Mafia Descendant

Mafia Descendant
Kembali di aktifkan


__ADS_3

MAAF BANGET😭😭 PENDETEKSI SIDIK JARI AKU RUSAK KAYAKNYA😭 MALAH AKU GAK PAKE SANDI KODE, CUMAN SIDIK JARI. PANIK WEH, HARI INI BARU BERES😭 ULANG MASUK NT, Alhamdulillah lahnya aku masih bisa masuk, walau sempet ke restart gara gara gak bisa di buka😭


____


Saat Revin akan memundurkan langkahnya, tubuhnya tersentak saat menabrak seseorang. Dia berbalik badan dan menatap sosok pria yang menatapnya tajam.


"Lakukan." Ujarnya dengan penuh penekanan.


Revin berubah panik ketika tangannya di pegang, dia di duduk kan ke sebuah kursi khusus yang Revin sendiri tidak tau itu kursi apa.


"LEPASIN?! LEPASIN!! LEPASIN GUE!! LO SIAPA HAH!!" Bentak Revin.


Kepala Revin di pasangkan sebuah benda berbentuk topi yang terdapat banyak selang, tangannya di suntik oleh sesuatu hingga membuat Revin semakin berontak.


"Lo suntikin apa ke gue ha!!"


"Gue ... gue gak kenal kalian ... kalian ... siaapaa ...,"


Mata Revin tiba-tiba terasa berat, pandangannya kabur. Hingga pandangannya pun menggelap dan menutup matanya.


Di dalam bawa sadarnya.


Seorang anak kecil berumur 5 tahun tengah di gandeng oleh seseorang berjubah hitam dengan hiasan emas di talinya. Pria itu membawa bocah itu ke sebuah panggung aula.


"Ada pesta yah?" Tanya bocah itu.


Laki-laki bertudung itu membuka tudungnya, terlihatlah wajah tampannya. Galang, kali ini membawa Revin pertama kali ke markasnya.


Dengan jubah kebanggaannya, Galang menatap seluruh mafiosonya. Di dekatnya berdiri sosok tangan kanannya, yaitu Hendrick.


"Disini, saya berdiri sebagai ketua kalian. Ingin memperkenalkan anggota baru kita, Fillbert Revino Greyson. Dia adalah keponakan saya sekaligus, cucu pertama dari pemimpin sebelumnya."


Jelas saja, para mafioso kaget mendengarnya. Mereka saling bertatapan hingga membuat Galang tersenyum tipis.


"Ini kita kau mainan apa? kok pada pake baju badut cemua?" Celoteh Revin.


Galang tersenyum, dia berjongkok dan menyerahkan sebuah senjata berbentuk pistol pada Revin. Di arahkan pistol itu pada langit-langit mansion.


DORR!!


"Welcome prince." Bisik Galang tepat di telinga kiri Revin saat anak itu terdiam lantaran terkejut.


Gambaran tentang masa kecil Revin, Galang yang selalu mengajaknya berlatih sebagai seorang mafia tanpa sepengetahuan yang lain.


Bahkan ilmu meretas Galang ajarkan pada keponakannya itu, sampai di umur ke sepuluh Revin sudah menguasai ilmu bela diri yang Galang miliki. Banyak mengenal jenis senjata dan segala fungsinya.


Bahkan, sifat cerdik Galang menurun padanya bahkan lebih di luar dugaan.


Hingga kejadian naas yang terjadi delapan tahun silam, Revin kembali mengingatnya. Dimana sang paman kesayangannya sekarat karena musuh mereka.


"Balas, om minta. Kamu hancurkan dia sebelum dia yang menghancurkan kamu." Sebelum akhirnya Galang menutup matanya.


"ENGGAK!! HIKS ... ENGGAAAAKKK!!"


"YAMAMURAAAAA!!!"


.

__ADS_1


.


.


.


Sedangkan di tempat lain, Reynan. Aileen, Anastasia, Jingga dan Anora serta teman-temannya bahkan Adelio ikut tertangkap oleh anak buah Yamamura. Mereka sedang di ikat di masing-masing kursi sambil menatap ke arah Yamamura yang berdiri di hadapan mereka.


"Lepasin!!" Sentak Reynan saat tubuhnya di geledah oleh anak buah Yamamura.


"Apa sudah kalian dapat kalungnya?" Tanya Yamamura.


"Belum king, dia tidak memilikinya." Ujar anak buah Yamamura.


Yamamura mengerutkan keningnya, dia beranjak dan mendekati Reynan. Memang, di leher Reynan tidak ada sama sekali kalung uang dia pakai.


"Kamu sembunyikan dimana kalung itu!!! dimana kalung itu!!!" Sentak Yamamura.


Anora dan teman-temannya menyunggingkan senyumnya, Yamamura terkecoh. Bahkan sampai saat ini, pria paruh baya itu belum bertemu dengan pemimpin sebenarnya.


"Dia sangat tidak waras." Bisik Olive.


"Ya, sangking tidak warasnya dia masing menyangka Reynan lah pemimpin nya." Bisik Dino.


Kebetulan, mereka duduk bersebelahan. Sehingga keduanya bisa saling berbisik.


Yamamura menodongkan pistolnya ke arah kening Reynan, hal itu tidak membuat Reynan bergetar sedikit pun.


