
Setelah dua hari dirawat, Sore ini Naya di bolehkan pulang kerumah.
Rish membawa istrinya masuk kedalam.
“bisa Rish” Naya berusaha melepaskan tangan Rish yang merangkul bahunya.
“oke sorry” Rish.
Sedikit pusing, Naya berusaha mendekati dinding untuk bisa bertahan.
“kenapa?”
“pusing” jawab Naya.
Rish langsung mengangkat tubuh Naya untuk membawa ke kamar. Dalam lemas Naya meronta.. “gue bisa Rish”
Ris tidak memperdulikan dan tetap menggendong istrinya tersebut.
Sampai di kamar, perlahan Rish membaringkan tubuh Naya di tempat tidur. Ia memperbaiki psisi bantal agar Naya berbating dengan nyaman kemudian menyelimutkan dan setelah itu ia ke belakang.
kembali lagi ke kamar Naya membawa segelas minum.
Dan memberi Naya minum.
Setelah minum Naya berbaring, sambil menatap Rish yang berusah memperbaiki posisi bantal untuknya, “udah ektingnya”
Mendengarnya, Rish tercengan dan melihat wajah Naya. Beberapa detik terdiam kemudian Rish pergi keluar.
Entah apa yang ia fikirkan mendengar vonis dari Naya bahwa ia sedang akting.
😕😕😕😕😕
😏😏😏😏😏😏😏
🤭🤭🤭
Selesai magrib, Ris masuk ke kamar Naya.
Naya tidak ada di tempat tidurnya.
Rish menuju kamar mandi Naya.
Pintu kamar mandi tertutup.
“Naya,”
Naya menjawab dari dalam tetapi karena suaranya terlalu pelan, Rish tidak mendengar.
“Nay,” Rish sambil mengetok pintu kamar mandi.
“iya,” suara Baya sangat pelan
“Naya,”
“Iay. gue di dalam sini” suara Naya hampir berbisik.
__ADS_1
Karena tidak mendengar apa-apa, Rish mencoba membuka pintu kamar mandi tersebut.
Naya sedang memapah langkah menyusuri dinding untuk menuju pintu keluar kamar mandi.
“Naya,” Rish langsung mengejar dan memgang tubuh Naya.
“lu kenapa tidak minta bantu gue?”
Naya hanya diam.
“kan bisa bilang ke gue kalo lu mau ke kamar mandi”
Naya diam saja.
Haris mendudukkan Naya ditempat tidur.
“terimakasih,”
“sama-sama,” jawab Rish…. “ada perlu apa-apa lagi?”
Naya menggeleng.
Ya udah, gue ke ruang kerja bentar.
Mama Rish sangat khawatir.
“udahlah, bisa Rish jaga Naya”
“gimana kalo dibiarkan aja istrinya sendiri pa?”
“kenapa tidak percaya sama anak?”
“ada banyak teman perempuan Rish, kenapa dia harus pilih Naya, mungkin dia tidak cinta tetapi papa yakin, saat pilihan dia tepat kenaya itu artinya ada sesuatu yang terkesan dihati Rish mengenai Naya”
“iya ya Pa, kalo dia menganggap Naya sama dengan gadis lain, kenapa dia pilih Naya?”
“iya kan. Makanya, kita harus percaya sama dia”
“ita ya Pa”
Beberpa detik… “ah, Mama mau ke rumah Rish”
“lah tadi kata percaya”
“mama percaya Pa, tapi risau. Kalo Papa gak mau tidak apa, biar mama di antar Rian”
Papa mengeleng-gelengkan kepala.
Mama bersiap-siap dan papa pergibkeluar kamar intuk mencari Rian (sopir mereka).
Papa sudah didalam mobil.
Ruan membuka kan pintu mobil buat mam.
“lah… Papa sudah disini? Papa ikut juga?” Mama kaget.
__ADS_1
Papa hanya senyum.
Naya berusaha kuat menuju dapur.
Sedikit kaget menyaksikan suasana dapur yang sedikit berantakan…. “Astaghfirullah,”
Naya menuju salah satu kursi untuk duduk.
Ia makin pusing karena pemandangan di dapur sangat tidak mengenakkan.
Setelah minum, Naya berusaha kembali ke kamar. Ia masih sangat kemas dan mebcoba beristirahat, duduk bersandar di dinding.
Rish masuk ke kamar Naya untuk memastikan keadaan Naya. Tetapi Naya tidak ada disana.
“kemana lagi?” bisik Tish sambil menuju kamar mandi.
Ternyata Naya tidak ada.
Rish menuju dapur. “kemana lagi kaki gak ke dapur” gerutu Rish.
Naya sedang tersandar di dinding yang tidak jauh dari dapur.
Rish langsung mendekatinya, wajah Naya benar-benar pucat, “Naya, lu kenapa?
Rish sambil menyusut bahu Naya.
Naya menepisnya, “tidak apa,”
“lu amau kemana Nay?”
“mau minum tadi”
Rish bergegas mengambil minum.
Menyerahkan ke Naya, “udah Rish, gue udah minum, gue mau balik ke kamar”
“oh, Sorry”
Rish mengembalikan lagi minum diatas meja.
“ayok balik ke kamar Naya”
Karena benar-benar lemas, Naya pasrah dan Rish leluasa mengakat tubuhnya sampai ke kamar.
Rish menyelimuti tubuh istrinya tersebut dengan kembut. “istirahatlah, kalo ada perlu apa-apa, kasi tau, gue nggak kemana-mana”
“kerjaan lu?”
“udah selesai,”
Takut kejadian seperti sebelumnya terulang lagi, seperti terpapah di kamar mandi, tersandar didinding dekat ruang dapur, Rish memutuskan untuk tetap menjaga Naya dikamar tersebut.
Rish berbaring di sofa, Naya di tempat tidur.
Sesekali mereka saling bertatapan.
__ADS_1
Tidak tahu, apa yang di hati masing-masing gikirkan.
😏😏😏