Mafia Descendant

Mafia Descendant
Perdebatan Anora dkk dan Altezza


__ADS_3

Di mansion, tampaknya mansion di buat rusuh oleh kedua kembar. Bagaimana tidak, sedari tadi Cela dan Cila bolak-balik dari taman belakang dan dapur.


"Kalian ngapain?"


Marcel memergoki keduanya tengah membuka bungkusan daging, pasti ada hal aneh yang di lakukan keduanya.


"Mau kacih makan jelo." Jawab Cila.


Marcel menepuk keningnya, sudah dua buayanya mati akibat dua bocah kembar itu. Ada saja tingkahnya yang membuat buayanya mati karena stress.


"Sudah-sudah! buayanya sudah di kasih makan, jangan kasih lagi!" Peringat Marcel.


"Iihh! kakek! jelo na macih lapal, olang tadi makan bulung melpatina kakek!".


Netra Marcel terbelalak kaget, dia memastikan kembali jika pendengarannya tidak salah.


" Mer ... merpati kakek? Si jeno?"


"Iya lah! capa algi! jenni na kan udah mati duluan!" Sambung Cela.


MArcel memegangi d4d4 nya, tingkah cucu bont0tnya terlalu luar biasa hingga membuatnya bingung berekspresi seperti apa.


"Ayah kenapa?" Tanya Emily yang baru saja habis dari kebun.


Emily senang berkebun, bahkan dia memiliki kebun strawberry. Selain itu, ada beberapa buah lainnya. Tentu saja dengan bantuan pembantu yang mengurusnya.


"Em, anakmu benar-benar luar biasa. Jangan buat lagi yah, cukup mereka biang ker0k mansion." Bukannya mengerti Emily malah semakin bingung hingga netranya menatap kedua putrinya yang memegang daging.


"Astaga, kalian mau buat apa itu daging?!" Pekik Emily.


"Taruh di dalem kulkas lagi!!"


Keduanya sontan menurut jika ibu negara sudah memerintah, kuping mereka akan panas jika Emily mengoceh panjang lebar kali tinggi. Lebih baik menuruti sebelum mendengar ocehannya.


"Bener-bener yah ... DADDDYYY!! ANAKNYA INI LOH!!" Teriak Emily sambil berkacak pinggang memanggil suaminya.


Tak lama Gilbert datang dengan panik, netranya langsung tertuju pada kedua putrinya yang tengah tertunduk.


"Apa sih yang? teriak-teriak mulu, heran." Oceh Gilbert.


"Gilbert! nih anak dua, buat merpati ayah mati!


mereka kasih makan buaya pake merpati ayah! ganti gak!" Pekik MArcel.


"Tapi kan yang penting merpati punya ayah gak papa kan?" Tanya Gilbert sambil menggaruk tengkuknya dan melirik bawah.


Marcel pun sama ikut melirik bawah sebelum menyadari perkataan menantunya.


"MENANTU KUR4NG AJ4R!! SAYA PECAT JUGA KAMU JADI MENANTU YAH!!" Teriak Marcel menghampiri Gilbert dan memukulnya.


Emily menghela nafas kasar, dia meminta kedua putrinya untuk masuk ke dalam kamar. Karena sudah masuk waktu tidur siang.

__ADS_1


Sementara dua orang berbeda usia itu masih saja sibuk berdebat karena permasalahan akhir.


.


.


.


.


GUDANG


BRAK!!


"APA MAKSUD LO SEKOLAH DISINI HAH?!"


Sello mendorong kuat tubuh Altezza hingga menabrak meja yang tertumpuk. Kelimanya membawa Altezza ke gudang dan menodongkan banyak pertanyaan.


"Apa salahnya gue sekolah disini? ini sekolah untuk umumkan? artinya, gue juga bisa masuk kesini." Santai Altezza, padahal kerah baju sekolahnya masih dalam genggaman Sello.


"Lo pikir kita b0doh? lo disini pasti ada tujuan dan maksud tertentu. Seorang Altezza, tidak akan melalukan hal yang menurutnya tidak menguntungkan." Desis Sello.


Altezza tersenyum, niatnya sudah tercium oleh Sello dan kawan-kawannya. Padahal dia ingin bermain sedikit dengan lima sekawan itu.


Sebelum nya mereka sudah bertemu, dan sempat terlibat baku tembak. Sejak dulu hingga saat ini Altezza merupakan musuh mereka.


"Gue habisin lo Altezza!!! gue bun*h lo!!" Desis Sello.


Sello mengeluarkan pistolnya, dia mengarahkan pistolnya pada kepala Altezza. Namun, bukannya takut Altezza malah tertawa.


"Lepaskan!" Titah Anora.


"Ini kesempatan kita Anora!!" Sentak Sello.


"LEPASIN GUE BILANG!!!" Marah Anora.


Dengan terpaksa, Sello melepaskan cengkramannya dan juga menarik kembali pistolnya. Nafasnya masih terdengar memburu, menatap Altezza yang dengan santainya menepuk seragamnya seakan kotor.