"Dimana kamu menyembunyikan kalung itu?! katakan!!" Sentak Yamamura.


"PEMBOHONG!!"


Yamamura menarik pelatuk pistolnya, jari telunjuknya bersiap menembakkan kepala Reynan. Reynan menatap Yamamura dengan berani, tak sedikit pun dia gentar oleh gertakan itu.


"PAPAH JANGAN!!"


Semuanya menoleh ke arah Altezza, Altezza datang dengan sebuah tablet di tangannya. Dia menyerahkan tablet itu pada Yamamura.


"WOY! DYLAN!! KOK LO BISA SELAMAT SIH!!" Teriak Adelio gak terima.


"Iy-iya! lo-lo bisa selamat begitu!" Balas Aileen.


Altezza menatap mereka dengan tatapan datar, saat akan melangkah mendekat. Suara barang yang di banting cukup mengganggu indra pendengarannya.


BRAK!!


"SI4L!! HABIS1 ANAK ITU!" Unjuk Yamamura pada Anastasia yang sedari tadi diam tertunduk.


Anastasia mengangkat wajahnya, dengan santai dia balik menatap Yamamura yang menatapnya dengan penuh emosi.


"Kamu mungkin lupa padaku Yama, aku adik dari seorang gangster ternama Sulthan Bryan. Kau menyekapku, sudah pasti kakakku berhasil menyerang markasmu bukan?"


Mereka menatap Anastasia dengan tatapan melongo, dengan mudahnya Anastasia melepas ikatan yang Yamamura berikan. Dia berjalan santai sambil melepas roknya hingga kini dirinya hanya memakai celana hitam lengkap dengan senjata di balik roknya itu.


"Bukan hanya itu saja, dia ...." Dengan menunjuk Reynan Anora menatap Yamamura angkuh.


"Dia sebenarnya hanya sebagai alat pengecohmu saja Yama, dan pemimpin sebenernya. Dia ..."

__ADS_1


"Dia cucu pertama dari Marcello, pemimpin sebelum Galang."


"TIDAK MUNGKIN!!" Bantah yamamura.


Anastasia menyeringai, dia menekan jamnya dan menunjukkan sebuah hologram. Dimana foto Marcel baru-baru ini dia tangkap dan juga Marcel saat dulu.


"Kamu tidak mengenalinya?" Tanya Anastasia.


"Bukankah pria tua itu ... pria yang ada di foto itu." Batin Altezza.


"Dia sudah mati!! dan dia! dia adalah mertua dari Gilbert! bukan pemimpin Araster!!"


"Tepat sekali!" Pekik Anastasia membuat raut wajah bingung dari Yamamura.


Anastasia berbalik, dia kembali memperlihatkan sosok Emily yang sedang menggandeng Revin.


"Dia, kamu ingat dia?" Tanya Anora.


"Harumi." Gumam Yamamura dengan ragu.


"Bukan! dia ... istri dari Gilbert. Kamu tahu Yama, semuanya berhubungan. Istri dari Gilbert adalah putri tunggal MArcel."


"Tidak, itu tidak mungkin. Dia sudah ...."


"Tiada maksudmu? kau bodoh sekali Yama." Sela Anastasia.


Yamamura memberi isyarat pada Altezza agar menyerang Anastasia, tapi sebelum itu.


"Terlambat Yama, sebentar lagi Araster akan kembali di aktifkan. Selamat atas kegagalanmu."


"Ti-tidak, tidak mungkin!!"


___


Jubah kebanggaan Galang terpasang rapih di tubuhnya, pedang di sertai senjata lainnya sudah dia letakkan di selipan jubahnya.


Kalung kebanggaan Araster tersemat di d4d4nya, rambutnya yang biasa rapih kini di buat sedikit berantakan. Tatapan tajam yang tak pernah orang lain lihat, kini tampak jelas di matanya.


"Sudah siap Prince?"


Seketika orang itu mengangkat wajahnya, Revin. Dia menjelma sebagai pemimpin sungguhan. Tak ada lagi tatapan bercanda, hanya tatapan penuh dendam dan ambisi.


"Hendrick, apa semuanya sudah siap? kita akan mengumumkan siapa pemimpin Araster sesungguhnya." Ujar Revin dengan suara rendah.


"Sudah prince."


Revin mulai melangkah keluar dari ruangannya, dia berjalan dengan atribut pemimpin Araster. Saat Revin akan memasuki Aula, bunyi terompet membuat semua mafioso menatapnya dengan kepala tertunduk.


"BERIKAN SAMBUTAN PADA PRINCE!!"


"SELAMAT KEMBALI PRINCE!!"


Revin membalas sapaan mereka, dia memandang semua anggota nya. Dulu pamannya yang memimpin semuanya, tapi kini dirinya lah sebagai pengganti sang paman.


"Ini yang om besar mau kan? tenang saja om, setelah ini ku pastikan. Yamamura tidak akan bisa lagi kembali bernafas." Batin Revin menatap ke depan dengan sorot mata yang tajam.


"DENGAN INI, ARASTER KEMBALI DI AKTIFKAN!" Teriak Hendrick dengan suara Lantang.

__ADS_1


__ADS_2