
Pukul setengah enam, Rish masuk ke rumah, suasana sepi. Ia langsung menuju meja makan.
Kosong… “lapar kali gue. Naya gak masak?”
Teringat… Rish langsung menepuk jidat….. “tadi pagikan dia lagi tk enak badan”
Bergegas menuju kamar istrinya.
“masih tidur?” Rish sambil mendekati tempat tidur istrinya.
“Naya… bangun, udah sore”
“Naya”
“Nay”
Rish mendekat dan bisa ia rasakan hawa suhu disekitar istrinya yang sangat panas. Disentuhnya dahi istrinya, “panas kali… Nay, bangun Nay”
Naya tersadar… “eh! kok blum brangkat kerja?”
Suaranya serak, wajahnya pucat dan untuk membalikkan tubuh sepertinya ia tidak berdaya.
“lu sakit nay?”
“gue gak apa. Lu berangkatlah kerja…. tar telat” Naya bicara pelan dan matanya hampir tertutup.
“gue udah pulang Nay”
Naya hanya diam.
“Nay…”
Tiadak ada tanggapan, matanya terpejam.
“Nay…” Rish ditepi telinga Naya.
“iya gue dengar. Gue lemas”
Rish langsung ke ruang tengah untuk mengambil kotak obat.
Dan membawanya ke kamar Naya.
“Nay ayok lu harus makan obat”
Naya diam saja.
“Naya bangun makan obat” Rish sambil mengangkat selimut Naya.
__ADS_1
“gue belum makan apa-apa Rish”
Rish langsung keluar menuju mobil pergi membelikan makan.
Membawa makanan yang ia beli ke kamar Naya.
“ayok Nay makan dulu nyar lu sakit”
“Naya, ayok makan. Rish sambil membuka bungkus nasi”
Naya membalikkan tubuh “gue gak selera”
Rish membalikan lagi tubuh Naya di hadapannya.
“tar lu sakit Nay”
“Rish… gue udah sakit”
Rish memegang kepala Naya. Dia sedikit panik.
Dan membangunkan tubuh istrinya..”ayok”
“kemana Rish?”
“kita ke dokter. Berobat”
“gue gak pa pa”
“ntar juga sembuh. Kasi gue istirahat. Udah sore lu gak ada makan”
Naya berusaha membuka matanya dan menatap wajah Rish, “lu gak kerja?”
“gue udah pulang Nay”
“oh,” Naya kembali menutup matanya.
Rish langsung mengankat tubuh istrinya….
dan membawanya masuk ke mobil.
“Kita mau kemana” Naya benar-benar kemas.
“ke rumah sakit jawab Rish sambil membaringkan tibuh Naya di kursi belakang.
Perlahan ia membwa mobil menuju rumah sakit.
Tiba di rumah sakit ia kembali mengakat istrinya dan membawanya ke IGD (Instalasi Gawat Darurat”
__ADS_1
Hampir setengah jam, Rish di panggil dikter.
“Bapak siapanya?”
“saya suaminya. Kenapa dok? istri say kenapa?”
“ maag nya kambuh. Dia perlu di rawat. Jika bapak setuju silakan ke meja administrasi untuk persutujuan rawat inap”
Rish segera menuju meja administrasi untuk mengisi data syarat persetujuan rawat inap.
Naya di pindahkan ke ruangan rawat inap. Kondisinya sedikit membaik. Ia tertidur.
Rish menatap istrinya yang tertidur. Tetesan infus perlahan. Tetes demi tetes turun menuju tubuh istrinya. Ada rasa iba saat ia menatap istrinya.
“cepat sembuh Nay” wajah Rish khawatir.
Ia teringat keluarga dan menghubungi mama.
“iya nak”
“Mama apa kabar?”
“baik Rish. Kalian gimana?”
“Rish baik, tapi Naya”
Suara Rush tertahan.
“kenapa Naya nak?”
…. sejenak ragu mengatakan.
“Naya kenapa Rish?”
“Rish sama Naya di rumah sakit sekarang ma”
“kenapa?” mama sangat khawatir.
“Naya di rawat Ma”
“Ya ampun, sakit apa Baya Nak?”
“Maag kambuh”
“kimana sih kamu? kok bisa, kamu gak ngungatin dia untuk makan. Sampe kambuh gitu”
“Ma, Rish minta maaf”
__ADS_1
“ya sudah, mama ke sana”
Mama dan paoa Rish menuju rumah sakit yang dimaksud. Sambil memberi tahu keluarga Naya bahwa Naya sedang di rawat di rumah sakit.