LOVE YOU ISTRI KU

LOVE YOU ISTRI KU
PANIK


__ADS_3

Hampir setengah jam, Naya dan Rish terdiam di kamar Naya.


Naya berbaring di tempat tidur dan Rish duduk si sofa sambil main handfone.


Naya sedikit rish dengan keberadaan Rush di kamarnya. Apa daya, Rush bekeras untuk menjaganya.


Suara bel berbunyi Rish segera menuju pintu depan memastikan siapa yang datang.


Setelah mengetahui, Rush berlarunmenuju kamar Naya.


Bergegas menyusun bantal dan mengacak disamping Naya seolah dia juga berbaring di tempat tidur Naya.


Naya hanya melihat dan heran.


Rish memastikan pintu lemari Naya terkunci agarMama tidak membuka lemari tersebut. Jika mama membuka mama akan melihat hanya baju Naya di kemari tersebut.


Rish berlari ke kamarnya mengambil handuk dan beberapa lembar bajubkotornya dan membawa ke kamat Naya.


Beberapa bajunya ia sangkutkan ke beberapa tempat menyangjutan baju di kamar Naya, handuknya ia hampai di dekat kamar mandi Naya.


Naya heran, “lu mau pindah kesini?@


Rish menggeleng sambil emmastikan apakah semua sudah sesuai. Maksudnya apakah kamar tersebut sudah terkesan di huni oleh suami istri.


“trus kanapa baju-baju lu di bawa kesini?”


“yang diluar Mama sama Papa”


Sementara bel sibuk berbunyi.


Handfone Rish juga mulai berdering heboh…


“itu mama yang nelfon?” tanya Naya.


“iya”


Naya langsung duduk.


“gak usah di angkat dulu” cegah Rish.


“gue mau bantu ku bere-beres”

__ADS_1


“gak perlu, lu baring aja”


“Rish, sabun atau perlengkapan mandi lu, bawa ke kamar mandi gue” saran Naya.


“oh iya” Rish berlari menuju kamarya.


Kemudian balik lagi ke kamar Naya dengan mambawa perlengkapannya yang di maksud Naya.


Setelah menyusunnya di kamar mandi ia kembali ke dekat Naya,


“apa lagi ya Nay?”


“gelas minum lu”


Rish berlari lagi mengambil gelas minumnya dan gelas Naya di dapur membawa ke kamar Naya.


“apa lagi ya?”


“laptop atau peralatan kerja kantor lu, pena atau kertas-kertas atau file-file gitu”


Rish berlari lagi mengambilnya.


Tish menghidupkan laptop kemudian meletakkan buku catatan dan sebuah file di atas tempat tidur Naya tepat disamping Naya.


Beberapa peralatan lain di tarok di meja Naya.


“udah Rush, udah pas. Bukalah pintunya, kasian mama sama papa kelamaan nunggu”


“iya ya, gue buka pintu dulu”


Rish berusaha memasang wajah santai. Menuju pintu depan.


Sejak satu bulan mereka menikah, memang sudah beberapa kali mereka di kunjungi oleh mama, papa dan mertuanya. Dan biasanya mereka hanya sampai di ruang tamu, ruang makan dan lainnya kecuali kamar. Kali ini berbeda, Naya sakit, tentu mereka akan sampai ke dalam iamar.


Sedikit keringatan, Rish mengelapnkeringatnya dan membukakan pintu buat mama dan papanya masuk.


“dari tadi di telfon kok gak di angkat?” tanya mama sambil mereka menuju kamar Naya.


“maaf Ma, tadi henpon Rish tinggal di ruang kerja, Rish di kamar Nay…”


Maksudnya mau bilang di kamar Naya, tetapi ia langsung sadar dan mengubah, “Naya mau ke kamar mandi jadi Rish nuntun dia”

__ADS_1


“oh,” mama sambil senyum-senyum.


“kenapa Ma” tanya Rish.


“iya kenapa senyum gitu, kan biasa suami bawa istri ke kamar mandi, apalagi istrinya lagi sakit” kata Papa.


“nggak, mama jadi ke ingat kita lagi muda-muda dulu, jawab mama”


Mereka masuk ke kamar Naya. Naya duduk dengan kedua kaki berjumtai.


Rish langsung mengejar, “kan masih pusing, kok duduk”


Tish sambil memegang kedua bahu Naya.


Mama dan papa mendekat.


“kalo masih pusing, dibawa baring aja nak” saran mama.


“gak usah dipaksakan,” saran papa.


Naya menatap Rish, “Naya gak apa-apa”


“iya,” angguk Rish dengan lembut.


Rish embaringkan tubuh istrinya dengan pelahan.


Mata mama mulai liar mengelilingi suasana kamar.


“kok, baju Rish banyak di gantung-gantung kayak gitu”


Mana sambil menuji baju-baju tersebut.


“ini baju bersih kayaknya, kenapa nggak di masukkan kelemari aja Rish”


Naya dan Rish saling natap.


“mati” dalam hat Naya.


Mama membawa tiga baju Rish yang di gantung tadi dan menuju lemari.


“ini gimana cara bukanya? Naya dan Rish benar-benar panik.

__ADS_1


__ADS_2