LOVE YOU ISTRI KU

LOVE YOU ISTRI KU
KETEMU ALFIN


__ADS_3

Ada keanehan yang terasa di hati Rish ketika Naya mengiyakan saat Ridwan menyetujui permintaan Dona untuk bertemu Alfin.


Sabtu sore, sesuai janji, Naya dan Rish menemani Dona bertemu Alfin.


Diperjalanan, sesekali mereka berbicara.


“Ridwan jadi ikut?” tanya Rish.


“jadi,” Naya sambil senyum membaca chat di handfonenya.


“ku senyum kenapa?”


“nggak ini, gue nanya Ridwan apa dia ikut. Pas lu nanya ke gue, apa dia ikut?. Langsung masuk balasan chat dari dia… ‘jadi’ katanya. Makanya gue senyum, dia kayak jawab pertanyaan lu”


Rish diam saja.😒


😏😏😏


🙄🙄🙄🙄🙄🙄


Naya dan Rish mengambil kursi di hadapan Ridwan dan Dona.


Mereka menunggu Alfin, laki-laki yang katanya sedang PDKT dengan Dona.


Dina dan Rish bercerita. Sementara Naya dan Tidwan tidak kalah seru dengan cerita mereka semasa kuliah.


“kalaina kanyaknya akrab banget?” tegur Dona.


“iya, waktu kuliah jita satu kelas. Iya kan Nay,”


“iya, jawab Naya”


“oh”


“jadi dulu Naya ini salah satu mahasiswa cerdas seangkatan kita, bahkan di kampus juga masih termasuk kategori mahasiswi cerdas. Makanya banyak yang suka sama dia. Tapi dianya jual mahal” 🤭 “bercanda Nay”


“Ridwan” tegur Dona lagi.


Ridwan langsung menatap Rish, “maaf bang, maaf… keterlaluan, lupa saya”


“ya gak apa” jawab Rish sok cool.

__ADS_1


Naya hanya diam.


Alfin datang.


“Naya,”


“Eh, bang Alfin” Naya langsung berdiri dan menyalami Alfin.


Rish mulai risih, “kok kenal aja ni anak sama orang”


“Naya ngapa disini? sama siapa??” tanya Alfin.


“ini sama kak,” Naya sambil mengarah ke Dona.


“Adik Dona Baya ini?” tanya Alfin.


“bukan, jawab Dona… dia ni”


“kirain adik Dona” potong Alfin.


“main potong aja bos!!! dona mau jelasin, tu anak istri gue” Rish dalam hati.


“Alfin kenal sama Naya?”


“Kenapa Naya tidak melengkapi datanya? padahal pihak kita udah nunggu” sambung Alfin.


Naya tidak menjawab.


“Naya, potensi kamu bagus… peluang karir kamu sanagt besar, kenapa kami siakan?” tanya Alfin serius.


“nanti Naya pertimbangkan Bang”


“lihatlah, kalo anak cerdas, bukan dia yang nyati kerjaan, malah kerjaan yang nungguin dia” puji Alfin.


Dona langsung ambil langkah, “lu pasti izinlah kalo istri lu kerja. Iyakan Rish?”


Alfin langsung terdiam dan memandNg Rish.


“o ya Fin, kenalin Rish teman gue” kenal dona.


Alfin menyakami Rish, kemudian menyalami Ridwan… “itu Ridwan, sepupu gue”

__ADS_1


Dan itu… udah kenal, Naya, istri Rish.


“oh, Naya udah nikah?”


“udah”


“selamat ya Naya. Mengenai yang disampaikan tadi, Naya tolong pertimbangkan. Pihak perusahaan menunggu jawaban Naya”


“iya, terimakasih” ucap Naya.


Naya dan Ridwan tidak terlalu banyak cerita, mereka hanya mendengarkan cerita antara Dona, Rish dan Alfin. Pembahasan yang sebagian besar membahas bisnis.


Hampir dua jam bercerita sambil makan atau minum akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.


Sampainya di parkiran, kembali Alfin mendekati Naya, “tolong pertimbangkan lagi ya Naya. Ditunggu”


Dgarrrr…. Rish menutup pintu mobilnya. Nay dan Alfin sampai kaget.


“Maaf ya bang, saya duluan” pamit Naya ke Alfin.


“oh iya silahkan… hati-hati”


Naya masuk mobil. Duduk di samping Rish. Dengan cepat mobil meluncur meninggalakn area parkiran.


“Rish…”


Rish tidak peduli.


“Rish!!!”


Terus melaju.


“Ris!” Naya benar-benar marah.


Menyadarinya, Rish langsung menurunkan kecepatan mobilnya.


“lu kenapa?… kebelet lu?”


Tidak ada tanggapan dari Rish.


“kalo mau mati jangan bawa gue Rish. Gue masih mau idup” omel Naya.

__ADS_1


Diam-duaman sampai ke rumah.


__ADS_2