"Udah selesai? besok lanjut yah, gue mau pulang dulu." Pamit Altezza membuat semuanya geram.


Sello memukul-mukul tembok, dia benci dengan Altezza. Anora mengerti perasaan temannya, dia menahan tangan Sello agar Sello tak lagi menyakiti dirinya.


"Kenapa lo bebasin dia!! mereka udah bun*h adek gue! dengan gue bunuh dia, bisa menghancurkan Yamamura!!" Sentak Sello dengan kata memerah.


"Lo gak paham dia Sel. Dia itu licik, sama seperti ayahnya. Lo pikir, dia hanya pasrah ketika lo hendak bunuh dia? enggak. Dia enggak sebodoh itu. Beberapa anggota nya sudah mengelilingi kita disini. Saat lo akan menarik pelatuknya, lo yang lebih dulu mati. Kalau lo gegabah, bagaimana lo bisa membalas penderitaan adek lo?"


Sello akhirnya terdiam, dia bisa mengontrol kembali emosinya yang sempat meluap. Hampir saja dia mencelakai semuanya karena gegabah.


"Kita kumpul berlima karena memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menghancurkan Yamamura!"


"Gak semudah itu Ra, Yamamura terlalu kuat! udah berapa banyak mafia yang dia rebut? termasuk mafia bokap gua, sello, Dino dan Garel. Kita bergabung dalam misi yang sama, merebut kembali apa yang menjadi milik."

__ADS_1


"Kita hanya bergantung dengan mafia milik ayah lo! dan jumlah mafia lo dan Yamamura sangat jauh! Kita mati k0nyol namanya kalau melawan mereka!" Ujar Olive.


Anora hanya terdiam, benar. Hanya mafianya yang mewakili ke empat temannya demi membalas Yamamura. Hanya Mafianya lah yang tidak bisa Yamamura rebut karena banyak sekali penerus kuat. Sehingga Yamamura kesulitan untuk merebut paksa. Apalagi, saat ini Mafia milik ayahnya di pegang kendali penuh oleh abang pertamanya.


"Kita bisa membuat mafia lain bergabung dengan kita, kita bisa menghancurkan Yamamura." Ujar Garel.


"Gak bisa! Mereka takut dengan Yamamura, mereka pasti berpikir ... dari pada mereka mati sia-sia. Lebih baik mereka cari aman!" Sentak Sello.


"Ada satu caranya."


Ke empatnya seketika menatap Anora yang menatap lurus ke depan. Anora berbalik dan menatap ke empatnya yang tengah penasaran.


"Araster. Dia pasti akan bergabung dengan kita. Bagaimana pun juga, Araster memiliki dendam pada Yamamura karena telah membunuh dua kali pemimpin Araster. Marcello Evans dan Galang Evans."


"Bukannya Araster sudah di nonaktifkan? dia sudah di hapus dari daftar mafia di dunia?" Tanya Olive.


"Kita bisa mengaktifkannya kembali, dengan mencari penerus yang sebenarnya. Dan Altezza, tahu itu."


Ke empatnya baru sadar akan hal itu, Altezza tahu jika Araster bisa di aktifkan kembali dengan mendatangkan kembali penerus yang sebenarnya.


"Penerus itu ada di sekolah ini, itu sebab nya Altezza berada disini."


"Wah!! HEBAT LO RA!!" Pekik Olive tak menyadari itu sedari awal.


Sello maju mendekati Anora dengan kening mengerut. "Jadi, Altezza kesini karena mengincar penerus Araster?" Anora membalasnya dengan anggukan.


"Dia tahu sejarah tentang Araster lebih dari kita, itu sebabnya dia disini. Kita bisa menjadikannya alat untuk menemukan penerus Araster. Setelah dapat, kita akan membuat pemimpin Araster yang baru ikut dengan kita. Setelah Araster kembali aktif, tak menutup kemungkin jika Mafia seluruh dunia akan ikut membela kita menghabisi Yamamura dan mafia yang ia banggakan." Ujar Anora dengan menatap tajam ke depan.


Anora pasti akan mengalahkan Yamamura, dunia tidak akan tenang sebelum Yamamura tiada. Berbagai banyak kejahatan yang Yamamura ciptakan. Penjualan ilegal senjata dan obat terlarang, perdagangan wanita. Anora ingin menghapus itu semua, dia ingin menciptakan hal yang positif bagi dunia dan menyelamatkan para wanita. Itu tujuan nya masuk ke dalam organisasi sang ayah.


Teman-temannya ini, merupakan korban dari Yamamura. Mereka akhirnya bersatu demi bisa mengambil apa yang seharusnya jadi milik mereka. Bukan hanya kehilangan kedudukan, bahkan mereka kehilangan keluarga karena keserakahan Yamamura. Dan Anora, ingin menghentikan semuanya.


____



Sello



DIno



Garel



Daddy Gilbert.


__ADS_1


Bunda Emily.


Authornya cari yang cocok buat Emily, tapi takut ketuaan😭😭. Kalau ini kemudaan kayaknya yah😌


__ADS_2