit-dikitlah. Kapan- kapan kita ketemu sama dia yuk, ajak Naya juga”


“kenapa dia?”


“gimanaya gue mau bilang… gue lagi pendekatan sama dia”


“ya bagus lah. Tapi lu yang PDKT kok kita yang lu bawak-bawak?”


“plisss, mau ya Naya”


Baya hanya diam.


“Ridwan ikut ya…”


Ridwan mengangguk.


“ayilok Nia, Rudwan ikut juga”


“ya udah, “


Jawab Naya.

__ADS_1


Mereka janji untuk sama-sama bertemu dengan Alfin.


__ADS_2