Mafia Descendant

Mafia Descendant
Cuman 600 kata, besok di revisi


__ADS_3

DI lain sisi, Revin belum menemukan jalan keluar hingga dia menyasar sampai ke ujung jurang.


"LAh, jalannya ilang." Gumam Revin.


Revin berdecak sebal, dia berbalik hingga tak memperhatikan belakangnya. Sehingga kakinya tergelincir membuat tubuhnya oleng.


"Argh!!!"


Revin terjatuh, dia berguling hingga terjatuh ke tanah. Revin merasakan tubuhnya sangat sakit, dia berusaha untuk duduk walau seperti nya tangannya tengah keseleo.


"Sakit banget badan gue." Ringis Revin.


Revin berusaha bangkit, dia berdiri dan menyadarkan tangannya pada tebing tanah.


Brugh!


Revin seketika melototkan matanya saat tangannya terdorong masuk. Tubuhnya pun ikut terjatuh ke dalam.


"AWWW!!"


Revin menatap sekitar, dia seperti memasuki sebuah lorong rahasia dalam tanah. Dengan tubuh yang kesakitan, Revin berusaha untuk berdiri.


"Tempat apaan nih." Gumam Revin.


Revin berjalan memasukinya lebih dalam, setiap dia lewat pasti ada lampu yang menyala. Dan akan kembali mati ketika Revin sudah menjauh


Tap!


Tap!


Tap!


Revin memasuki ruangan yang terlihat seperti Aula, dia memutari ruangan itu dengan kening mengerut. Aula itu terlihat seperti sebuah Aula mansion yang terlihat seperti mansion jaman dulu. Tampak kotor dan berdebu, banyak sarang laba-laba yang mengiasi setiap sudut mansion.


"Gue baru tahu ada tempat beginian di hutan." Gumam Revin.

__ADS_1


Revin melihat tangga yang melingkar cantik, dia menaikinya dengan rasa penasaran. Hingga tibalah kakinya sampai di atas. Netranya langsung berhadapan pada sebuah figura besar yang tertutup kain hitam.


"Boleh di tarik gak sih?" Gumam Revin.


"Boleh pasti! lagian ini mansion lama kayaknya." Gumam Revin.


Revin mulai menarik kain hitam itu.


SREKK!!


Seketika, Revin terpana melihat sebuah lukisan, lukisan seseorang yang memegang sebuah pistol do tangannya yang terdapat sarung tangan hitam.


"Ganteng banget, parah." Gumam Revin menyentuh lukisan itu.


Saat asik memerhatikan lukisan itu, Revin di kejutkan dengan sentakan seseorang dari belakangnya.


"LANCANG!!"


Sontak, Revin menoleh. Netranya membulat sempurna melihat seseorang yang berada di belakangnya.


Seseorang bertudung hitam menodongkan Revin dengan senjatanya, sontak saja Revin segera mengangkat tangannya.


"Maaf om, saya kesasar. Tolong jangan bunuh saya, saya belum nikah. Masih anak bunda, janji pulang langsung tidur." Oceh Revin.


Orang itu tetap terdiam, tatapannya tertuju pada kalung yang Revin kenakan. Kalung tersebut tak sengaja keluar dari dalam kaos yang ia kenakan, sehingga orang tersebut dapat memperhatikannya.


"KAU?!"


Orang bertudung itu mundur beberapa langkah sambil menurunkan pistolnya.


"Welcome Prince."


Revin melongo, secara mendadak orang bertudung hitam itu menurunkan pistolnya. Kepalanya tertunduk menatap lantai kotor itu.


"Eh eh eh, nama gue Revin bukan prince. Siapa lagi prince." Revin menggelengkan kepalanya heran, dia beranjak pergi. Baru beberapa langkah, dirinya kembali di kejutkan.

__ADS_1


BRAK!!!


TAP!


TAP!!


TAP!!


Revin mendadak pucat, dia melihat sekeliling nya. Pintu di setiap sisi di dobrak paksa, seseorang bertudung yang sama menghampiri mereka.


"Eh eh, tar dulu nih. Kok mainnya keroyokan? satu-satu kalau bernai!!" Pekik Revin dengan wajah mendadak panik.


Proa bertudung awal tadi mendekat pada Revin, dia menarik keras kalung Revin hingga Revin kesakitan. Kalung itu terputus, dia mengisyaratkan salah satu temannya agar memegang tangan Revin.


"Eh eh!! balikin kalung gue!!" Pekik Revin.


Salah seorang dari mereka menarik jari telunjuk Revin, di lukainya jari telunjuk itu dengan sebuah jarum dan di arahkan ke bandul kalung tersebut.


Revin berontak, mereka tetap menahannya. Hingga bunyi suara benda yang patah di belakangnya membuat semuanya terfokus pada lukisan tadi.


KREK!! KREK! KRAAAKKK!!


Lukisan itu terangkat, di dalamnya sebuah pistol yang sama seperti yang di gunakan figura tadi.


Revin berbalik, dia melihat pria bertudung yang memegang kalungnya menaruh kalungnya yang terisi darah tadi ke dalam figura itu.


SREETT!!


Cahaya biru keluar dari dalam kalung itu, seketika semuanya menjauh. Cahaya biru menyorot dan membentuk sebuah hologram. Seseorang yang berada di dalam figura tadi.


"Halo keponakan om besar, kita bertemu kembali."


"Ba-bagaimana bisa?" Kaget Revin.


___ Besok Revisinya yah, tadi tamu baru pada pulang jam sebelas😭😭. Ada acara yang tak terduga💨

__ADS_1


__ADS_2